
"Apakah kita akan pergi sekarang saudara Zhou ?" Dai Li bertanya dari atas kudanya
Zhou Yu mengangguk dan melirik sumur yang telah dihancurkannya semalam
Pada awalnya Zhou Yu tidak berniat menghancurkan sumur tersebut
Namun pemuda bertopeng tersebut berpikir bahwa aura kematian yang ada di dalam sumur terlalu kuat, sehingga dapat membahayakan tubuh dan pikiran orang biasa
Orang lain mungkin tidak tahu bahayanya aura kematian, namun sebagai murid dari Dewi Obat yang tersohor, bagaimana mungkin dia tidak tahu bahayanya aura kematian tersebut bagi tubuh serta pikiran manusia
Karena itu, setelah menimbang pro dan kontra, Zhou Yu memutuskan untuk menghancurkan sumur tersebut, terlepas dari bagaimana desa ini tidak lagi berpenghuni
***
"Ke arah mana perjalanan kita selanjutnya saudara Xu ?" Zhou Yu bertanya setelah mereka berada di atas kuda
"Setelah ini, kita akan berjalan ke arah barat dan bertemu sebuah desa yang tidak jauh dari sebuah danau " Xu Wendao berkata ke arah Zhou Yu setelah membaca peta yang ada ditangannya "Dan jika aku tidak salah menebak, dibutuhkan waktu satu minggu untuk sampai ke desa dan danau ini "
Zhou Yu mengeluh dalam hati ketika mendengar perkiraan waktu yang dikatakan Xu Wendao
Sementara Dai Li terlihat sumringah mendengar kata danau dari mulut pemuda bangsawan itu
__ADS_1
"Apakah kita akan melewati sebuah danau ? " Dai Li bertanya kepada Xu Wendao
Xu Wendao mengangguk dan menjawab "Jika kita mengikuti arahan yang ada di peta, kita memang akan melewati sebuah danau "
"Benarkah ?! sudah lama sekali aku tidak melihat sebuah danau, sepertinya kita bisa berhenti dan berenang sebentar " Dai Li berkata dan bertanya ke arah Zhou Yu "Apakah tidak masalah saudara Zhou ?"
Zhou Yu mengangguk sambil tersenyum ringan
Pada awalnya, Dai Li terlihat dewasa dan berhati-hati
Namun semakin hari, Zhou Yu menemukan bahwa pemuda tersebut menjadi semakin ceria dan penuh rasa ingin tahu yang membuat Zhou Yu merasa senang karena dengan perubahannya, perjalanan ini tidak lagi membosankan
Berbeda dengan sebelumnya, Kecepatan mereka kali ini relatif lambat, karena sebelumnya Dai Li mengeluh tentang betapa sakit tubuhnya akibat menaiki kuda dengan kecepatan tinggi
***
Satu hari lagi berlalu dan ketiga pemuda itu mengikat kuda mereka pada sebuah pohon dan membuat api
"Apakah perjalanan kita masih panjang, saudara Zhou ?" Dai Li bertanya dengan nada bosan sambil menatap api di depan mereka
"Entahlah " Zhou Yu menjawab dan melanjutkan setelah beberapa saat "tapi aku berharap semuanya cepat berakhir "
__ADS_1
Ketika dirinya pergi atau lebih tepatnya kehilangan kesadaran
Perang sudah mulai memasuki fase yang mematikan, dimana aliran hitam mulai mengirimkan para pendekar sakti namun tidak pernah muncul di dunia persilatan sebelumnya ke medan perang
Zhou Yu tidak tahu apakah aliran putih memiliki hal yang serupa
Namun yang jelas setelah satu tahun berlalu, Zhou Yu menduga bahwa para pendekar yang saling membunuh di medan perang tidak lagi terbatas pada tingkat Pendekar Raja ke bawah
Membayangkan kedua gurunya memasuki medan perang, Zhou Yu tidak bisa tidak merasa khawatir
Dai Li tidak menyadari bahwa pikiran Zhou Yu sudah jauh berkelana akibat pertanyaan acak yang tidak sengaja dirinya lemparkan
Pemuda tersebut kemudian terus bertanya banyak hal yang membuat suasana menjadi hangat, bahkan Xu Wendao yang selalu terkendali pun menjadi lebih terbuka
Ketika suasana malam semakin terasa, jadwal jaga yang sebelumnya sudah disusun pun kembali diberlakukan
Zhou Yu yang secara kebetulan menjadi orang yang bertanggung jawab dalam hal berjaga malam ini tidak banyak berkomentar
Setelah melihat kedua pemuda tersebut tertidur, ia kemudian jatuh ke dalam meditasi dengan menempatkan separuh kesadarannya untuk melihat dunia luar
...
__ADS_1