
"Jika Kapten Gu dan yang lainnya tewas, aku mungkin membutuhkan beberapa kepala pendekar Aliran Hitam untuk dibawa kembali " Zhou Yu berkata dengan suara dalam
Mendengar pernyataan tersebut, Long Aoutian tidak terlihat terganggu dan justru kembali bertanya "Apakah aku termasuk dalam daftarmu ?"
"Seandainya aku bisa " Zhou Yu menjawab dengan samar
Long Aoutian tersenyum dan membalas "Kau memiliki banyak kesempatan sebelumnya "
***
Beberapa hari kemudian, di dalam Hutan Larangan
Gu Chen terlihat memegang senjata sambil menatap para pendekar disekitarnya
Setelah berhasil melarikan diri dari kepungan para siluman, Gu Chen terpisah dengan kelompoknya, sehingga membuat pria paruh baya tersebut terpaksa menjelajahi Hutan Larangan seorang diri
Namun seolah Hutan Larangan memiliki persahabatan khusus dengan pria paruh baya tersebut
Setelah pengepungan sebelumnya, Gu Chen tidak bertemu satupun siluman ditengah banyaknya siluman di hutan tersebut, sehingga membuat dirinya sendiri ragu
Namun kebahagiaan pria paruh baya tersebut tidak bertahan lama karena tepat ketika Gu Chen hampir sampai di tempat tujuan
Pendekar Parang Darah tiba-tiba muncul bersama dengan kelompoknya
Pada awalnya Gu Chen berniat menghindar, mengingat jumlah lawan beberapa kali lipat lebih banyak darinya
Namun Pendekar Parang Darah tidak berkompromi dan tidak berniat membiarkannya pergi, sehingga pertempuran pun tak terelakkan
Dengan situasi dimana perbedaan jumlah sangat besar
__ADS_1
Gu Chen tidak mampu bertahan lama dibawah pengepungan Pendekar Parang Darah dan kelompoknya, sehingga setelah pertempuran singkat
Tubuh Gu Chen sudah di penuhi luka dan nafasnya menjadi lebih berat
***
"Tercela " Gu Chen menatap tajam sebelum berteriak dengan nafas berat "Jika kalian memang seorang pendekar, hadapi aku satu lawan satu "
Mendengar pernyataan tersebut, Pendekar Parang Darah menyeringai dan membalas "Di dunia persilatan yang kejam ini, orang hanya melihat pemenang dan pecundang, adapun prosesnya, itu bisa di abaikan "
"Bukankah itu yang terjadi 10 tahun lalu ?" Sambung Pendekar Parang Darah dengan nada tajam
Sementara itu, Gu Chen tiba-tiba tertegun
Melihat reaksi pria paruh baya tersebut, Pendekar Parang Darah tiba-tiba tertawa dan berkata "Kau tahu ? sudah lama sekali aku mengharapkan pemandangan ini "
"Perasaan lemah, ketidakberdayaan, rasa dendam, ketakutan, perasaan yang aku rasakan 10 tahun yang lalu, apa kau merasakan juga saat ini ?!" Pendekar Parang Darah berteriak ke arah Gu Chen
"Aku tidak pernah mengkhianati sekte " Pendekar Parang Darah membantah dengan tajam sebelum berkata "Sekte lah yang meninggalkanku dalam kedinginan "
"Hanya karena aku tidak sengaja menyinggung seorang tetua dari sekte besar, bahkan guru yang mengaku ayah langsung memalingkan mukanya "
"Ketua sekte yang aku kagumi dan hormati dengan kejam menyalahkanku dan mengutukku sebagai bajingan yang gegabah"
"Apakah aku salah jika menyelamatkan seorang gadis yang akan dinodai oleh binatang berjubah putih ?"
"Atau apakah aku salah karena tidak memiliki latarbelakang?"
"Kakak senior " Pendekar Parang Darah menatap Gu Chen dengan tatapan dalam dan berkata "Bahkan kau yang sudah seperti kakak bagiku hanya bersikap acuh tak acuh saat aku dikurung dengan alasan keamanan, padahal kau tahu dalam hatimu bahwa semua itu hanyalah dalih supaya sekte bisa menyerahkanku saat sekte besar dibelakang tetua itu datang dan meminta penjelasan "
__ADS_1
"Aku hanya berusaha tetap hidup, tapi sekte berteriak ke dunia luar bahwa aku telah berkhianat, sehingga membuat orang-orang menjauhiku dan menatapku dengan jijik "
"Jadi siapa yang tercela menurutmu ?"
Gu Chen terdiam dan menatap pria paruh baya yang tidak lain adalah adik seperguruannya di masa lalu dengan perasan campur aduk
Sejujurnya, jika saja ia tahu bahwa adik seperguruannya itu akan melarikan diri dan beralih kepada Aliran Hitam
Gu Chen pasti akan mencoba membujuk ketua sekte dan tetua tertinggi yang tidak lain adalah guru keduanya untuk menyembunyikan adik seperguruannya itu dari pusat perhatian sampai keadaan benar-benar aman alih-alih mengurungnya
Namun karena ia tidak menduga adik seperguruannya itu akan berhasil melarikan diri
Ditambah dengan statusnya sebagai tetua sekaligus murid tetua tertinggi, tidak peduli betapa kejamnya sekte, mereka pasti tidak akan membahayakan adik seperguruannya itu seperti yang dipikirkan pihak lain
Karena itu, ketika perintah kurungan datang, Gu Chen hanya diam dan menjadi penonton seperti kebanyakan orang
Namun seperti yang pernyataan orang bijak yang mengatakan bahwa masa depan adalah misteri dan takdir tidak pernah pasti
Sikapnya dimasa lalu berbuntut sampai hari ini dengan situasi yang tidak terduga
***
Momentum Pendekar Parang Darah melambung tinggi
Ia kemudian mengalirkan tenaga dalamnya dan berniat menghabisi Gu Chen dalam sekali tebasan
Namun tepat ketika pria paruh baya tersebut berniat mengayunkan parangnya
Suara muda dengan nada mendominasi tiba-tiba terdengar di udara
__ADS_1
"Hentikan "
...