Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Zhou Huya


__ADS_3

Jauh dari danau yang menjadi tempat percakapan antara pria tua bermarga Wang dan nelayan tua bermarga Huo


Di daerah Kekaisaran Song yang lebih makmur, tepatnya di Kota Shen yang saat ini terlihat jauh lebih megah dengan adanya bangunan yang sangat menjulang dan bertuliskan Penginapan Lotus Putih di bagian depannya


Namun meskipun terlihat lebih megah dari sebelumnya, suasana di kota tersebut tidak seramai biasanya, karena sedang terjadi hujan yang menyebabkan para penduduk enggan untuk keluar rumah


Sementara itu, tidak jauh dari Penginapan Lotus Putih, terdapat bangunan yang sama menariknya dengan penginapan tersebut


Bangunan tersebut berbentuk sebuah vila dengan taman yang cukup luas di bagian depannya


Meskipun ketinggian bangunan tersebut tidak semencolok Penginapan Lotus Putih dan kemegahannya tidak sehebat rumah bangsawan di Kota Shen


Namun bangunan tersebut terlihat sangat menyenangkan mata, terutama jika di siang hari dimana aktifitas di halaman depannya terlihat sangat semarak dengan gelak tawa anak-anak


Bangunan tersebut tidak lain adalah Panti Asuhan yang dikelola Zhou Huya


Setelah Zhou Yu memutuskan untuk membantu anak-anak tersebut


Pemuda bertopeng tersebut kemudian membeli sebidang tanah dan membuatkan mereka Panti Asuhan yang jauh lebih baik sebelum kemudian membuat panti asuhan diberbagai kota bersamaan dengan Penginapan Lotus Putih


***


Zhou Huya menatap anak-anak yang sedang makan malam dengan senyum cerah di wajahnya


Meskipun diluar sedang terjadi hujan yang membuat udara malam menjadi jauh lebih dingin, namun di dalam ruangan tersebut terasa sangat hangat dan menyenangkan


Suasana yang membuat wanita paruh baya tersebut merasa nostalgia


Mata Zhou Huya kemudian berkelana jauh ke masa lalu

__ADS_1


Ia ingat hari-hari sebelum bertemu Zhou Yu, suasana seperti ini tidak pernah ia dan anak-anak tersebut rasakan sebelumnya


Terutama di malam hari saat turun hujan seperti hari ini, merupakan hari yang sangat menyedihkan bagi mereka karena selain berusaha menahan lapar


Anak-anak tersebut juga akan yang saling meringkuk dan berpelukan untuk berusaha menghangatkan satu sama lain


Sementara itu Zhou Huya akan menangis dalam diam dengan rasa bersalah dihatinya, karena tidak bisa berbuat apapun yang bisa membuat anak-anak merasa lebih baik


Ketika Zhou Huya sedang tenggelam dalam pikirannya, sebuah tangan kecil tiba-tiba menyentuh jari-jarinya yang membuat wanita paruh baya tersebut terbangun dan mengalihkan perhatian ke arah pemilik tangan tersebut


Di sana terlihat seorang gadis kecil dengan wajah bulat dan mata besar yang berusia sekitar 7-8 tahun menatap dengan tatapan khawatir


"Bibi Zhou, kenapa bibi menangis ? " Gadis kecil itu menatap Zhou Huya dengan mata besar dan berkata dengan serius "Apa ada orang yang menggertak bibi, jika memang ada yang menggertak bibi, katakan padaku siapa yang melakukannya, aku pasti akan melaporkannya kepada saudara Jun"


"Bibi tidak menangis " Zhou Huya menggenggam tangan kecil gadis itu sambil tersenyum dan menyeka sudut matanya sebelum berkata "Mata bibi hanya kemasukan debu "


Zhou Huya mengangguk sambil tersenyum dan meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja


***


Malam pun semakin larut dan suasana ramai di dalam panti asuhan pun berangsur-angsur memudar


Sementara anak-anak dan para staf panti asuhan sudah tertidur pulas


Zhou Huya terlihat sedang duduk di ruangannya sambil membaca sebuah dokumen dengan alis berkerut


Didepannya terlihat berbagai dokumen yang berisi informasi yang berantakan, namun semua informasi tersebut merujuk pada pencarian seseorang


Zhou Huya menurunkan dokumen terakhir yang dibaca sebelum bergumam dengan nada frustasi "Masih belum ditemukan "

__ADS_1


Wanita paruh baya tersebut kemudian mengalihkan pandangannya ke arah jendela dan berkata sambil menghela nafas "Tuan muda, apakah anda baik-baik saja ? jika ya, dimana sebenarnya anda saat ini ? kenapa anggota Pavilium Bayangan masih belum menemukan anda ?"


Meskipun bukan organisasi yang pertama kali mendapatkan informasi tentang menghilangnya Zhou Yu


Namun Pavilium Bayangan adalah organisasi yang pertama kali bergerak untuk mencari penyebab menghilangnya Zhou Yu dan keberadaan pemuda bertopeng tersebut


Akan tetapi meskipun Pavilium Bayangan telah mengerahkan kekuatan penuhnya untuk menemukan keberadaan Zhou Yu, pencarian mereka masih belum membuahkan hasil yang membuat wanita paruh baya tersebut semakin khawatir


Zhou Huya menarik nafas panjang sebelum berkata dengan pelan "Senior Bayangan Hitam..."


Bersamaan dengan berakhirnya kalimat wanita paruh baya tersebut, tiba-tiba muncul sosok berjubah hitam di samping Zhou Huya


"Aku disini Nyonya Zhou"


Zhou Huya melirik bayangan hitam dan berkata "Kita mungkin membutuhkan bantuan orang lain untuk menemukan keberadaan tuan muda "


"Siapa yang anda maksud nyonya ?" Bayangan Hitam bertanya dengan suara serak


Zhou Huya mengalihkan pandangannya ke arah jendela dan menjawab "Organisasi Bayangan Darah "


Setelah mendengar jawaban Zhou Huya, Bayangan Hitam langsung mengalihkan perhatiannya ke arah wanita paruh baya tersebut dan berkata dengan ragu "Tapi menurut tuan muda..."


"Kita tidak punya pilihan lain " Zhou Huya menyela dan berkata "Sudah satu tahun, tapi keberadaan tuan muda masih belum diketahui, jika terus seperti ini aku khawatir situasi kita akan semakin kacau "


Zhou Huya kemudian melirik kembali Bayangan Hitam yang tidak berkomentar dan berkata "Besok aku sendiri yang akan menghubungi mereka, aku harap senior Bayangan bisa ikut untuk mengantarkanku ke sana "


"Baik nyonya " Bayangan Hitam menjawab sebelum kembali menghilang dari pandangan wanita paruh baya tersebut


....

__ADS_1


__ADS_2