
"Mereka berniat mengadakan acara persembahan dan akan menjadikanmu sebagai objek pengorbanannya ? ” Zhou Yu mengerutkan keningnya dengan bingung dan bertanya “Acara persembahan apa sebenarnya itu dan kenapa mereka ingin mengorbankan mu ?”
Chyou terdiam sejenak sebelum mengangkat pedang di tangannya dan berkata "Semuanya berawal dari bagaimana pedang ini pertama kali tercipta "
Menurut wanita tersebut. Pedang yang berada di tangannya diciptakan oleh seorang Pandai Besi ternama dari Aliran Hitam bernama Kun Jiazhen
Kun Jiazhen merupakan seorang Pandai Besi Tingkat Tinggi yang bisa menciptakan sebuah Pusaka Bumi sehingga membuatnya sangat di hormati sekaligus di benci oleh kalangan pendekar dari Aliran Hitam
Dengan kemampuan yang hanya di miliki oleh segelintir orang di Kekaisaran Song. Kun Jiazhen menjadi pribadi yang sangat sombong dan membuat banyak pihak merasa tersinggung
Namun meskipun demikian, kemampuannya menciptakan senjata sangat tinggi sehingga membuat pihak-pihak tersebut tidak berani menunjukkan taring apalagi membahayakan nyawa pria tersebut
Terutama karena hampir semua Senjata Tingkat Tinggi yang digunakan para pendekar Aliran Hitam untuk bersaing dengan Aliran Putih berasal darinya, membuat keempat Sekte Utama Aliran Hitam pun tidak bisa tinggal diam dan angkat bicara atas sikap mereka yang berniat melindungi pria tersebut
Dengan fakta seperti itu. Pihak-pihak yang membenci Kun Jiazhen hanya bisa menggertakkan gigi dan menutup mata atas sikap pria tersebut, sehingga membuatnya semakin sombong
Sampai suatu hari. Salah seorang Patriark dari sebuah Sekte Menengah tiba-tiba datang dan meminta Kun Jiazhen membuatkan senjata untuknya
Pada awalnya Kun Jiazhen menolak karena meskipun kekuatan pihak lain berada di atasnya. Namun orang tersebut hanyalah Patriark dari sebuah Sekte Menengah yang tidak bisa masuk ke matanya
Namun setelah Patriark tersebut menunjukkan bahan pembuatan senjata yang ingin di buatnya. Kun Jiazhen langsung setuju tanpa berpikir panjang
Meskipun Kun Jiazhen tidak mengenali bahan pembuatan senjata yang di tunjukkan Patriark tersebut pada waktu itu
Namun instingnya sebagai Pandai Besi Tingkat Tinggi secara otomatis aktif dan memberitahunya bahwa kemungkinan besar ia akan bisa menciptakan Pusaka Langit yang selalu menjadi mimpinya selama bertahun-tahun dengan bahan tersebut
Karena itu, Ia setuju dan menjanjikan Patriark tersebut senjata yang sangat kuat
Kun Jiazhen bahkan membual akan membuatkan Patriark tersebut senjata yang menyaingi bahkan lebih kuat dari pada yang di miliki para dewa di dunia persilatan
Patriark tersebut tentunya tidak mempercayai ucapan Kun Jiazhen. Namun meskipun demikian, ia masih sangat senang karena berhasil membujuk Kun Jiazhen membuatkan senjata untuknya
Setelah mengumpulkan bahan-bahan pendukung untuk membuat senjata yang dijanjikannya. Kun Jiazhen kemudian langsung membuat senjata tersebut tanpa ragu-ragu
Entah karena suatu keberuntungan atau karena insting Kun Jiazhen yang terlalu kuat
Ia benar-benar berhasil menciptakan sebuah Pusaka Langit yang selalu menjadi mimpinya selama bertahun-tahun sehingga membuatnya sangat senang
Kun Jiazhen bahkan tertawa sangat keras sampai suaranya menembus ruangan dan membuat orang-orang di rumahnya merasa keheranan
Namun tepat ketika Kun Jiazhen dalam suasana hati yang baik. Sebuah pemandangan yang tidak biasa tiba-tiba muncul tepat di atas rumahnya dan menyebar ke segala arah dengan rumah Kun Jiazhen sebagai pusatnya
Melihat pemandangan tersebut. Kun Jiazhen merasakan firasat buruk yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga membuat pria tersebut buru-buru memerintahkan seluruh keluarganya untuk mengungsi
Namun semuanya terlambat karena ternyata pemandangan yang muncul di atas langit lebih besar dan menyebar lebih cepat dari pada dugaannya
Banyak kekuatan yang melihat pemandangan tersebut. Meskipun pemandangan pada waktu itu tidak memberikan petunjuk apapun
Namun bahkan pendekar paling bodoh di dunia persilatan sekalipun akan dengan mudah menebak bahwa sebuah Keajaiban baru saja terlahir ke dunia
Karena itu, banyak kekuatan kemudian berbondong-bondong bergerak ke arah rumah Kun Jiazhen dengan kecepatan tercepat, sehingga membuat Kun Jiazhen dan keluarganya tidak bisa melarikan diri
Menghadapi situasi tersebut. Kun Jiazhen yang terkenal arogan langsung menundukkan kepalanya dan berusaha menjelaskan bahwa pemandangan tersebut tidak ada hubungannya dengan mereka sama sekali
Melihat dirinya tidak bisa menghindar. Kun Jiazhen kemudian berniat menyerahkan senjata yang baru saja diciptakannya
Namun tepat ketika pria tersebut mengambil pedang ciptaannya
Salah seorang pendekar menjadi tidak sabar dan langsung melesat ke arah Kun Jiazhen tanpa menunggu pria tersebut berbicara
Hal tersebut menciptakan efek berantai dimana para pendekar yang lainnya ikut melesat dan mulai saling berebut
Disisi lain, Kun Jiazhen yang tidak siap akan perubahan situasi tersebut pun terlempar akibat pukulan salah satu pendekar dan kehilangan kesadaran
Kun Jiazhen tidak mengetahui apa yang terjadi selanjutnya namun yang jelas setelah dirinya terbangun. Perebutan senjata tersebut masih terus berlanjut
Namun hal tersebut bukan yang menjadi perhatian Kun Jiazhen untuk pertama kali. Tetapi yang pertama kali menarik perhatiannya adalah situasi seluruh keluarganya yang sangat tragis
Kun Jiazhen melihat semua keluarganya dengan cermat dengan harapan salah satu di antaranya masih bernafas
__ADS_1
Namun sejauh mata pria tersebut melihat, tidak satupun di antara anak ataupun istrinya yang masih hidup sehingga membuatnya menjadi putus asa
Menghadapi keputusasaan tersebut. Kun Jiazhen kemudian melakukan suatu gerakan yang sangat misterius sehingga membuat darah yang berceceran di sekitarnya menjadi terangkat dan mengambang di udara
Melihat pemandangan tersebut. Perebutan senjata pun seketika berhenti
Namun sebelum para pendekar tersebut bereaksi. Darah yang mengambang di udara tersebut berkumpul dan melesat ke arah pedang ciptaan Kun Jiazhen
Ketika para pendekar kebingungan dan berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi
Kun Jiazhen tiba-tiba menghilang bersamaan dengan bersatunya darah dan pedang yang menjadi sumber keributan itu
...
“Lalu apa yang terjadi selanjutnya ?” Zhou Yu bertanya dengan nada penasaran
Chyou melirik pedang di tangannya dan menjawab dengan nada rendah “Pedang itu terbang dengan sendirinya dan menghabisi para pendekar yang tersisa “
Zhou Yu terdiam sambil mengerutkan kening setelah mendengar cerita tersebut
“Tunggu dulu... " Zhou Yu kemudian menatap wanita dihadapannya dan bertanya dengan nada bingung "Dari mana kau mengetahui cerita itu dan apa hubungannya dengan situasi mu saat ini ? “
Zhou Yu memang pernah mendengar tentang seorang Pandai Besi bernama Kun Jiazhen dari gurunya
Bahkan Ming An sendiri memuji kemampuan pandai besi tersebut meskipun dia berasal dari Aliran Hitam
Namun menurut ingatannya. Kun Jiazhen telah meninggal puluhan tahun silam dan jasadnya dimakamkan di suatu tempat yang sangat rahasia di wilayah Aliran Hitam sebagai penghormatan atas jasanya semasa hidup
Karena itu setelah mendengar cerita Chyou bahwa Kun Jiazhen tidak mati melainkan menghilang, terutama tentang kejadian yang baru pertama kali di dengarnya
Zhou Yu menjadi sangat kebingungan
Disisi lain. Chyou melirik pemuda bertopeng tersebut dan berkata “Karena itu kau harus mendengarkan cerita ku dengan lengkap untuk mengetahui hubungan keduanya “
***
"Mereka berniat mengadakan acara persembahan dan akan menjadikanmu sebagai objek pengorbanannya ? ” Zhou Yu mengerutkan keningnya dengan bingung dan bertanya “Acara persembahan apa sebenarnya itu dan kenapa mereka ingin mengorbankan mu ?”
Chyou terdiam sejenak sebelum mengangkat pedang di tangannya dan berkata "Semuanya berawal dari bagaimana pedang ini pertama kali tercipta "
Menurut wanita tersebut. Pedang yang berada di tangannya diciptakan oleh seorang Pandai Besi ternama dari Aliran Hitam bernama Kun Jiazhen
Kun Jiazhen merupakan seorang Pandai Besi Tingkat Tinggi yang bisa menciptakan sebuah Pusaka Bumi sehingga membuatnya sangat di hormati sekaligus di benci oleh kalangan pendekar dari Aliran Hitam
Dengan kemampuan yang hanya di miliki oleh segelintir orang di Kekaisaran Song. Kun Jiazhen menjadi pribadi yang sangat sombong dan membuat banyak pihak merasa tersinggung
Namun meskipun demikian, kemampuannya menciptakan senjata sangat tinggi sehingga membuat pihak-pihak tersebut tidak berani menunjukkan taring apalagi membahayakan nyawa pria tersebut
Terutama karena hampir semua Senjata Tingkat Tinggi yang digunakan para pendekar Aliran Hitam untuk bersaing dengan Aliran Putih berasal darinya, membuat keempat Sekte Utama Aliran Hitam pun tidak bisa tinggal diam dan angkat bicara atas sikap mereka yang berniat melindungi pria tersebut
Dengan fakta seperti itu. Pihak-pihak yang membenci Kun Jiazhen hanya bisa menggertakkan gigi dan menutup mata atas sikap pria tersebut, sehingga membuatnya semakin sombong
Sampai suatu hari. Salah seorang Patriark dari sebuah Sekte Menengah tiba-tiba datang dan meminta Kun Jiazhen membuatkan senjata untuknya
Pada awalnya Kun Jiazhen menolak karena meskipun kekuatan pihak lain berada di atasnya. Namun orang tersebut hanyalah Patriark dari sebuah Sekte Menengah yang tidak bisa masuk ke matanya
Namun setelah Patriark tersebut menunjukkan bahan pembuatan senjata yang ingin di buatnya. Kun Jiazhen langsung setuju tanpa berpikir panjang
Meskipun Kun Jiazhen tidak mengenali bahan pembuatan senjata yang di tunjukkan Patriark tersebut pada waktu itu
Namun instingnya sebagai Pandai Besi Tingkat Tinggi secara otomatis aktif dan memberitahunya bahwa kemungkinan besar ia akan bisa menciptakan Pusaka Langit yang selalu menjadi mimpinya selama bertahun-tahun dengan bahan tersebut
Karena itu, Ia setuju dan menjanjikan Patriark tersebut senjata yang sangat kuat
Kun Jiazhen bahkan membual akan membuatkan Patriark tersebut senjata yang menyaingi bahkan lebih kuat dari pada yang di miliki para dewa di dunia persilatan
Patriark tersebut tentunya tidak mempercayai ucapan Kun Jiazhen. Namun meskipun demikian, ia masih sangat senang karena berhasil membujuk Kun Jiazhen membuatkan senjata untuknya
Setelah mengumpulkan bahan-bahan pendukung untuk membuat senjata yang dijanjikannya. Kun Jiazhen kemudian langsung membuat senjata tersebut tanpa ragu-ragu
__ADS_1
Entah karena suatu keberuntungan atau karena insting Kun Jiazhen yang terlalu kuat
Ia benar-benar berhasil menciptakan sebuah Pusaka Langit yang selalu menjadi mimpinya selama bertahun-tahun sehingga membuatnya sangat senang
Kun Jiazhen bahkan tertawa sangat keras sampai suaranya menembus ruangan dan membuat orang-orang di rumahnya merasa keheranan
Namun tepat ketika Kun Jiazhen dalam suasana hati yang baik. Sebuah pemandangan yang tidak biasa tiba-tiba muncul tepat di atas rumahnya dan menyebar ke segala arah dengan rumah Kun Jiazhen sebagai pusatnya
Melihat pemandangan tersebut. Kun Jiazhen merasakan firasat buruk yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga membuat pria tersebut buru-buru memerintahkan seluruh keluarganya untuk mengungsi
Namun semuanya terlambat karena ternyata pemandangan yang muncul di atas langit lebih besar dan menyebar lebih cepat dari pada dugaannya
Banyak kekuatan yang melihat pemandangan tersebut. Meskipun pemandangan pada waktu itu tidak memberikan petunjuk apapun
Namun bahkan pendekar paling bodoh di dunia persilatan sekalipun akan dengan mudah menebak bahwa sebuah Keajaiban baru saja terlahir ke dunia
Karena itu, banyak kekuatan kemudian berbondong-bondong bergerak ke arah rumah Kun Jiazhen dengan kecepatan tercepat, sehingga membuat Kun Jiazhen dan keluarganya tidak bisa melarikan diri
Menghadapi situasi tersebut. Kun Jiazhen yang terkenal arogan langsung menundukkan kepalanya dan berusaha menjelaskan bahwa pemandangan tersebut tidak ada hubungannya dengan mereka sama sekali
Melihat dirinya tidak bisa menghindar. Kun Jiazhen kemudian berniat menyerahkan senjata yang baru saja diciptakannya
Namun tepat ketika pria tersebut mengambil pedang ciptaannya
Salah seorang pendekar menjadi tidak sabar dan langsung melesat ke arah Kun Jiazhen tanpa menunggu pria tersebut berbicara
Hal tersebut menciptakan efek berantai dimana para pendekar yang lainnya ikut melesat dan mulai saling berebut
Disisi lain, Kun Jiazhen yang tidak siap akan perubahan situasi tersebut pun terlempar akibat pukulan salah satu pendekar dan kehilangan kesadaran
Kun Jiazhen tidak mengetahui apa yang terjadi selanjutnya namun yang jelas setelah dirinya terbangun. Perebutan senjata tersebut masih terus berlanjut
Namun hal tersebut bukan yang menjadi perhatian Kun Jiazhen untuk pertama kali. Tetapi yang pertama kali menarik perhatiannya adalah situasi seluruh keluarganya yang sangat tragis
Kun Jiazhen melihat semua keluarganya dengan cermat dengan harapan salah satu di antaranya masih bernafas
Namun sejauh mata pria tersebut melihat, tidak satupun di antara anak ataupun istrinya yang masih hidup sehingga membuatnya menjadi putus asa
Menghadapi keputusasaan tersebut. Kun Jiazhen kemudian melakukan suatu gerakan yang sangat misterius sehingga membuat darah yang berceceran di sekitarnya menjadi terangkat dan mengambang di udara
Melihat pemandangan tersebut. Perebutan senjata pun seketika berhenti
Namun sebelum para pendekar tersebut bereaksi. Darah yang mengambang di udara tersebut berkumpul dan melesat ke arah pedang ciptaan Kun Jiazhen
Ketika para pendekar kebingungan dan berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi
Kun Jiazhen tiba-tiba menghilang bersamaan dengan bersatunya darah dan pedang yang menjadi sumber keributan itu
...
“Lalu apa yang terjadi selanjutnya ?” Zhou Yu bertanya dengan nada penasaran
Chyou melirik pedang di tangannya dan menjawab dengan nada rendah “Pedang itu terbang dengan sendirinya dan menghabisi para pendekar yang tersisa “
Zhou Yu terdiam sambil mengerutkan kening setelah mendengar cerita tersebut
“Tunggu dulu... " Zhou Yu kemudian menatap wanita dihadapannya dan bertanya dengan nada bingung "Dari mana kau mengetahui cerita itu dan apa hubungannya dengan situasi mu saat ini ? “
Zhou Yu memang pernah mendengar tentang seorang Pandai Besi bernama Kun Jiazhen dari gurunya
Bahkan Ming An sendiri memuji kemampuan pandai besi tersebut meskipun dia berasal dari Aliran Hitam
Namun menurut ingatannya. Kun Jiazhen telah meninggal puluhan tahun silam dan jasadnya dimakamkan di suatu tempat yang sangat rahasia di wilayah Aliran Hitam sebagai penghormatan atas jasanya semasa hidup
Karena itu setelah mendengar cerita Chyou bahwa Kun Jiazhen tidak mati melainkan menghilang, terutama tentang kejadian yang baru pertama kali di dengarnya
Zhou Yu menjadi sangat kebingungan
Disisi lain. Chyou melirik pemuda bertopeng tersebut dan berkata “Karena itu kau harus mendengarkan cerita ku dengan lengkap untuk mengetahui hubungan keduanya “
__ADS_1
***