Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Kedatangan


__ADS_3

Pendekar Pedang Api melompat mundur sambil menstabilkan nafasnya yang agak berat


Sementara itu, Singa Berkepala Dua menatap pria paruh baya dengan ganas


Namun meskipun demikian, siluman tersebut tidak berani menyerang pria paruh baya tersebut dengan gegabah, karena tubuhnya kini dipenuhi luka sayatan dan bekas terbakar akibat serangan pria paruh baya dihadapannya itu


Meskipun luka-luka tersebut hanya mengenai bagian kulit luar yang tidak benar-benar mengancam nyawanya


Tetapi luka-luka itu cukup menyakitkan yang membuat siluman tersebut lebih berhati-hati


Pendekar Pedang Api tentunya menyadari bahwa serangannya tidak cukup mengancam nyawa siluman tersebut


Karena selain hanya mengenai kulit luar, setiap serangan yang mengenai siluman tersebut juga sangat acak dan tidak mengenai titik vital sama sekali, sebab singa tersebut memiliki dua kepala yang membuat Pendekar Pedang Api kesulitan untuk menemukan celah dan melancarkan serangan ke arah vital siluman tersebut


Keduanya saling memandang selama beberapa nafas, sebelum Singa Berkepala Dua kembali berlari ke arah pria paruh baya tersebut


***


Sementara pertempuran sedang berlangsung di perkemahan tim medis


Di udara, tepat di atas kepala mereka, seekor siluman dengan wujud elang berwarna putih sedang terbang sambil mengelilingi tempat tersebut berulang kali

__ADS_1


Namun berbeda dengan gelombang siluman dibawah, di atas punggung elang tersebut, terlihat tiga sosok pria sedang mengamati situasi di bagian bawah dengan cermat


Zhou Yu sebenarnya ingin segera turun dan menemui Bibi Gurunya


Namun meskipun demikian, pengalaman yang ia dapatkan beberapa tahun terakhir mengajarkannya untuk berusaha melihat dan mencari tahu situasinya terlebih dahulu sebelum dirinya ikut terlibat dalam suatu masalah


"Bagaimana saudara Xu, apa yang anda lihat ?" Zhou Yu bertanya ke arah Xu Wendao yang sedang mengerutkan keningnya


"Siluman " Xu Wendao menjawab dan menjelaskan "Aku melihat siluman yang sangat banyak sedang menyerbu perkemahan itu "


Pemuda tersebut kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa menghitung jumlah pasti siluman yang ada dibawah sana, karena selain sangat banyak, aliran siluman tersebut masih belum berakhir dan terus bermunculan dari balik hutan, sehingga membuat pemuda tersebut tidak berani membuat tebakan


Selain menjelaskan tentang jumlah siluman, Xu Wendao juga menyebutkan masalah dinding pertahanan bagian depan yang sudah hancur, serta gerbang yang telah dibuka, sehingga para siluman bisa memasuki bagian dalam perkemahan


Bahkan kedua siluman tingkat tinggi yang seharusnya merusak dan menimbulkan banyak korban jiwa tidak banyak berkutik, sebab mereka sudah menemui lawan yang sepadan


Zhou Yu mengerutkan keningnya, meskipun menurut penjelasan Xu Wendao bahwa situasi pertempuran masih cukup terkendali


Namun Zhou Yu tidak terlalu optimis, karena mengingat fakta bahwa banyaknya jumlah siluman yang bergerak ke arah perkemahan, cepat atau lambat pertahanan yang dibuat oleh pasukan pelindung dan tim medis pasti akan hancur


Apalagi ketika ia mulai memasuki wilayah tersebut, Zhou Yu selalu merasa ada yang menatapnya dari balik hutan

__ADS_1


Perasaan tersebut juga dikuatkan oleh gerakan Elang Putih yang agak gelisah dengan berteriak pelan dari waktu ke waktu


Namun terlepas dari segala macam ketidakpastian tersebut, Zhou Yu tetap memerintahkan Elang Putih untuk turun ke bawah dan terlibat dalam pertempuran


***


Setelah terlepas dari jeratan Singa Berkepala Dua, Yu Lian menstabilkan nafasnya sejenak sebelum kembali melompat ke dinding pertahanan


Dengan kembalinya Yu Lian, pertahanan bagian depan yang sebelumnya mulai kewalahan berangsur-angsur stabil


Namun situasi tersebut tidak bertahan lama, karena jumlah siluman yang menyerang dari arah depan tiba-tiba meningkat dan gerakan mereka menjadi jauh lebih berani


Yu Lian mengerutkan keningnya dan terus melemparkan serangan-serangan dengan kerusakan besar ke arah para siluman tersebut


Akan tetapi Yu Lian hanya memiliki dua tangan, sementara jumlah siluman yang menyerbu dinding pertahanan depan jauh lebih banyak dari jumlah jarinya, sehingga meskipun kecepatan tangannya sangat cepat


Wanita cantik tersebut masih tidak bisa menahan semua siluman yang menyerang dinding pertahanan bagian depan seorang diri, sehingga belasan siluman berhasil lolos dari serangan panahnya dan bergegas ke arah dinding pertahanan dengan sangat cepat


Namun tepat ketika wanita cantik tersebut berpikir bahwa pertahanan bagian depan akan kembali di tembus


Sebuah hujan panah yang sangat mirip dengan hujan panah yang dilepaskan Yu Lian sebelumnya tiba-tiba muncul dan menghentikan siluman-siluman tersebut

__ADS_1


...


__ADS_2