Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Singa Berkepala Dua dan Kera Emas


__ADS_3

Rroarr...


Sebuah auman yang sangat keras tiba-tiba terdengar di udara dan mengejutkan para pendekar yang ada di tembok perkemahan


Para pendekar tersebut kemudian terpana ketika mengalihkan perhatian mereka ke sumber suara


Melihat seekor singa berkepala dua yang berjalan dengan arogan di antara siluman lainnya, para pendekar tersebut menarik nafas dingin


Namun siluman singa berkepala dua tersebut mengabaikan tatapan para pendekar itu dan justru menatap seorang wanita cantik yang berdiri dengan tenang sambil melepaskan niat membunuh


Merasakan tatapan sekaligus niat membunuh dari singa berkepala dua tersebut, momentum Yu Lian tidak menurun


Wanita cantik tersebut kemudian menarik busurnya dan melepaskan anak panah dengan kekuatan yang sangat besar ke arah singa berkepala dua tersebut


Melihat serangan wanita cantik tersebut, singa berkepala dua tidak menghindar


Siluman tersebut justru menampar anak panah Yu Lian yang membuat anak panah tersebut jatuh dan meledak di tempat lain


Melihat hal tersebut, alis Yu Lian sedikit berkerut, namun gerakannya tidak berhenti, ia kembali menarik busur, tapi dengan tenaga dalam yang jauh lebih besar sebelumnya


Namun meskipun demikian, ketika anak panah melesat menuju singa berkepala dua tersebut


Singa berkepala dua tersebut kembali menamparnya dengan mudah, sehingga membuat alis Yu Lian semakin berkerut


Tepat ketika Yu Lian berniat kembali melemparkan serangan, singa berkepala dua yang sedari tadi tetap berada pada posisinya tiba-tiba berlari ke arah wanita cantik tersebut

__ADS_1


Yu Lian buru-buru melesatkan anak panah dengan jumlah yang jauh lebih banyak ketika jarak antara keduanya semakin dekat


Namun anak panah Yu Lian tidak menghambat pergerakan siluman tersebut sama sekali, sehingga hanya dalam beberapa tarikan nafas


Singa berkepala dua sudah berada tepat dihadapan wanita cantik tersebut


Melihat singa berkepala dua melompat dan berniat menampar dinding kayu yang berada dibawah kakinya, Yu Lian segera berteriak ke arah para pendekar disekitarnya "Mundur "


Bersamaan dengan teriakan Yu Lian berakhir, singa berkepala dua berhasil menerobos dan menghancurkan dinding kayu dengan sebuah tamparan, sehingga membuat lubang besar yang kemudian dijadikan jalan oleh para siluman untuk menyerbu perkemahan


***


Pemimpin pasukan segera mengalihkan perhatiannya ketika mendengar teriakan Yu Lian


Namun tepat ketika ia berniat untuk membantu Yu Lian dengan menghadapi singa berkepala dua tersebut


Sebuah bayangan yang sangat besar tiba-tiba muncul dihadapan pria tua tersebut yang membuatnya terkejut dan melompat mundur


Pria tua tersebut kemudian mendongkak setelah ia berhasil menstabilkan pijakannya


Namun ketika tatapannya menyapu bayangan tadi, pria tua tersebut menarik nafas dingin, karena ia melihat seekor kera emas raksasa yang berdiri dihadapannya dengan wajah ganas


Ketinggian kera raksasa tersebut sekitar lima meter dengan otot yang menonjol dan taring yang cukup panjang diantara giginya yang membuat penampilannya semakin menakutkan


Bukan hanya pria tua itu, para pendekar yang berada disekitarnya juga terkejut dan ketakutan dengan kemunculan kera raksasa tersebut

__ADS_1


Apalagi ketika para pendekar tersebut merasakan aura pembunuh yang dilepaskan kera raksasa tersebut, membuat tubuh mereka bergetar tanpa sadar


Sebab aura pembunuh yang dilepaskan kera raksasa tersebut tidak kalah dengan para pendekar aliran hitam yang sangat terkenal di dunia persilatan


Melihat hal tersebut, pemimpin pasukan segera memerintahkan para pendekar disekitarnya untuk menjauh


Sementara dirinya melepaskan aura pembunuh yang tidak kalah dengan kera raksasa tersebut


Tidak banyak pendekar yang mengetahui bahwa meskipun pemimpin pasukan adalah seorang pendekar aliran putih, namun berbeda dengan pendekar aliran putih pada umumnya


Pemimpin pasukan tidak pernah menghilangkan aura pembunuh yang didapatkannya semasa dirinya masih aktif di dunia persilatan, sehingga membuat aura pembunuh milik pria tua tersebut tidak kalah kental dengan para pendekar aliran hitam apalagi kera raksasa tersebut


Merasakan aura pembunuh pria tua dihadapannya, kera raksasa memukul dadanya dengan keras sambil meraung ke langit sebelum berlari ke arah pria tua tersebut


Tanah dibawah kakinya bergetar hebat setiap kali kera raksasa tersebut melangkahkan kakinya


Namun meskipun demikian, pemimpin pasukan tidak mundur ataupun menghindar


Momentumnya meroket dan tekanan yang tidak terlihat menyebar dari pria tua tersebut sebagai pusatnya


Melihat kera raksasa tersebut melemparkan pukulan, pemimpin pasukan tidak mau kalah dan melakukan hal yang sama


Dua tinju dengan ukuran yang jauh berbeda bertabrakan dan membuat pemandangan yang mengguncang bumi, sehingga membuat para pendekar disekitarnya buru-buru melindungi tubuh mereka dengan tenaga dalam


...

__ADS_1


__ADS_2