
Bersamaan dengan munculnya hujan panah tersebut, sesosok pemuda tiba-tiba jatuh tepat di samping Yu Lian, sehingga membuat wanita cantik tersebut menaikan alis dan mengalihkan perhatiannya ke arah pemuda tersebut
Namun ketika pemuda bertopeng tersebut bangun dan mengangkat kepalanya, Yu Lian langsung membeku di tempat, karena wajah pemuda tersebut sangat akrab dan selalu dirindukannya
Dua baris air mata tiba-tiba meluncur mulus di antara pipi wanita cantik berwajah dingin tersebut
Namun meskipun tidak selaras dengan ekspresi yang biasa ia tampilkan, Yu Lian tidak peduli dan bertanya dengan nada bergetar "Yu'er apakah itu kamu ?"
Mendengar pertanyaan gurunya, Zhou Yu buru-buru berlutut dan menjawab "Ya, ini murid Bibi Guru "
"Maafkan murid karena tidak berbakti dan meninggalkan guru dengan penuh rasa khawatir " Tambah pemuda bertopeng tersebut
Yu Lian menyeka air matanya sambil menggelengkan kepala dan membantu pemuda bertopeng tersebut untuk berdiri
Wanita cantik tersebut kemudian menyerbu Zhou Yu dengan rentetan pertanyaan seputar kabar dan kemana saja dirinya selama ini
Namun kalimat yang keluar dari mulutnya langsung terhenti ketika perhatiannya tertarik oleh mata pemuda bertopeng tersebut
"Yu'er matamu ?" Yu Lian menatap mata pemuda bertopeng tersebut dan bertanya dengan ragu "Apa yang sudah terjadi ?"
"Ceritanya panjang Bibi Guru dan aku pasti akan menceritakannya kepadamu " Zhou Yu menjawab dan mengalihkan perhatiannya ke arah para siluman sambil berkata "Tapi sebelum itu sepertinya kita harus mengurus para siluman ini terlebih dahulu "
Yu Lian ingin mengatakan sesuatu, namun ia menelan kembali ucapannya karena mendengar teriakan panik dari para pendekar disekitarnya
Setelah mengangguk dan meminta Zhou Yu untuk menjelaskan semua yang terjadi dengan sangat jelas kepada dirinya nanti
Yu Lian segera mengalihkan perhatiannya dan kembali terlibat dalam pertempuran
Melihat Bibi Gurunya tidak mengejar lebih jauh, Zhou Yu diam-diam menghela nafas lega
Meskipun menurut dirinya sendiri bukanlah masalah besar untuk menceritakan semua yang telah terjadi kepadanya selama ini
__ADS_1
Namun ia masih sangat kewalahan dengan kekhawatiran dan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari Bibi Gurunya itu, sehingga ia memutuskan untuk menyimpannya sementara waktu sampai semua masalah yang ada dihadapannya selesai dan dirinya berhasil menyusun cerita dengan sebaik mungkin supaya Bibi Gurunya tidak terlalu cemas dan khawatir
***
Zhou Yu menarik tali busurnya dan melepaskan sebuah serangan ke arah para siluman
Namun baru beberapa kali pemuda bertopeng tersebut melepaskan serangannya, ia mendengar Bibi Gurunya buka suara
"Yu'er, jika terus seperti ini, kita tidak mungkin bisa bertahan, jadi bantu Bibi Guru menyerang dengan hujan panah "
"Baik Bibi Guru " Zhou Yu mengangguk dan melepaskan tenaga dalam yang jauh lebih besar dari sebelumnya yang membuat momentumnya ikut menanjak
Yu Lian diam-diam terkejut dengan momentum yang dilepaskan pemuda bertopeng tersebut, namun ia tidak mengatakan apapun dan justru tersenyum ringan
Disisi lain, Zhou Yu baru saja melepaskan anak panahnya ke udara
Sama seperti yang dilakukan Yu Lian sebelumnya, anak panah yang sebelumnya terlihat kesepian tiba-tiba bertambah dan menjadi sangat banyak, sehingga ketika jatuh menuju para siluman
***
Sementara dinding pertahanan bagian depan mendapatkan bantuan dari Zhou Yu
Situasi pertempuran di bagian dalam perkemahan masih menemui jalan buntu, dimana pemimpin pasukan hanya mendapatkan sedikit keunggulan di depan siluman Kera Emas yang membuat hasil dari pertempuran keduanya masih belum bisa dipastikan
Sementara itu, berbeda dengan pemimpin pasukan yang sedikit di unggulkan
Pendekar Pedang Api sedang kesulitan dalam menghadapi Singa Berkepala Dua
Selain karena Singa Berkepala Dua memiliki visi yang lebih luas dari pada siluman pada umumnya yang membuat pria paruh baya tersebut kesulitan untuk menemukan celah
Kekuatan pria paruh baya tersebut juga belum mencapai tingkat Pendekar Suci yang membuatnya berada di bawah Singa Berkepala Dua
__ADS_1
Jika bukan karena pengalaman tempurnya yang sangat tinggi, kemungkinan besar Pendekar Pedang Api sudah dikalahkan sejak lama
Pendekar Pedang Api melompat mundur sambil menstabilkan nafasnya yang mulai terengah-engah
Meskipun tubuhnya masih berdiri tegak, namun kelelahan di wajahnya tidak bisa disembunyikan sama sekali
Apalagi ditambah dengan api yang membakar pedangnya terlihat jauh lebih kecil dari sebelumnya, membuat siapapun dapat melihat bahwa tenaga dalam pria paruh baya tersebut sudah banyak terkuras
Tepat ketika pria paruh baya tersebut bersiap untuk kembali melakukan serangan
Seorang pria berusia 30an tiba-tiba muncul disampingnya dan menawarkan sebuah bantuan
"Apakah anda membutuhkan bantuanku, senior ?"
Pendekar Pedang Api melirik pria tersebut, meskipun tidak mengenal satu sama lain
Pria paruh baya tersebut mengetahui bahwa pria disampingnya memiliki latar belakang yang sangat besar yakni Sekte Pedang Suci
Seorang pria berusia 30an dengan marga Luo dan terkait dengan Sekte Pedang Suci
Siapapun bisa menebak bahwa identitasnya tidak akan sederhana
Namun meskipun menduga pria disampingnya memiliki identitas yang menakutkan
Pendekar Pedang Api tidak tertarik untuk terlibat ataupun menerima bantuan pria bermarga Luo tersebut, sehingga ia kembali mengalihkan perhatiannya dari pria tersebut dan menjawab
"Aku bisa mengatasi siluman ini sendiri, sebaiknya anda menyimpan tenaga anda sebanyak mungkin, karena firasatku mengatakan bahwa semua ini masih jauh dari selesai "
Setelah mengatakan itu, Pendekar Pedang Api meninggalkan pria tersebut dan kembali melakukan serangan ke arah Singa Berkepala Dua
...
__ADS_1