
"Semuanya mundur, aku punya firasat buruk untuk yang satu ini " Yu Lian berteriak dari Benteng Pertahanan setelah berhasil mengganggu serangan Rubah Ekor Tiga
Disisi lain, Penatua Agung dan yang lainnya saling melirik dengan ragu sebelum mengangguk dan menjawab "Baik Dewi "
Dan benar saja
Tepat setelah Penatua Agung dan yang lainnya mundur dari posisi mereka
Rubah Ekor Tiga meraung ke langit dan melepaskan momentum yang sangat dahsyat
Momentum tersebut sangat kuat dan bahkan sampai menghempaskan beberapa pendekar dan siluman di dekatnya
Melihat dampak dari momentum tersebut, Wajah cantik Yu Lian terlihat berkerut sambil berkata "Apa yang akan dilakukan siluman itu ?"
Disisi lain, setelah meraung dan melepaskan momentum yang dashyat
Yu Lian melihat ukuran Rubah Ekor Tiga kemudian membengkak dan berubah menjadi dua kali lipat dari pada ukuran aslinya
Dengan ukuran tersebut, ketinggian Rubah Ekor Tiga kini setara dengan Benteng Pertahanan Sekte Pedang Kembar yang membuat Benteng tersebut tidak lagi memberikan kesan raksasa dan rasa aman seperti sebelumnya
Tidak berhenti disana, seolah terpengaruh oleh perubahan Rubah Ekor Tiga tersebut
Para siluman lainnya ikut meraung dan melepaskan niat membunuh ke arah para pendekar sehingga membuat para pendekar gelagapan sebab bersamaan dengan niat membunuh tersebut
Vitalitas para siluman seolah dikembalikan kepada puncaknya
Yu Lian yang menyadari hal itu tidak tinggal diam dan langsung berteriak dengan menggunakan tenaga dalamnya "Semuanya mundur dan kembali ke Benteng sekarang juga "
__ADS_1
Teriakan wanita cantik tersebut bergema dan menyebar ke seluruh area pertempuran, sehingga membuat para pendekar segera menyingkir siluman yang tengah mereka hadapi dan melompat mundur
Namun dengan kondisi para siluman saat ini, para siluman tidak tinggal diam dan langsung mengejar para pendekar tersebut dengan tampilan haus darah
Dengan kondisi para pendekar yang sudah kelelahan, para pendekar tersebut tidak segesit biasanya, sehingga membuat para siluman dengan mudah menyusul mereka
Menghadapi situasi itu, para pendekar tidak mempunyai pilihan lain selain melanjutkan pertempuran dengan tenaga dalam mereka yang tersisa
Disisi lain, menyaksikan para siluman mengamuk dan membunuh para pendekar
Penatua Agung melirik para Pemimpin Sekte Kecil disekelilingnya dan berkata dengan suara berat "Saudara sekalian, rencana kita telah gagal, bukannya melukai bahkan membunuh Siluman Rubah itu, serangan kita justru membuat siluman ini melepaskan sebuah teknik aneh yang merugikan kita semua "
"Aku tahu kalian pasti menyesal telah bergabung dengan Sekte Pedang Kembar dan mengikuti pertempuran ini. jika saja kalian berlindung kepada Sekte Besar, mungkin situasi kalian tidak akan seperti ini " Sambung pria tua tersebut sambil menghela nafas
Mendengar pernyataan Penatua Agung, para Pemimpin Sekte Kecil terlihat menundukan kepala mereka
"Setidaknya kita harus memberikan harapan kepada generasi muda untuk hidup dengan membiarkan mereka kembali ke Benteng " Penatua Agung menutup kalimatnya dengan nada rendah
Para Pemimpin Sekte Kecil saling melirik sebelum salah satu di antaranya berkata dengan ragu "Tapi dengan situasi saat ini, apakah para pendekar muda bisa bertahan hidup jika mereka bisa kembali ke Benteng ?"
Penatua Agung tidak langsung menjawab tapi justru melirik wajah para Pemimpin Sekte Kecil tersebut terlebih dahulu sebelum berkata
"Aku tahu kalian memiliki keraguan besar terhadap Sekte Pedang Kembar. tapi yakinlah, meskipun Sekte Pedang Kembar bukan sekte dengan sejarah panjang seperti Sekte Gunung Kunlun, tapi latarbelakang kami tidaklah dangkal "
"Terutama jangan lupakan Ketua kami, Pendekar Pedang Kembar Ilusi..."
***
__ADS_1
"Apa yang akan mereka lakukan ? " Yu Lian Bergumam pelan ketika melihat Penatua Agung dan yang lainnya berpisah dari posisi mereka
Setelah beberapa saat, Yu Lian akhirnya mengerti dan berkata "Jadi begitu, mereka mencoba mengalihkan perhatian para siluman supaya bisa memberikan waktu kepada para pendekar untuk mundur dan kembali ke Benteng "
Melihat Penatua Agung dan yang lainnya mulai melakukan gerakan besar yang menarik perhatian para siluman tanpa memperdulikan tenaga dalam ataupun luka mereka lagi
Yu Lian terlihat menghela nafas dan berlutut sambil mengangkat busurnya ke udara
Bersamaan dengan tindakan wanita cantik tersebut, langit tiba-tiba mengeluarkan raungan kencang yang mengejutkan para pendekar di bawahnya
Tidak berhenti disana, dengan di awali raungan yang mengejutkan tadi, awan gelap tiba-tiba muncul dan berkumpul tepat di atas kepada Yu Lian
Melihat kilatan demi kilatan petir di atas mereka
Para pendekar yang berada disekitar Yu Lian mengangkat kepala dan menatap pemandangan tersebut dengan takjub
Terutama ketika melihat kilatan petir tersebut mulai menyambar-nyambar anak panah yang ada pada busur Yu Lian tanpa melukai wanita cantik tersebut
Para pendekar tidak bisa tidak menahan nafas
Disisi lain, Yu Lian tidak terganggu tetapi justru menatap Penatua Agung dan yang lainnya sambil bergumam "Dengan jurus ini, aku akan kehilangan 20 tahun usiaku, meskipun tidak bisa dibandingkan dengan kalian, setidaknya aku masih melakukan tugasku sebagai Pemimpin pertempuran ini "
Yu Lian kemudian menarik nafas dan berniat melepaskan anak panah yang terlihat bersinar dengan cahaya berwarna biru pada ujungnya
Namun tepat ketika jari wanita cantik tersebut hampir terbuka
Sesosok putih tiba-tiba muncul disampingnya dan berkata "Hentikan itu, Bibi Guru"
__ADS_1
...