Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Rasa Bersalah


__ADS_3

Zhou Yu perlahan membuka matanya, dan yang pertama kali tertangkap matanya adalah pohon yang cukup besar yang sangat cocok di gunakan untuk berteduh, karena dapat menghalau sinar matahari yang menembus tempat Zhou Yu berbaring


"Kamu sudah sadar Yu'er..." Terdengar suara lembut yang sangat Zhou Yu kenali


Zhou Yu mengalihkan padangannya ke arah sumber suara, terlihat Yu Lian berjalan menghampirinya sambil tersenyum lembut


Tiba-tiba Zhou Yu teringat tindakannya yang membunuh para perampok dengan sangat kejam, Zhou Yu merasa mual dan tubuhnya bergetar hebat mengingat kejadian tersebut


Yu Lian segera memeluk Zhou Yu sambil berusaha menenangkannya, setelah beberapa saat Zhou Yu akhirnya mulai tenang berada dalam pelukan hangat Yu Lian


" Bi..Bibi Guru, murid telah membunuh dengan sangat kejam, murid pantas mendapatkan hukuman..." Zhou Yu berbicara dengan terbata-bata dalam pelukan Yu Lian


Yu Lian tersenyum tipis, reaksi Zhou Yu sangat wajar karena meskipun Zhou Yu memiliki kemampuan yang sangat tinggi di usia muda, tetapi mentalnya tetaplah seorang anak berusia 12 tahun, sehingga setelah menyaksikan kejadian berdarah seperti itu, pastilah membuatnya terkejut dan ketakutan, apalagi yang melakukan hal tersebut adalah dirinya sendiri

__ADS_1


Sebenarnya Yu Lian sendiri sangat terkejut menyaksikan tindakan Zhou Yu, namun ia segera memahami hal tersebut, Zhou Yu adalah seorang remaja yang masih belum stabil dalam mengendalikan emosinya, sehingga setelah mendengar perkataan perampok tadi membuat ia lepas kendali, terlepas sifat tenang dan cerdas yang biasa ia tunjukan


Zhou Yu juga selalu bertekad untuk melindungi Ming An dan Yu Lian, karena ia sudah menganggap mereka seperti orang tuanya sendiri, alasan itulah yang membuat Zhou Yu berlatih sangat keras dan ia segera bereaksi atas ucapan perampok yang ia bunuh karena Ming An dan Yu Lian ada skala terbaliknya


"Tidak ada yang perlu di permasalahkan, Apalagi harus mendapatkan hukuman, Bibi Guru tau hati Yu'er sebenarnya sangatlah lembut.." Yu Lian tersenyum hangat sambil mengelus kepala Zhou Yu


Zhou Yu mendongkakkan kepalanya, Menatap wajah Yu Lian "Tapi murid telah membunuh para perampok tanpa belas kasihan, padahal murid bisa mengampuni dan melepaskan mereka, supaya para perampok itu bisa berubah ke jalan yang benar.."


Yu Lian melihat jelas rasa bersalah yang di pancarkan dari mata Zhou Yu "Yu'er mungkin benar, kita bisa mengampuni dan melepaskan mereka, namun tidak ada yang bisa menjamin mereka akan kembali ke jalan yang benar


Jika perampok itu kita lepaskan, tidak menutup kemungkinan mereka kembali melakukan hal tersebut, karena bagaimanapun tidak sedikit para pendekar yang lewat jalur ini


Bibi Guru yakin mereka bukan pertama kali menangis meminta pengampunan, tapi pada akhirnya mereka akan kembali melakukan hal tersebut, karena merampok serta membunuh orang-orang yang lemah dan takut kepada yang kuat, sudah mendarah daging pada diri mereka

__ADS_1


Intinya Yu'er memiliki pemikiran yang baik dan harus tetap mempertahankan pemikiran tentang pengampunan tersebut, namun juga harus tetap mengingat bahwa kita hanya mengampuni orang-orang yang pantas di ampuni dan melenyapkan orang-orang yang merusak pada kehidupan..."


Zhou Yu tetap diam untuk beberapa saat dan berusaha mencerna kata-kata Yu Lian kemudian mengangguk, setelah Zhou Yu kembali tenang keduanya kembali melanjutkan perjalanan hingga matahari terbenam


"Sepertinya kita harus bermalam di hutan, sebaiknya kamu mencari kayu bakar untuk membuat perapian dan Bibi Guru akan mencari hewan buruan"


Zhou Yu mengangguk dan pergi mengumpulkan kayu bakar, sedangkan Yu Lian mencari hewan buruan


Setelah Zhou Yu mengumpulkan kayu bakar dan membuat api unggun, tidak berselang lama Yu Lian kembali dengan dua ekor ayam hutan. Zhou Yu lebih banyak diam saat Yu Lian membakar kedua ayam hutan tersebut dan hanya memakan sedikit ayam bakar yang menjadi bagiannya


Yu Lian tidak mempermasalahkan hal tersebut, menurutnya sangat wajar untuk orang yang pertama kali membunuh, apalagi di usia seperti Zhou Yu, pasti mentalnya terguncang karena hal tersebut


***

__ADS_1


Dukung terus cerita ini dengan memberikan vote, like dan komen


jangan lupa ikuti juga akun instagram penulis @Sagara12ads


__ADS_2