Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pemuda dan Harimau


__ADS_3

Di dalam sebuah hutan yang tenang, suara nafas tergesa-gesa terdengar di udara


Bersamaan dengan suara tersebut semakin kencang, seorang pemuda tiba-tiba muncul dari semak-semak dan berlari dengan sangat cepat


Pemuda tersebut terlihat berusia sekitar 20 tahunan, dengan tubuh yang kurus namun berotot serta kulit gelap yang seolah terbiasa di bakar oleh sinar matahari, membuat pemuda tersebut terlihat tidak biasa dan sangat berbeda dengan pemuda pada umumnya


Sesaat setelah kemunculan pemuda tersebut, terlihat seekor harimau dewasa juga muncul dari semak-semak tersebut


Harimau itu terlihat tinggi besar dengan mata yang melotot serta dua taring besar yang keluar serta memanjang sampai ke dagunya yang membuat penampilan harimau tersebut semakin menakutkan


Dengan otot-ototnya yang gagah nan kuat, harimau tersebut mengejar pemuda yang berlari tadi dengan kecepatan yang menakjubkan


Namun yang menarik, kecepatan berlari pemuda tersebut tidak lebih lambat dari harimau yang mengejarnya itu, sehingga aksi kejar-kejaran keduanya terlihat akan berlangsung lama


***


Pemuda tersebut terus berlari kencang sambil mengumpat keras "Sial, sial, sial "


Ketika pemuda tersebut sedang menikmati proses mengumpat sambil berlarinya


Dari arah berlawanan ia melihat seorang pemuda sedang berjalan sambil tertatih-tatih dengan di topang oleh sesuatu

__ADS_1


Pemuda tersebut lantas berteriak kepada orang yang berada di jalur larinya itu dengan kencang "Cepat lari, ada harimau..."


Namun pemuda bertopeng yang diteriakinya itu hanya berhenti tapi tidak berlari sesuai perkataannya, sehingga membuat pemuda tersebut sangat kesal dan mengumpat dalam hati


Akan tetapi umpatannya terhenti, setelah jarak antara keduanya semakin dekat dan ia melihat bahwa tubuh pemuda yang di diteriakinya tadi terlihat bersimbah darah dengan pakaian yang robek di beberapa bagian


Pemuda tersebut terkejut kemudian segera mengubah arah berlarinya tanpa ragu-ragu untuk menarik harimau yang mengejarnya itu ke arah lain


Namun berbeda dari harapan pemuda tersebut, seolah juga mengetahui kondisi pemuda bertopeng tadi, harimau tersebut tidak lagi mengejar pemuda tersebut dan justru berlari ke arah pemuda bertopeng dengan tatapan kejam


Pemuda berkulit gelap yang melihat kejadian tersebut berdecak kesal


"Dasar harimau sialan " Ia mengumpat keras sambil mengambil sebuah batu dan melemparkannya ke arah harimau tersebut


Tanpa mengatakan apapun, ia kemudian berlari ke arah pemuda bertopeng tersebut dan membopongnya, kemudian kembali berlari dengan sangat kencang


***


Zhou Yu berjalan dengan tertatih-tatih, wajahnya memucat dan nafasnya semakin lemah akibat kehilangan terlalu banyak darah


Namun meskipun demikian, Zhou Yu terus berjalan tanpa memperdulikan kondisinya itu

__ADS_1


Ketika pikiran Zhou Yu semakin kabur, ia mendengar seseorang berteriak


Zhou Yu lantas berusaha menajamkan telinganya


Setelah ia berhasil membentuk gambaran disekitarnya melalui apa yang ia dengar, Zhou Yu tertegun


Terutama umpatan seseorang dan nafas kejam yang meyakinkannya bahwa apa yang terbentuk dalam benaknya adalah sebuah kebenaran, sehingga membuat Zhou Yu merasa lemas


Dalam kondisi normal, Zhou Yu tidak perlu khawatir akan keberadaan harimau, namun dalam kondisinya saat ini


Harimau yang baru belajar berburu saja bisa membahayakan nyawanya, apalagi harimau yang ada didepannya ini memancarkan nafas kejam yang sangat kental


Zhou Yu berusaha berlari, namun tubuhnya terlalu lemah dan tidak bisa menanggung nafas kejam yang dilepaskan harimau tersebut, sehingga ia hanya mematung tanpa bergerak sedikitpun


"Apakah aku akan benar-benar mati di makan harimau ?" Zhou Yu berkata dalam hati saat harimau tersebut semakin dekat


Ada nada ejekan dari hatinya saat mengatakan itu, sebagai orang dengan kekuatan yang sangat besar, ia tentunya merasa ada sesuatu yang mengganjal dihatinya jika harus mati di makan oleh harimau


Namun terlepas bagaimana ia merasa tidak rela, ia hanya bisa pasrah, karena tubuhnya tidak mau merespon keinginannya sama sekali


Akan tetapi tepat ketika Zhou Yu merasa pikirannya semakin melayang dan nafas kematian semakin mendekat ke arahnya

__ADS_1


Pemuda yang tadi berteriak ke arahnya, melemparkan sebuah batu ke arah harimau tersebut, kemudian berbalik arah dan kembali berlari ke arahnya


Setelah itu, pemuda tersebut membopong tubuhnya dan berlari dengan sangat kencang meninggalkan harimau yang masih terkejut karena terkena sebuah batu tadi


__ADS_2