
Zhou Yu berdiri dengan tenang di depan sebuah bangunan bertuliskan 'Panti Asuhan' dibagian depannya
Pemuda bertopeng tersebut kemudian tidak bisa menahan senyum ketika mendengar gelak tawa yang keluar dari bangunan tersebut
Membayangkan anak-anak yang sebelumnya terlihat menyedihkan dan membandingkan dengan suasana yang dirasakan anak-anak tersebut saat ini
Zhou Yu merasakan pencapaian yang luar biasa yang membuatnya ikut terhanyut dalam suasana tersebut
Pemuda bertopeng tersebut berdiri dengan tegak, meskipun suasana malam semakin terasa dan dinginnya hujan semakin membuat orang-orang meringkuk dalam selimut
Namun pemuda bertopeng tersebut seolah tidak peduli sama sekali
Baru setelah sebagian besar ruangan panti asuhan tersebut menjadi gelap gulita, pemuda bertopeng tersebut akhirnya beranjak dari tempatnya
***
Zhou Yu bersandar dibalik jendela sambil menghela nafas dan hatinya penuh kehangatan setelah mendengar percakapan Zhou Huya dan Bayangan Hitam
Meskipun sudah satu tahun, namun wanita paruh baya tersebut tidak menyerah untuk mencari keberadaannya
Bahkan ketika dia menyadari bahwa kekuatan Pavilium Bayangan tidak cukup untuk menemukan keberadaannya
Wanita paruh baya tersebut rela untuk meminta bantuan organisasi lain yang sama sekali bukan gaya Zhou Huya
Zhou Yu ragu-ragu sejenak sebelum akhirnya memasuki ruangan tersebut setelah Bayangan Hitam meninggalkan tempat
Kemunculan Zhou Yu tidak menyebabkan fluktuasi apapun yang menarik perhatian Zhou Huya
Wanita paruh baya tersebut terus memijat kepalanya dengan wajah depresi yang membuat Zhou Yu merasa bersalah
Zhou Yu menarik nafas panjang dan memanggil dengan pelan "Bibi Zhou "
__ADS_1
Gerakan memijat wanita paruh baya tersebut terhenti sebelum berkata dengan waspada "Siapa di sana ?"
"Ini aku " Zhou Yu keluar dari pojok ruangan yang sangat minim cahaya
Zhou Huya terkejut dengan kemunculan Zhou Yu, namun belum mengenali pemuda bertopeng tersebut karena cahaya di dalam ruangan tersebut hanya menyinari meja di depannya
Baru setalah Zhou Yu berdiri tepat dihadapannya, wanita paruh baya tersebut membelalakkan matanya dengan tatapan tidak percaya sebelum bergegas berdiri dan menangis sambil memeluk Zhou Yu
Zhou Yu tersenyum sambil menenangkan wanita paruh baya tersebut
Namun meskipun pemuda bertopeng tersebut berusaha menenangkannya, Zhou Huya tidak segera melepaskannya dan terus bertanya apakah ia benar-benar Zhou Yu yang sebenarnya
Zhou Yu tidak berdaya dengan hal itu dan terus meyakinkan bahwa dirinya memang Zhou Yu yang wanita paruh baya tersebut kenal
Setelah diyakinkan berkali-kali, baru wanita paruh baya tersebut rela melepaskan pemuda bertopeng tersebut dan berkata dengan canggung
"Maafkan bibi karena terlalu lancang Tuan Muda "
Zhou Yu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan berkata bahwa hal itu bukanlah masalah besar
Zhou Huya kemudian bertanya tentang kondisi pemuda bertopeng tersebut dan Zhou Yu menjawab setiap pertanyaan wanita paruh baya tersebut dengan tenang
***
"Bagaimana dengan kondisi anak-anak ? apakah mereka baik-baik saja dan bagaimana perkembangan bacaan mereka ?" Zhou Yu balik bertanya setelah wanita paruh baya tersebut mendapatkan jawaban atas segala pertanyaannya
Jauh sebelum Zhou Yu menghilang, pemuda bertopeng tersebut sempat memberikan perintah supaya setiap anak di panti asuhan miliknya di ajarkan membaca dan menulis
Meskipun sebenarnya tanpa hal-hal itu, anak-anak tersebut akan tetap bisa hidup dengan baik setelah mereka beranjak dewasa
Namun Zhou Yu sangat berharap sebagian besar anak-anak tersebut bisa menjadi tokoh penting di bidang yang mereka geluti supaya bisa berguna bagi masyarakat dan contoh yang baik bagi generasi selanjutnya panti asuhan tersebut
__ADS_1
Mendengar pertanyaan pemuda bertopeng tersebut, Zhou Huya tidak bisa menahan senyum dan menjawab "Sangat baik, jauh lebih baik dari sebelumnya "
Zhou Huya kemudian menjelaskan bahwa tingkat bacaan anak-anak di panti asuhan meningkatkan pesat selama satu tahun terakhir
Sebelumnya karena kondisi panti asuhan sangat menyedihkan, dimana mereka sangat kesulitan dalam hal makanan dan pakaian
Anak-anak tersebut tidak pandai belajar sama sekali, meskipun Zhou Huya berusaha untuk mengenalkan mereka dengan huruf-huruf yang ia ketahui
Namun setelah bertemu dengan Zhou Yu, anak-anak dan Zhou Huya sendiri tidak perlu lagi khawatir tentang makanan dan pakaian, sehingga membuat mereka bisa lebih fokus dalam belajar dan mengenal profesi yang mereka minati
"Sekarang anak-anak yang beranjak dewasa sudah mulai menentukan karir mereka dan sebagian besar memilih untuk menjadi seorang Pendekar seperti anda, Tuan Muda "
"Menjadi seorang pendekar ? " Zhou Yu bertanya dengan nada tertarik
Zhou Huya mengangguk dan menjawab "Setelah mengetahui bahwa penyelamat mereka adalah seorang pendekar, sebagian besar anak di seluruh panti asuhan yang Tuan Muda bangun bertekad menjadi seorang pendekar "
"Sesuai dengan perintah anda sebelumnya, aku sudah memberitahu mereka tentang bahaya dunia persilatan kepada mereka, tetapi hanya sebagian kecil yang akhirnya mengurungkan niatnya dan memilih profesi lain "
Sebenarnya informasi tersebut sudah pernah disampaikan oleh Bayangan Hitam, namun kala itu Zhou Yu berpikir bahwa meskipun mereka sudah mulai memasuki Pavilium Bayangan
Anak-anak itu tidak akan memasuki jalur pendekar dan memilih jalan lain di dalam Pavilium Bayangan
Zhou Yu mengangguk dan berkata "Aku tidak masalah dengan hal ini, aku bahkan merasa bersyukur dan berterima kasih karena dengan begitu, di masa depan Pavilium Bayangan akan berisi orang-orang kita sendiri "
"Tetapi anak-anak panti asuhan yang sudah memasuki Pavilium Bayangan bisa dikatakan terlambat dalam belajar dan kemungkinan besar pencapaian mereka dalam ilmu silat juga akan sangat terbatas "
"Jadi aku berharap bibi bisa mengenalkan anak-anak tentang jalan yang akan mereka tempuh sejak anak-anak tersebut berusia 10 tahun supaya mereka bisa memiliki fondasi yang cukup, baik sebagai seorang pendekar ataupun profesi lainnya, apakah bibi mengerti ?"
Awalnya Zhou Yu berniat meminta Zhou Huya mengenalkan anak-anak tersebut tentang jalan yang kemungkinan akan mereka ambil sejak usia 5-8 tahun seperti di sekte-sekte ataupun keluarga bangsawan
Namun karena panti asuhan dan Pavilium Bayangan terbilang baru
__ADS_1
Ditambah khawatir anak-anak tersebut kesulitan beradaptasi, Zhou Yu memutuskan untuk menurunkan standarnya
...