
"Kalian seharusnya merasa terhormat, karena terbunuh oleh racun terbaru kami "
"Aku telah menggunakan semua sumber daya sekte mawar hitam untuk menciptakan racun yang sangat mematikan demi berhadapan dengan kalian " Yu Xin tertawa keras
"Kerja keras siang-malam, selama bertahun-tahun akhirnya terbayar, dengan keringat, darah dan air mata seluruh anggota sekte "
"Sekte mawar hitam akhirnya berhasil menciptakan racun yang dapat menyebar dengan kecepatan yang mencengangkan "
"Racun ini akan membuat seluruh sel dalam tubuh membusuk dalam rentang waktu beberapa nafas saja, pendekar kaisar sekalipun akan dalam bahaya jika terkena racun ini "
"Racun terbaru ini akan disebut racun pembusukan " Yu Xin memperkenalkan racun terbarunya dengan bangga
Di sisi lain, sudut mulut Niu Xingyuo berkedut ketika mendengar nama racun tersebut
Niu Xingyuo menduga bahwa nama racun terbaru Yu Xin akan sangat mengesankan, mengingat efek dari racun tersebut
Namun ia tidak menduga bahwa nama racun yang mematikan tersebut, terdengar sepele
Niu Xingyuo berpikir bahwa bahkan anak berusia tiga tahun pun tertawa keras ketika medengar nama tersebut
Namun ketika mengingat efek samping dari racun tersebut, membuat Niu Xingyuo tidak bisa tertawa
Yu Xin juga melihat reaksi dari Niu Xingyuo, namun ia mempertahankan wajah bangga untuk menutupi rasa malunya
Yu Xin sebenarnya kesal pada dirinya sendiri, meskipun ia adalah seorang jenius ketika membahas tentang racun
Yu Xin benar-benar bodoh dalam memikirkan sebuah nama sehingga ia menamai racun tersebut sesuai dengan apa yang ia pikirkan
***
Nafas Wang Ren memburu, namun matanya masih tenang seperti biasa
__ADS_1
"Aku tidak menduga bahwa sekte pedang kembar akan ikut campur dalam konflik antar sekte yang sangat jauh " pendekar tersebut berkata dengan tersenggal-senggal
Setelah bertukar pukulan cukup lama dengan Wang Ren, pendekar tersebut dapat mengetahui identitas pihak lain
Karena sekte pedang kembar merupakan salah satu sekte menengah yang paling mempesona, sehingga jurus-jurusnya cukup terkenal di dunia persilatan
"Aku hanya lewat, tetapi karena kami terikat saudara sejak dibuatnya aliansi aliran putih seratus tahun yang lalu, aku memiliki kewajiban membantu" Wang Ren berkata dengan lembut
Pendekar tersebut mendengus dingin "Kalian para pendekar aliran putih terlalu naif, berbicara omong kosong tentang aliansi untuk saling membantu, anda harus sadar bahwa sejak kedatanganmu kemari, kematianmu telah ditentukan "
Wang Ren menggelengkan kepala "Hidup dan matiku tidak ditentukan olehmu ataupun sekte dibelakangmu "
Pendekar tersebut kembali mendengus dingin dan berlari menyerang
Ia mengalirkan tenaga dalam menuju pedangnya dan mengayunkan ke arah Wang Ren
Wang Ren yang tidak pernah menurunkan kewaspadaannya sejak awal pertarungan mereka, membalas dengan ayunan pedang
Kedua pedang bertabrakan dan menciptakan percikan api
Keduanya kembali saling menyerang dan melemparkan jurus masing-masing
Dalam beberapa nafas, keduanya telah bertukar belasan jurus
Wang Ren kalah cepat dalam permainan pedang melawan pendekar tersebut
Namun ia berhasil menutupi kekurangan itu dengan kemampuan pedang kembarnya
Setiap kali salah satu pedang terlambat untuk menghentikan serangan pendekar tersebut
Pedang lainnya segera menjadi pelapis dan menghentikan serangan tersebut
__ADS_1
***
Ketika pertarungan Wang Ren kembali meletus, di tengah kekacauan yang sedang terjadi, seorang pria paruh baya terlihat sedang mengatur nafas sambil melihat sekelilingnya
"Apakah aku salah ?" Xie Tong bergumam pelan
Pria paruh baya itu tidak lain adalah Xie Tong, pengawal pribadi Feng Xue
Tubuh Xie Tong yang biasanya bersih dan rapi kini tertutup oleh darah, namun dalam pandangan sekilas seseorang dapat menilai bahwa darah tersebut bukanlah miliknya
Sebagai seorang pendekar raja, ia telah berhasil membantai puluhan sampai ratusan pendekar ahli ke bawah dalam pertempuran malam ini
Xie Tong mengerutkan kening, di tengah pertempuran ia sempat merasakan aura yang sangat akrab sehingga membuatnya menghentikan serangan
Aura tersebut tidak lain milik seseorang yang seharusnya ia lindungi, Feng Xue
Meskipun hanya sesaat, Xie Tong sangat yakin bahwa persepsinya tidak akan salah, namun untuk beberapa alasan, aura tersebut seperti menghilang ke dalam udara tipis
"Semoga semua itu hanya perasaanku saja.." Xie Tong kembali bergumam
Setelah itu, ia kembali memasuki medan perang
***
**Hii... apa kabar para pembaca semua!!
Saya minta maaf atas keterlambatan update cerita PHS
Saya sudah mengumumkan di dua chapter sebelumnya bahwa update PHS mungkin akan terpengaruh di bulan januari ini
Dan akhirnya jadi kenyataan juga
__ADS_1
Saya sendiri nggak tau ini sampai kapan, yang pasti, saya bakal nyempetin buat update tiap hari, mulai hari rabu nanti
Mohon dukungannya yah**