Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Yanjing


__ADS_3

Setelah kejadian Zhou Yu membunuh para perampok, tidak ada lagi hal yang menghambat mereka sehingga akhirnya Zhou Yu dan Yu Lian telah sampai di Ibukota Kekaisaran Song yang bernama Yanjing


Zhou Yu juga akhirnya kembali stabil dan lepas dari trauma atas kejadian membunuh para perampok. Yu Lian hanya tersenyum tipis melihat Zhou Yu kembali seperti biasa, ia sudah menduga bahwa Zhou Yu tidak akan terlalu lama berada pada keterpurukan atas kejadian yang menimpanya karena kecerdasan Zhou Yu yang sangat tinggi sehingga ia bisa mencerna dan memahami situasi yang terjadi padanya lebih cepat dari anak di usia yang sama


Yu Lian dan Zhou Yu mengikuti antrian untuk masuk ke kota Yanjing, setelah menunjukan identitas dan mengurus segala keperluan administrasi, keduanya di perbolehkan masuk


Zhou Yu melihat sekelilingnya dan terpana. Kota Yanjing sangat megah dan juga ramai, dengan di kelilingi tembok pelindung yang sangat besar serta bangunan-bangunan tinggi dan di setiap sudut kota berdiri berbagai bangunan, baik penginapan, restoran, atau tempat jual beli kebutuhan sehari hari


Pasar di kota Yanjing juga lebih ramai dari kota Xin'an karena dapat terdengar suara saling sahut menyahut dari para pedagang yang menawarkan dagangannya juga juga para pembeli yang saling tawar menawar belanjaan


Yu Lian dan Zhou Yu terus berjalan menyusuri kota, mereka berdua berniat mencari restoran untuk mengisi perut, keduanya sampai di sebuah restoran berlantai tiga yang bernama Restoran Teratai Putih,


"Yu'er, inilah restoran yang biasa Guru dan Bibi Gurumu kunjungi jika berada di ibukota, restoran ini salah satu restoran terbaik yang berdiri di ibukota..." Yu mengajak Zhou Yu masuk ke dalam


Keduanya langsung di sambut oleh salah satu pelayan restoran "Selamat datang di Restoran Teratai Putih, ada yang bisa kami bantu? " Seorang pelayan perempuan tersenyum ramah. Namun untuk beberapa alasan tatapan mata pelayan segera terpaku pada pemuda bertopeng dengan jubah putih,


Meskipun menggunakan topeng yang hampir menutupi semua wajahnya, pelayan tersebut dapat menebak ketampanan yang luar biasa di balik topeng yang di kenakannya dan juga di kuatkan dengan fakta bahwa ja memiliki kulit yang lebih indah dari wanita bangsawan sekalipun


Suara Yu Lian menyadarkan pelayan yang memandangi Zhou Yu "Kami ingin makan di lantai tiga dan berikan makan terbaik restoran ini..."


Pelayan restoran segera mengangguk dan buru-buru mengantar mereka ke lantai tiga, saat melewati lantai pertama dan kedua Zhou Yu dan Yu Lian menjadi pusat perhatian di karenakan meskipun memakai topeng, sangat jelas bahwa Zhou Yu memiliki ketampanan yang luar biasa, apalagi dengan mata biru terang yang semakin memikat lawan jenis


Zhou Yu dan Yu Lian berjalan tanpa memperdulikan tatapan semua orang, lantai pertama dan kedua sangat ramai dan tidak tersisa satu meja pun, berbeda dengan lantai ketiga yang hanya tiga dari sepuluh meja yang di tempati pengunjung


hal Itu di karenakan lantai pertama dan kedua biasa di gunakan oleh para warga dan pedagang, sedangkan lantai ketiga biasa di gunakan oleh para pendekar dan keluarga bangsawan


Setiap lantai juga memiliki fasilitas, pelayanan dan harga yang berbeda, Untuk duduk di lantai pertama tidak di pungut biaya sedikit pun dan mendapatkan pelayanan biasa saja

__ADS_1


Sedangkan untuk setiap orang yang ingin duduk di lantai kedua harus membayar sepuluh koin perunggu dan mendapat pelayanan yang lebih baik dari lantai pertama


Setiap orang yang ingin duduk di lantai ketiga harus membayar satu koin perak dan mendapat pelayanan penuh sekaligus hiburan musik dan tarian


Koin-koin sendiri di bagi menjadi tiga, yaitu koin emas, perak dan perunggu. Satu koin emas setara dengan seratus koin perak, dan satu koin perak setara dengan seratus koin perunggu


Para pelayan bergegas mengantarkan makanan pada meja Zhou Yu dan Yu Lian, Para pelayan wanita bergantian untuk mengantarkan pesanan demi melihat sosok Zhou Yu dan berharap mendapatkan sedikit perhatiannya. Hal tersebut membuat Zhou Yu merasa tidak nyaman namun tidak bisa melakukan apapun karena tidak mau menyinggung perasaan para pelayan


***


**Dukung terus cerita Pendekar Harimau Suci dengan memberikan like dan votenya,


ig:Sagara12adi**


Setelah kejadian Zhou Yu membunuh para perampok, tidak ada lagi hal yang menghambat mereka sehingga akhirnya Zhou Yu dan Yu Lian telah sampai di Ibukota Kekaisaran Song yang bernama Yanjing


Zhou Yu juga akhirnya kembali stabil dan lepas dari trauma atas kejadian membunuh para perampok. Yu Lian hanya tersenyum tipis melihat Zhou Yu kembali seperti biasa, ia sudah menduga bahwa Zhou Yu tidak akan terlalu lama berada pada keterpurukan atas kejadian yang menimpanya karena kecerdasan Zhou Yu yang sangat tinggi sehingga ia bisa mencerna dan memahami situasi yang terjadi padanya lebih cepat dari anak di usia yang sama


Yu Lian dan Zhou Yu mengikuti antrian untuk masuk ke kota Yanjing, setelah menunjukan identitas dan mengurus segala keperluan administrasi, keduanya di perbolehkan masuk


Zhou Yu melihat sekelilingnya dan terpana. Kota Yanjing sangat megah dan juga ramai, dengan di kelilingi tembok pelindung yang sangat besar serta bangunan-bangunan tinggi dan di setiap sudut kota berdiri berbagai bangunan, baik penginapan, restoran, atau tempat jual beli kebutuhan sehari hari


Pasar di kota Yanjing juga lebih ramai dari kota Xin'an karena dapat terdengar suara saling sahut menyahut dari para pedagang yang menawarkan dagangannya juga juga para pembeli yang saling tawar menawar belanjaan


Yu Lian dan Zhou Yu terus berjalan menyusuri kota, mereka berdua berniat mencari restoran untuk mengisi perut, keduanya sampai di sebuah restoran berlantai tiga yang bernama Restoran Teratai Putih,


"Yu'er, inilah restoran yang biasa Guru dan Bibi Gurumu kunjungi jika berada di ibukota, restoran ini salah satu restoran terbaik yang berdiri di ibukota..." Yu mengajak Zhou Yu masuk ke dalam

__ADS_1


Keduanya langsung di sambut oleh salah satu pelayan restoran "Selamat datang di Restoran Teratai Putih, ada yang bisa kami bantu? " Seorang pelayan perempuan tersenyum ramah. Namun untuk beberapa alasan tatapan mata pelayan segera terpaku pada pemuda bertopeng dengan jubah putih,


Meskipun menggunakan topeng yang hampir menutupi semua wajahnya, pelayan tersebut dapat menebak ketampanan yang luar biasa di balik topeng yang di kenakannya dan juga di kuatkan dengan fakta bahwa ja memiliki kulit yang lebih indah dari wanita bangsawan sekalipun


Suara Yu Lian menyadarkan pelayan yang memandangi Zhou Yu "Kami ingin makan di lantai tiga dan berikan makan terbaik restoran ini..."


Pelayan restoran segera mengangguk dan buru-buru mengantar mereka ke lantai tiga, saat melewati lantai pertama dan kedua Zhou Yu dan Yu Lian menjadi pusat perhatian di karenakan meskipun memakai topeng, sangat jelas bahwa Zhou Yu memiliki ketampanan yang luar biasa, apalagi dengan mata biru terang yang semakin memikat lawan jenis


Zhou Yu dan Yu Lian berjalan tanpa memperdulikan tatapan semua orang, lantai pertama dan kedua sangat ramai dan tidak tersisa satu meja pun, berbeda dengan lantai ketiga yang hanya tiga dari sepuluh meja yang di tempati pengunjung


hal Itu di karenakan lantai pertama dan kedua biasa di gunakan oleh para warga dan pedagang, sedangkan lantai ketiga biasa di gunakan oleh para pendekar dan keluarga bangsawan


Setiap lantai juga memiliki fasilitas, pelayanan dan harga yang berbeda, Untuk duduk di lantai pertama tidak di pungut biaya sedikit pun dan mendapatkan pelayanan biasa saja


Sedangkan untuk setiap orang yang ingin duduk di lantai kedua harus membayar sepuluh koin perunggu dan mendapat pelayanan yang lebih baik dari lantai pertama


Setiap orang yang ingin duduk di lantai ketiga harus membayar satu koin perak dan mendapat pelayanan penuh sekaligus hiburan musik dan tarian


Koin-koin sendiri di bagi menjadi tiga, yaitu koin emas, perak dan perunggu. Satu koin emas setara dengan seratus koin perak, dan satu koin perak setara dengan seratus koin perunggu


Para pelayan bergegas mengantarkan makanan pada meja Zhou Yu dan Yu Lian, Para pelayan wanita bergantian untuk mengantarkan pesanan demi melihat sosok Zhou Yu dan berharap mendapatkan sedikit perhatiannya. Hal tersebut membuat Zhou Yu merasa tidak nyaman namun tidak bisa melakukan apapun karena tidak mau menyinggung perasaan para pelayan


***


**Dukung terus cerita Pendekar Harimau Suci dengan memberikan like dan votenya,


ig:Sagara12adi**

__ADS_1


__ADS_2