Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Perang


__ADS_3

"Serang"


Sebuah kata mengguncang bumi keluar sebagai tanda awal dari semua kekhawatiran dan kegelisahan seluruh Kekaisaran Song


Terinspirasi dari gerakan Dugu Batian yang mengarahkan pedangnya ke arah pasukan lawan, Pasukan Aliansi melesat dengan momentum yang tidak tertandingi


Disisi lain, Pemerintah Surga juga tidak mau kalah


Melihat momentum pasukan di depannya, Naga Jahat mendengus dan berkata dengan nada rendah "Bunuh"


Para pendekar dari Pemerintah Surga melepaskan momentum sementara para siluman seperti dilepaskan dari kandangnya


Kedua belah pihak berlari ke arah satu sama lain membuat medan perang kembali mengalami guncangan


Debu berterbangan, niat membunuh dan rasa peperangan meletus ke udara


Bersamaan dengan hal itu terjadi, kedua belah pihak akhirnya berada di titik temu


Tanpa ragu-ragu, kedua belah pihak langsung melemparkan serangan dengan niat membunuh yang tidak main-main


Berbagai ilmu silat meletus, perubahan jenis yang tidak terhitung jumlahnya bertabrakan


Dengan disusul oleh ledakan demi ledakan, perang yang sebenarnya akhirnya resmi di mulai


***


Dugu Batian mengayunkan pedangnya dengan santai

__ADS_1


Namun niat pedang yang seolah bisa merobek segalanya meletus dari pedang pria tua tersebut


Melihat pemandangan itu, pupil Naga Jahat sedikit menyusut dan langsung membatalkan niatnya untuk menangkap serangan itu dengan tangannya


Dengan gerakan pria tua tersebut, niat pedang yang dilepaskan Dugu Batian hanya mengenai udara kosong


Namun meskipun demikian, niat pedang yang hanya lewat itu membuat Naga Jahat menarik nafas dingin sebab udara tempat ia berada sebelumnya seolah dibelah dua


'Niat pedang yang sangat tajam' Naga Jahat berkata dalam hati sambil berakselerasi dan melemparkan serangan tapak ke arah Dugu Batian


Dugu Batian mencoba menghadapi serangan tersebut dengan pedangnya


Namun ketika kedua belah pihak bertabrakan, Dugu Batian langsung terdorong mundur belasan meter sebelum berhenti


'Sungguh tenaga dalam yang sangat besar' Dugu Batian menatap pria tua di depannya dengan dalam


Namun meskipun demikian, ia tidak putus asa. Niat pedang yang sangat luas kembali meletus dan melesat ke arah pria tua tersebut dengan kecepatan yang mencengangkan


Menghadapi serangan tersebut, Naga Jahat tidak berani ceroboh dan menghadapinya dengan sungguh-sungguh


Kedua belah pihak bertabrakan sebelum kemudian saling terjerat


Meskipun tenaga dalam Naga Jahat jauh lebih tinggi dari pada Dugu Batian, namun kecepatannya tidak secepat pria tua tersebut sehingga pertempuran pun menemui jalan buntu


Kedua belah pihak melepaskan jurus yang sangat hebat satu demi satu


Hanya dalam waktu singkat, Dugu Batian dan Naga Jahat sudah bertukar ratusan jurus

__ADS_1


Sebagai kekuatan tertinggi dan mempunyai medan perang paling luas karena bertarung di udara


Pertempuran keduanya hanya terlihat seperti pita cahaya putih dan pita cahaya emas yang terus-menerus saling bertabrakan


Jika bukan karena gelombang kejut yang terus menerus muncul akibat tabrakan keduanya, sulit membayangkan bahwa kedua pita cahaya tersebut adalah dua sosok menakutkan yang sedang bertarung


"Aku tidak menduga masih ada sosok sepertimu di dunia persilatan, jika orang-orang itu masih ada sekalipun, kau seharusnya termasuk kedalam tiga jagoan terkuat di dunia persilatan" Naga Jahat melemparkan pukulannya dan berkata sambil menghela nafas


"Benar saja, air di dunia persilatan kali ini sangat dalam"


Dugu Batian menaikkan alisnya sambil menghindari serangan pria tua tersebut 'Apa maksudnya ?'


Namun sebelum ia bisa berpikir lebih jauh, pria tua di depannya tiba-tiba berhenti sebelum melepaskan serangan bertubi-tubi ke arahnya


Wajah Dugu Batian berubah, gerakan pedangnya menjadi sangat cepat


Menyadari bahwa gerakannya jauh dari cukup, Dugu Batian melepaskan tenaga dalam yang lebih besar dan melakukan tebasan beresiko


"Boom"


Sebuah ledakan terbentuk dan Dugu Batian akhirnya berhasil lolos dengan enggan


Merasakan perasaan mati rasa di bagian tangannya, pria tua tersebut menghela nafas secara diam-diam


Disisi lain, Naga Jahat tidak mengejar dan menatap pria tua tersebut dengan arogan "Meskipun aku akui kau cukup kuat, tapi jika kekuatanmu hanya ini, kau masih sama seperti semut bagiku, paling banyak kau adalah semut yang sedikit lebih besar"


"Semut ? sudah lama aku tidak mendengar kalimat remeh seperti itu" Dugu Batian tersenyum tenang, tapi aura membunuh yang sangat kental meletus dengan pria tua tersebut sebagai pusatnya

__ADS_1


...


__ADS_2