Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pria Tua dan Arak


__ADS_3

Ming An menatap Kadal Raksasa yang berjalan pergi dengan tenang


Setelah menampar Niat Pedangnya sampai hancur berkeping-keping, Kadal Raksasa tersebut hanya meliriknya dengan samar sebelum melenggang pergi


"Menahan diri ? ini aneh " Ming An menaikan alis sambil bergumam pada dirinya sendiri


Meskipun setelah tembakannya gagal, Kadal Raksasa jarang bergerak dan hanya menjadi penonton, namun bagaimanapun Kadal Raksasa adalah binatang buas yang mudah tersinggung


Terlepas dari seberapa besar kecerdasannya meningkatkan setelah menjadi seekor siluman, namun sifat alaminya masih sangat kuat, sehingga setelah mendapatkan provokasi seperti tadi, Kadal Raksasa biasanya akan melakukan tembakan yang mengejutkan lainnya


Namun ketika Ming An bersiap melepaskan kekuatan penuh untuk menahan tembakannya


Kadal Raksasa justru hanya melirik sebelum melenggang pergi


Mengingat pandangan berbulu siluman tersebut sebelum membalikan tubuhnya, Ming An jatuh ke dalam perenungan


Tepat ketika Ming An masih merenungkan perilaku tidak biasa Kadal Raksasa, pria paruh baya bermarga Qi datang kepadanya dan berterima kasih


"Terima kasih saudara Ming, jika bukan karena tembakan anda, mungkin aku akan terluka parah "


"Saudara Qi terlalu sopan, dengan kekuatan anda, tidak sulit untuk mundur tanpa terkena luka dari serangan tadi " Ming An tersenyum ke arah pria paruh baya tersebut


Pria paruh baya bermarga Qi menggelengkan kepalanya dan berkata dengan ketakutan "Tidak mungkin, selama ini aku dibutakan oleh keberhasilan di pertempuran sebelumnya sampai melupakan kekuatan sebenarnya dari siluman ini "


Satu bulan sebelum Ming An meninggalkan tendanya, pria paruh baya bermarga Qi sempat beberapa kali berhadapan satu lawan satu dengan Kadal Raksasa di medan perang


Namun pada waktu itu gerakan Kadal Raksasa sedikit canggung dan tidak nyaman seperti seekor siluman yang terluka serius


Tapi bahkan jika gerakannya aneh, pria paruh baya tersebut gagal mendapatkan banyak keuntungan dalam pertempuran keduanya dan hanya bertahan dengan pasif


Baru setelah Ming An keluar dan bergabung, keduanya berhasil menekan Kadal Raksasa tersebut yang membuat siluman tersebut menjadi enggan untuk menyerang dan membuatnya lupa tentang kengerian siluman tersebut


Memikirkan betapa ceroboh tindakannya tadi, pria paruh baya tersebut sedikit ketakutan

__ADS_1


"Untungnya saudara Ming ada disamping, dengan anda sebagai orang yang berhasil memukul mundur siluman itu, aku merasa lega " Pria paruh baya tersebut kemudian berkata


Mendengar hal tersebut, Ming An hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pahit


Jika bisa memilih, ia berharap kejadian sebelumnya tidak terjadi lagi


Meskipun ia berhasil memulihkan luka-lukanya hanya dalam kurun waktu kurang dari dua bulan


Tapi selain sumber daya, rasa sakitnya membuat Ming An enggan dan menjadi paham tentang kengerian serangan balik dari Jurus Terlarang


***


Zhou Yu menarik nafas panjang, mengingat serangan ganas Kadal Raksasa tadi, tangan pemuda bertopeng tersebut tanpa sadar mengepal erat


"Kekuatanku masih sangat lemah " Zhou Yu bergumam pelan


Jika bukan karena keberadaan gurunya, mungkin para pendekar sudah kehilangan banyak dihadapkan dengan tabrakan dua kekuatan tadi


Mengingat kengerian serangan tadi, Zhou Yu merasakan ketidakberdayaan yang sangat kuat, seolah tidak peduli bagaimana melawan, ia akan tetap hancur berantakan jika terkena imbas dari tabrakan keduanya


***


Tepat ketika pertempuran antara siluman dan para pendekar semakin memanas


Di dalam sebuah kedai arak, tepat di sebuah kota yang tidak jauh dari medan perang


Terlihat seorang pria tua tengah tergeletak di atas meja sendirian


Dengan belasan botol arak yang berceceran di mejanya, penampilan pria tua tersebut tidak berbeda dengan seseorang yang tengah mengalami pukulan dan frustasi hebat


Melihat pemandangan tersebut, para pelanggan di kedai tersebut tidak terganggu dan terlihat terbiasa


Mungkin karena merasa bosan atau kehabisan topik pembicaraan dengan teman di sampingnya, salah seorang pelanggan tiba-tiba berteriak ke arah pria tua tersebut

__ADS_1


"Hoi orang tua, apakah istrimu masih belum kembali ?"


Para pelanggan disekitarnya tertawa mendengar ucapan tersebut


Melihat penampilan menyedihkan pria tua tersebut sejak kedatangannya dua bulan yang lalu


Sebuah berita mengejutkan menyebar di antara pelanggan bahwa pria tua tersebut sedang mengalami pukulan hebat akibat di tinggalkan istrinya


Meskipun pernyataan tersebut sangat tidak bertanggung jawab, namun para pelanggan tersebut menerima begitu saja sebagai bahan pembicaraan


Mendengar pernyataan tersebut, pria tua tadi tidak bergerak dan masih tertidur sambil mendengkur sesekali


Namun tidak adanya respon pria tua tersebut tidak menghentikan pembicaraan para pelanggan, mereka tertawa sambil sesekali mengolok-olok pria tua tersebut


"Dibandingkan karena ditinggalkan istrinya, aku lebih percaya orang tua itu memiliki hobi khusus terhadap arak " Salah satu pelanggan yang ada di meja tengah berkata ke arah temannya


Temannya mengangguk dan membalas "Benar, di usianya, apakah dia masih peduli terhadap wanita ? selain itu, dengan begitu banyak botol arak yang diminumnya setiap hari, orang tua itu tidak terlihat sakit ataupun murung, jika itu aku, mungkin sudah lama sekali kau harus menggali lubang untuk menguburkanku "


Para pelanggan disekitarnya tersenyum mendengar pernyataan tersebut


Meskipun sedikit konyol, mereka masih menerima pernyataan tersebut dengan tenang


Namun tepat ketika para pelanggan berniat kembali mengeluarkan spekulasi lain dipikiran mereka


Tokoh utama yang biasanya tidak merespon ucapan para pelanggan tiba-tiba bangun dari tidurnya


"Jangan sembarangan berbicara, nak " Dengan wajah merah dan mata kabur, pria tua tersebut terlihat berdiri sambil menunjuk pelanggan tadi dengan marah "Kau bilang aku kesukaanku terhadap arak adalah hobi ?, tidak ini bukan hobi, ini candu, aku kecanduan "


Di akhir kalimat, pria tua tersebut terlihat mengambil salah satu botol arak dan mengelusnya seperti seorang kekasih sebelum kembali jatuh ke atas mejanya


Para pelanggan menggelengkan kepalanya sambil tertawa melihat tindakan pria tua tersebut


Meskipun tidak biasa dengan respon pria tua tersebut, namun mereka masih terhibur dengan penampilan konyol dan jawaban dari pria tua itu

__ADS_1


...


__ADS_2