
Pendekar Pedang Api melompat mundur sambil menstabilkan nafasnya yang agak berat
Sementara itu, Singa Berkepala Dua menatap pria paruh baya dengan ganas
Namun meskipun demikian, siluman tersebut tidak berani menyerang pria paruh baya tersebut dengan gegabah, karena tubuhnya kini dipenuhi luka sayatan dan bekas terbakar akibat serangan pria paruh baya dihadapannya itu
Meskipun luka-luka tersebut hanya mengenai bagian kulit luar yang tidak benar-benar mengancam nyawanya
Tetapi luka-luka itu cukup menyakitkan yang membuat siluman tersebut lebih berhati-hati
Pendekar Pedang Api tentunya menyadari bahwa serangannya tidak cukup mengancam nyawa siluman tersebut
Karena selain hanya mengenai kulit luar, setiap serangan yang mengenai siluman tersebut juga sangat acak dan tidak mengenai titik vital sama sekali, sebab singa tersebut memiliki dua kepala yang membuat Pendekar Pedang Api kesulitan untuk menemukan celah dan melancarkan serangan ke arah vital siluman tersebut
Keduanya saling memandang selama beberapa nafas, sebelum Singa Berkepala Dua kembali berlari ke arah pria paruh baya tersebut
***
Sementara pertempuran sedang berlangsung di perkemahan tim medis
Di udara, tepat di atas kepala mereka, seekor siluman dengan wujud elang berwarna putih sedang terbang sambil mengelilingi tempat tersebut berulang kali
__ADS_1
Namun berbeda dengan gelombang siluman dibawah, di atas punggung elang tersebut, terlihat tiga sosok pria sedang mengamati situasi di bagian bawah dengan cermat
Zhou Yu sebenarnya ingin segera turun dan menemui Bibi Gurunya
Namun meskipun demikian, pengalaman yang ia dapatkan beberapa tahun terakhir mengajarkannya untuk berusaha melihat dan mencari tahu situasinya terlebih dahulu sebelum dirinya ikut terlibat dalam suatu masalah
"Bagaimana saudara Xu, apa yang anda lihat ?" Zhou Yu bertanya ke arah Xu Wendao yang sedang mengerutkan keningnya
"Siluman " Xu Wendao menjawab dan menjelaskan "Aku melihat siluman yang sangat banyak sedang menyerbu perkemahan itu "
Pemuda tersebut kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa menghitung jumlah pasti siluman yang ada dibawah sana, karena selain sangat banyak, aliran siluman tersebut masih belum berakhir dan terus bermunculan dari balik hutan, sehingga membuat pemuda tersebut tidak berani membuat tebakan
Selain menjelaskan tentang jumlah siluman, Xu Wendao juga menyebutkan masalah dinding pertahanan bagian depan yang sudah hancur, serta gerbang yang telah dibuka, sehingga para siluman bisa memasuki bagian dalam perkemahan
Bahkan kedua siluman tingkat tinggi yang seharusnya merusak dan menimbulkan banyak korban jiwa tidak banyak berkutik, sebab mereka sudah menemui lawan yang sepadan
Zhou Yu mengerutkan keningnya, meskipun menurut penjelasan Xu Wendao bahwa situasi pertempuran masih cukup terkendali
Namun Zhou Yu tidak terlalu optimis, karena mengingat fakta bahwa banyaknya jumlah siluman yang bergerak ke arah perkemahan, cepat atau lambat pertahanan yang dibuat oleh pasukan pelindung dan tim medis pasti akan hancur
Apalagi ketika ia mulai memasuki wilayah tersebut, Zhou Yu selalu merasa ada yang menatapnya dari balik hutan
__ADS_1
Perasaan tersebut juga dikuatkan oleh gerakan Elang Putih yang agak gelisah dengan berteriak pelan dari waktu ke waktu
Namun terlepas dari segala macam ketidakpastian tersebut, Zhou Yu tetap memerintahkan Elang Putih untuk turun ke bawah dan terlibat dalam pertempuran
***
Setelah terlepas dari jeratan Singa Berkepala Dua, Yu Lian menstabilkan nafasnya sejenak sebelum kembali melompat ke dinding pertahanan
Dengan kembalinya Yu Lian, pertahanan bagian depan yang sebelumnya mulai kewalahan berangsur-angsur stabil
Namun situasi tersebut tidak bertahan lama, karena jumlah siluman yang menyerang dari arah depan tiba-tiba meningkat dan gerakan mereka menjadi jauh lebih berani
Yu Lian mengerutkan keningnya dan terus melemparkan serangan-serangan dengan kerusakan besar ke arah para siluman tersebut
Akan tetapi Yu Lian hanya memiliki dua tangan, sementara jumlah siluman yang menyerbu dinding pertahanan depan jauh lebih banyak dari jumlah jarinya, sehingga meskipun kecepatan tangannya sangat cepat
Wanita cantik tersebut masih tidak bisa menahan semua siluman yang menyerang dinding pertahanan bagian depan seorang diri, sehingga belasan siluman berhasil lolos dari serangan panahnya dan bergegas ke arah dinding pertahanan dengan sangat cepat
Namun tepat ketika wanita cantik tersebut berpikir bahwa pertahanan bagian depan akan kembali di tembus
Sebuah hujan panah yang sangat mirip dengan hujan panah yang dilepaskan Yu Lian sebelumnya tiba-tiba muncul dan menghentikan siluman-siluman tersebut
__ADS_1
...