Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pertarungan di Lembah Gelap III


__ADS_3

Ketika Zhou Yu sedang kesulitan dalam pertarungan itu, ia tiba-tiba merasakan punggungnya berkeringat dingin


Pendekar pengguna tombak menyeringai, sebelumnya ia terlalu terkejut sekaligus panik karena bertemu pendekar muda yang memiliki kemampuan di atasnya sehingga ia melupakan sesuatu yang biasa membuat banyak korbannya tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik yang ia miliki


Pendekar pengguna tombak itu baru saja mengeluarkan aura pembunuh yang di dapatkannya setelah membunuh banyak orang selama bertahun-tahun sehingga aura pembunuhnya cukup pekat dan terlihat cukup berpengaruh kepada Zhou Yu


Zhou Yu melihat pendekar pengguna tombak yang tengah menyeringai tersebut, ia merasa terganggu saat ini, meskipun tidak berdampak apapun tubuhnya namun ia merasakan getaran kuat yang terjadi di dalam hatinya


"Apakah ini sihir-?" Zhou Yu membatin sekaligus berusaha menenangkan hatinya


Pengalaman Zhou Yu sangatlah sedikit sehingga ia belum menemukan situasi seperti ini sebelumnya, apalagi pendekar yang pernah ia hadapi bukanlah pendekar tingkat tinggi yang telah melakukan pembunuh yang sangat banyak


Melihat bahwa Zhou Yu cukup terpengaruh oleh aura membunuhnya membuat pendekar tersebut sangat senang dan tidak ingin melewatkan kesempatan bagus tersebut sehingga ia segera kembali menyerang


"Kau telah membunuh saudara kelima kami, kau harus menanggung akibatnya anak muda " Pendekar pengguna tombak berteriak sambil tertawa liar ketika ia berhasil menekan Zhou Yu lagi


Zhou Yu menggertakan giginya, kemudian melemparkan pedangnya ke arah pendekar pengguna tombak. Pendekar tersebut berhasil menghindar namun ia terlambat menyadari bahwa serangan tersebut bukanlah serangan yang sesungguhnya

__ADS_1


"Jurus 12 Tapak Naga~Hantaman Naga"


Serangan tersebut berhasil mengenai pendekar pengguna tombak dengan telak sehingga membuatnya terlempar dua puluh langkah kemudian menabrak sebuah pohon dan segera memuntahkan darah


Namun Zhou Yu terlambat menyadari bahwa sebuah anak panah telah mengarah menuju punggungnya


Zhou Yu tidak punya pilihan lain selain menghindar sebisa mungkin, namun meskipun demikian anak panah tersebut masih mengenai punggung bagian bawah Zhou Yu


Untungnya Zhou Yu memiliki tulang tertinggi sehingga meskipun punggungnya terluka, namun itu bukanlah luka serius. Zhou Yu merasakan nyeri di punggungnya, namun tidak sedikitpun ia mengerutkan kening


Pendekar pengguna tombak berusaha bangun namun kembali gagal, ia merasakan sesak nafas saat ini. Pendekar pengguna tombak tidak pernah menyangka bahwa sebuah jurus dari seorang bocah bisa membuatnya tidak berdaya


Zhou Yu tidak melewatkan kesempatan ini berlalu, ia segera melemparkan sebuah anak panah yang berhasil mengenai tepat di kepala pendekar tersebut sehingga membuatnya kehilangan nyawa seketika


Pemanah yang berada di atas pohon kembali menyaksikan salah saudaranya terbunuh sehingga meskipun ada ketakutan di hatinya namun segera di tutupi oleh amarah yang membara terhadap Zhou Yu


Ia menyerang dengan membabi buta, Zhou Yu bisa merasakan pemanah tersebut tidak main-main, ia bahkan bisa tahu bahwa kemampuan pemanah tersebut lebih tinggi dari dua orang yang telah ia bunuh sebelumnya

__ADS_1


Pedang Zhou Yu masih menancap pada sebuah pohon di dekat mayat pendekar pengguna tombak sebelumnya sehingga ia tidak punya pilihan lain, selain menggunakan panah


Zhou Yu adalah ahli dalam seni pedang sehingga pemanah tersebut berpikir bahwa ia akan berhasil membunuh Zhou Yu jika tidak bertarung dalam jarak dekat, namun pemanah tersebut harus kecewa karena Zhou Yu juga ahli dalam seni memanah sehingga ia berhasil membunuh pemanah tersebut setelah bertarung cukup lama


Selain Zhou Yu, Wang Ren dan Shi Xiong juga baru saja berhasil membunuh lawan mereka masing-masing, keduanya tidak menyangka bahwa dua Pendekar Bergelar itu akan sangat merepotkan


Namun belum sempat mereka mengatur nafas, sebuah aura pembunuh yang kuat mengarah kepada mereka sehingga membuat keempatnya merasakan keringat dingin


***


**Cuaca kali ini nggak mendukung, tubuh saya juga lagi down banget


Saya masih bingung, kepala saya enggak nyaman


Jadi updatenya segini dulu, chapter yang kemarin belum di update, mungkin bakal rilis besok


Dukung terus ceritanya yah, biar tetep semangat...

__ADS_1


@Sagara12ads**


__ADS_2