
Wajah He Riju berubah dan buru-buru melompat mundur sebelum memuntahkan darah
Melihat kondisi sang walikota, Cakar Darah dan Cakar Besi tidak mengejar dan hanya menyeringai sambil berkata "Sepertinya luka yang walikota terima terakhir kali masih belum sembuh sepenuhnya "
He Riju melirik keduanya dengan dingin, meskipun enggan mengakuinya, namun seperti yang dikatakan kedua pria paruh baya tersebut
Luka yang ia terima terakhir kali memang masih jauh dari sembuh
Jika bukan Xu Wendao dalam keadaan mendesak, He Riju benar-benar belum siap untuk kembali berhadapan dengan kedua pria paruh baya tersebut
Namun meskipun dalam kondisi sulit, He Riju tidak menyesali keputusannya, karena jika ia tidak segera bertindak, kemungkinan besar Xu Wendao akan berada dalam bahaya
Dan jika terjadi sesuatu kepada pemuda tersebut, He Riju pasti akan menyalakan dirinya sendiri sepanjang hidupnya, karena tindakan Xu Wendao untuk menyelidiki kedua pria paruh baya tersebut juga merupakan permintaannya
He Riju mengalirkan tenaga dalam ke arah luka-lukanya, terutama luka dalam yang membuatnya kesulitan
Setelah beberapa saat, ia menghela nafas panjang dan siap kembali bergerak
Namun tiba-tiba sesosok pemuda berdiri dihadapannya, sehingga membuatnya tidak bisa tidak bertanya sambil mengerutkan keningnya
"Apa yang kau lakukan anak muda ?"
__ADS_1
"Senior telah kehilangan banyak darah dan tenaga dalam yang senior miliki juga tidak banyak lagi, sebaiknya senior beristirahat dan serahkan sisanya padaku " Zhou Yu menjawab tanpa melihat kebelakang
He Riju menaikan alisnya dan kembali bertanya "Bukankah kau mengatakan tidak akan ikut campur dalam urusan kami ?"
"Aku memang tidak bermaksud ikut campur dalam urusan kalian " Zhou Yu menjawab kemudian menunjuk kedua pria paruh baya dan berkata "Aku hanya mencari keadilan untuk nyawa seluruh penduduk desa yang telah mereka bunuh "
Setelah mengatakan itu, Zhou Yu mencabut Pedang Petir Hitam dan mengalirkan tenaga dalamnya
Tenaga dalam Zhou Yu mengalir ke arah Pedang Petir Hitam yang membuat pedang tersebut bersinar terang dan diselimuti aliran listrik berwarna biru
Setelah percobaan beberapa bulan terakhir, Zhou Yu menemukan bahwa kata petir yang tersemat di pedang tersebut bukanlah sekedar nama
Hal itu ia temukan secara tidak sengaja saat Zhou Yu mencoba menggunakan jurus yang melibatkan perubahan jenis petir dalam latihannya
***
Melihat pemuda bertopeng yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka
Cakar Darah dan Cakar Besi mengerutkan kening dengan wajah dingin
Kekhawatiran mereka benar-benar terjadi, yang membuat keduanya merasa kesal
__ADS_1
Terutama melihat momentum yang dilepaskan pemuda tersebut saat mengeluarkan pedangnya membuat kedua pria paruh baya tersebut memiliki firasat buruk
Namun meskipun hati mereka bermartabat karena momentum yang dilepaskan Zhou Yu dan pedangnya
Keduanya juga bukanlah karakter sederhana
Sebagai pemimpin bandit terbesar di daerah tersebut, mereka tidak kekurangan pengalaman dalam melihat angin dan hujan, sehingga mereka berhasil menyembunyikan emosi mereka dengan baik
"Wah, apakah kau ingin menjadi seorang pahlawan, bocah? apa kau tau mungkin bukan hal yang baik untuk ikut campur dalam urusan orang lain " Cakar Besi bertanya sambil tersenyum dingin
Zhou Yu menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan kalimat yang sama seperti yang dikatakan kepada He Riju
"Aku tidak bermaksud ikut campur dalam urusan kalian bertiga, tapi aku bertindak untuk mendapatkan keadilan bagi seluruh penduduk desa yang telah kalian bunuh "
"Apa kau tahu ?" Cakar Besi bertanya dengan nada terkejut, kemudian seolah memikirkan sesuatu, ia melirik ke arah Xu Wendao yang tidak jauh dan berkata "Jadi begitu, aku tidak menduga bocah dari keluarga Xu itu sangat mampu "
Zhou Yu tidak menanggapi kalimat pria paruh baya tersebut
Ia kemudian menunjuk keduanya dengan pedang yang sudah semakin terang serta aliran listrik yang semakin besar dan berkata
"Aku bukan orang suci, tapi tindakan kalian... aku tidak punya pilihan lain selain mengambil nyawa kalian berdua "
__ADS_1