
Setelah melihat mayat para penduduk, pikiran Zhou Yu menjadi berantakan
Ia seperti menyaksikan bagaimana para penduduk tersebut dihabisi seperti ayam yang disembelih, api kemarahan tersulut dihati pemuda bertopeng tersebut
Terutama melihat senyum puas yang tergantung diwajah para pendekar yang menjadi pelakunya, membuat kemarahan yang selalu ditekannya seketika pecah
Zhou Yu kemudian merasa ditarik ke sebuah ruang yang berbeda
Ruang yang membuat kulit kepala orang yang melihatnya merasa mati rasa, sebab apa yang dihadapannya saat ini tidak lagi terbatas mayat para penduduk desa
Ada ribuan mayat yang tidak dikenal dalam pandangan Zhou Yu, mayat-mayat tersebut dalam kondisi yang berbeda
Beberapa mayat dalam kondisi utuh, sebagian yang lainnya kehilangan beberapa anggota tubuh dan sisanya hancur berantakan, yang menyisakan beberapa anggota badan
Jika digambarkan, hanya ada satu kata yang bisa mewakili mayat-mayat tersebut yaitu, Tragis
Namun tidak peduli seberapa berdarah dan seberapa menakutkan dunia dihadapannya
Tidak ada ketakutan dalam hati Zhou Yu, selain kemarahan karena kematian para penduduk desa
Setelah beberapa saat, Zhou Yu seperti mendengar teriakan minta tolong para penduduk desa yang berdengung dikepalanya
Namun tak berselang lama, teriakan-teriakan minta tolong tersebut digantikan raungan kemarahan yang menyalahkannya karena datang terlambat, karena tidak menyelamatkan mereka
Pikiran Zhou Yu menjadi bingung dan hatinya berubah menjadi kesedihan
Tepat ketika raungan-raungan kemarahan tersebut hampir mencapai puncaknya
__ADS_1
Dunia dihadapannya kembali berubah, tidak lagi berdarah, tapi bukan juga hutan dimana kematian para penduduk desa terjadi
Apa yang dihadapan Zhou Yu kali ini adalah kegelapan tak terbatas yang sangat sunyi
Tidak berselang lama, sebuah suara terdengar di udara "Apa kau sudah melihatnya dengan benar ? manusia memang seperti itu, mereka sering kali menyalahkan orang lain atas ketidakmampuan mereka sendiri"
Zhou Yu mengalihkan perhatian ke arah sumber suara, kemudian tertegun
Dihadapannya berdiri sesosok pemuda bertopeng yang sangat mirip dengan dirinya, hanya saja mata pihak lain bukanlah biru cerah, melainkan merah darah
Dan senyum yang tergantung diwajahnya juga bukan senyum hangat seperti yang dimiliki Zhou Yu, melainkan senyum sinis dengan sedikit cibiran
"Siapa kau ?" Zhou Yu bertanya sambil menatap pihak lain dengan tajam
"Siapa aku ?" Sosok bertopeng tersebut menunjuk dirinya sendiri dan berkata sambil tersenyum aneh "Apakah kau tidak mengenali dirimu sendiri"
Sosok tersebut menjawab dengan tenang "Bukankah sudah jelas, kita itu satu. aku adalah kau dan kau adalah aku, apa kau mengerti ?"
"Tidak mungkin " Zhou Yu menggelengkan kepala dengan kuat dan menunjuk sosok tersebut "Aku tidak memiliki Aura Pembunuh seberat dirimu dan nafas berdarah yang kau miliki"
Sosok tersebut tersenyum dan berkata "Itu karena kau belum mengenal dirimu dengan baik, jika kau sudah mengenal dirimu dengan baik, kau pasti akan menemukan bahwa akulah kebenaran tentang dirimu "
"Omong kosong " Zhou Yu menolak untuk percaya
Sosok tersebut mengangkat bahu dan berkata dengan senyum aneh "Karena kau tidak mempercayainya, akan ku tunjukan kebenarannya di depan matamu"
Setelah mengatakan itu, sebuah layar muncul dari udara tipis dan menunjukan situasi dunia luar, lebih tepatnya hutan tempat kematian para penduduk desa
__ADS_1
Zhou Yu kebingungan dengan tindakan yang dilakukan sosok tersebut
Namun tak berselang lama, kebingungannya terjawab
Ia melihat sosok tersebut mengendalikan tubuhnya dengan mudah, sehingga membuat Zhou Yu menjadi panik
Menyaksikan tubuhnya melakukan aksi pembantaian terhadap para pendekar yang ada dihutan tersebut tanpa perintahnya, membuat hati Zhou Yu berfluktasi
Terutama, kematian pria paruh baya yang membunuh Xie Tong, membuat hati Zhou Yu bergetar hebat
Namun tidak berhenti disana, Zhou Yu bisa merasakan bahwa tubuhnya melepaskan niat membunuh ke arah Feng Xue, yang membuat pemuda bertopeng tersebut tidak bisa lagi diam
"Jangan pernah berani untuk menyentuhnya" Zhou Yu meraung ke arah sosok tersebut
"Dasar bodoh "Sosok tersebut mencibir dan berkata "Jika kau ingin menjadi seseorang yang tidak terkalahkan di dunia ini, kau harus menghilangkan semua kelemahan yang ada pada dirimu, termasuk gadis ini "
"Tapi karena kau tidak bisa membunuh gadis ini sendiri, biarkan aku membantumu melenyapkannya "
"Berhenti-!" Zhou Yu berteriak putus asa sambil berusaha menghubungi tubuhnya
Namun tidak peduli seberapa keras ia berusaha, ia tidak bisa menghubungi, apalagi mengendalikan tubuhnya
Tepat ketika Zhou Yu putus asa, Cincin Ruang tiba-tiba bersinar terang dan aura yang sangat kuat menghantam tubuhnya, sehingga tubuhnya terhempas sejauh sepuluh langkah
Zhou Yu yang dalam keadaan lemah tidak bisa menahan dampak dari aura tersebut, sehingga ia segera kehilangan kesedaran
Sebelum kehilangan kesadaran, Zhou Yu samar-samar melihat seorang pria paruh baya yang mengenakan jubah emas tiba-tiba muncul dihadapannya
__ADS_1