
Satu bulan kemudian
Setelah gelombang siluman melakukan serangan terhadap aliansi yang dibentuk Sekte Mawar Berduri dan Sekte Merpati Darah yang membuat kedua sekte dan sekutunya itu hancur
Dunia persilatan secara mengejutkan menjadi tenang, tidak hanya tidak adanya berita sekte yang di serang oleh gelombang siluman seperti biasanya, bahkan berita tentang pergerakan gelombang siluman yang biasanya muncul dari waktu ke waktu tidak lagi terlihat
Hal itu membuat orang-orang biasa menjadi senang dan berpikir bahwa badai telah berlalu
Namun berbeda dengan reaksi orang-orang tersebut, seluruh kekuatan di dunia persilatan justru menjadi tegang
Mengingat pernyataan para pendekar misterius yang mengaku berasal dari pemerintah surga
Seluruh kekuatan di dunia persilatan memahami bahwa situasi saat ini merupakan ketenangan sebelum badai yang sesungguhnya terjadi
Karena itu, seluruh kekuatan yang tersisa segera bersiap dan berusaha mempercepat proses pemulihan mereka untuk menghadapi badai tersebut
***
Kota Bianjing, Ibukota Kekaisaran Song
Istana Kekaisaran
Dua orang pria terlihat saling berhadapan dengan ekspresi serius
Salah satu pria merupakan seorang pria paruh baya yang terlihat mengenakan jubah emas bergambar naga emas bercakar lima dan mahkota dikepalanya
Sembari duduk di atas singgasana, pria paruh baya tersebut melepaskan aura kaisar yang sangat kuat
Disisi lain, pria lainnya merupakan seorang pria tua yang terlihat berusia sekitar 60-70 tahunan, namun meskipun merupakan seorang pria tua, pria tua tersebut sangat berbeda dengan pria tua pada umumnya
Tidak hanya tubuhnya yang terlihat jauh lebih kekar dan perkasa dari pada pria tua berusia lebih dari setengah abad pada umumnya
Orang-orang yang berada di dekat pria tua tersebut juga akan merasa seperti berdiri di depan sebuah gunung berapi
Meskipun tidak melakukan tindakan apapun, tidak ada yang berani meremehkan keberadaan pria tua tersebut karena bahkan menghadapi aura kaisar yang mendominasi, pria tua tersebut tidak terlihat tertekan apalagi menyusut
Pria tua tersebut kemudian berlutut sehingga membuat baju besi yang melekat ditubuhnya mengeluarkan suara nyaring
“Aku di sini Yang Mulia, ada keperluan apa anda memanggilku ?” Pria tua tersebut bertanya dengan suara yang sangat khas
Mendengar pertanyaan pria tua tersebut, Kaisar Fei Ying tidak marah. Ia justru terlihat malu dan berkata dengan ragu-ragu “Tidak ada orang luar di sini, paman. anda tidak perlu berlutut seperti itu dan membuatku merasa malu”
“Anda tidak perlu merasa malu Yang mulia, aku adalah bawahan mu, adalah wajar bagiku untuk berlutut saat berada di depanmu” pria tua tersebut membalas dengan tenang
Kaisar Fei Ying terdiam sejenak sebelum berkata dengan pelan “Tapi seharusnya akulah yang berada di posisimu, jika bukan karena...”
“Mohon jangan dilanjutkan Yang Mulia” pria tua tersebut menyela dengan nada yang lebih dalam
Mendengar perubahan nada pihak lain, Kaisar Fei Ying menghela nafas dan berkata “Baiklah, maafkan aku paman”
Kaisar Fei Ying kembali terdiam sebelum akhirnya berkata “Ini tentang perang yang akan datang”
“Apakah Anda khawatir kita akan kalah Yang Mulia ?” pria tua tersebut bertanya setelah mendengar ucapan Kaisar Fei Ying
Kaisar Fei Ying menggelengkan kepalanya dan berkata “Entahlah, aku tidak yakin. Tapi saat memikirkannya, aku selalu merasa sangat gelisah”
“Itu wajar. Menghadapi kekuatan yang baru menunjukkan ekornya saja berhasil membuat dunia persilatan terguncang, Aku yakin semua kekuatan juga merasa kegelisahan yang sama” pria tua tersebut membalas dengan tenang
Kaisar Fei Ying mengangguk dan berkata “Itu mungkin”
Keduanya kemudian sama-sama terdiam yang membuat istana menjadi sangat sunyi
Setelah beberapa saat, Kaisar Fei Ying kembali menghela nafas dan berkata “Anda tahu paman ? akhir-akhir ini aku sering berpikir, mungkin menjadikanku seorang Kaisar adalah pilihan terburuk yang pernah di ambil kekaisaran sepanjang sejarahnya”
__ADS_1
“Tidak hanya lemah dalam ilmu silat, selama aku berkuasa, aku merasa kekaisaran tidak pernah tenang dan damai seperti sebelumnya, semuanya menjadi sangat kacau, terutama saat ini. aku merasa aku benar-benar tidak layak untuk menjadi seorang Kaisar” sambung Kaisar Fei Ying dengan nada lemah
Disisi lain, pria tua tersebut menggelengkan kepalanya dan membalas “Jika Anda tidak layak, maka tidak ada yang layak untuk memimpin kekaisaran ini Yang Mulia"
"Berkat kebijakan Anda, kekaisaran menjadi semakin maju dan bergengsi, rakyat juga menjadi semakin makmur dan para pejabat menjadi lebih terbuka dan tidak berani bermain curang”
“Selama perjalananku menyusuri desa beberapa tahun yang lalu, aku menemukan banyak perubahan yang terjadi dengan negeri ini"
"Kemiskinan semakin berkurang, anak-anak yang menjadi semakin pintar dan bahagia. Tidak hanya karena mereka bisa merasakan manisnya ilmu pengetahuan, tapi juga menemukan jalan yang bisa mereka ambil alih-alih hanya mengikuti jalan yang sudah ditempuh orang tua mereka"
"Hal seperti itu tidak pernah aku lihat dalam pemerintahan siapapun termasuk ayahku sendiri”
Mendengar pernyataan tersebut, ekspresi Kaisar Fei Ying tidak berubah sedikitpun dan bertanya dengan lemah “Apa artinya semua itu ketika kita bahkan tidak bisa hidup tenang dan damai paman ?”
“Perubahan yang Anda bawa dan kedamaian yang Anda katakan memiliki jalurnya yang sama sekali berbeda Yang Mulia” pria tua tersebut menjawab dengan tenang
Kaisar Fei Ying menggelengkan kepalanya dan membalas “Perubahan apapun tidak ada artinya sama sekali saat kedamaian itu sendiri hancur paman”
“Tapi mungkin perubahan itu lah yang bisa membawa kedamaian itu kembali Yang Mulia” pria tua tersebut berkata dan menambahkan
“Aku tahu situasi saat ini membuat Anda gelisah, entah gelombang siluman ataupun kekuatan misterius yang tiba-tiba muncul dan merusak kedamaian seluruh wilayah Kekaisaran Song membuat Anda merasa gagal sebagai seorang pemimpin"
"Tapi satu hal yang harus Anda pahami bahwa Anda tidak harus menanggung semuanya sendirian Yang Mulia”
“Aku yakin ada alasan kenapa bencana ini terjadi dan bukan tanggung jawab kekaisaran ataupun anda untuk menanggungnya”
“Tapi bencana ini muncul di dalam wilayahku, jika aku sebagai penguasa tidak bertanggung jawab, lalu siapa yang pantas untuk bertanggung jawab paman ?” Kaisar Fei Ying bertanya dengan nada menyalahkan diri sendiri
Disisi lain, pria tua tersebut tersenyum dan menjawab “Itu aku”
...
Satu bulan kemudian
Setelah gelombang siluman melakukan serangan terhadap aliansi yang dibentuk Sekte Mawar Berduri dan Sekte Merpati Darah yang membuat kedua sekte dan sekutunya itu hancur
Dunia persilatan secara mengejutkan menjadi tenang, tidak hanya tidak adanya berita sekte yang di serang oleh gelombang siluman seperti biasanya, bahkan berita tentang pergerakan gelombang siluman yang biasanya muncul dari waktu ke waktu tidak lagi terlihat
Hal itu membuat orang-orang biasa menjadi senang dan berpikir bahwa badai telah berlalu
Namun berbeda dengan reaksi orang-orang tersebut, seluruh kekuatan di dunia persilatan justru menjadi tegang
Mengingat pernyataan para pendekar misterius yang mengaku berasal dari pemerintah surga
Seluruh kekuatan di dunia persilatan memahami bahwa situasi saat ini merupakan ketenangan sebelum badai yang sesungguhnya terjadi
Karena itu, seluruh kekuatan yang tersisa segera bersiap dan berusaha mempercepat proses pemulihan mereka untuk menghadapi badai tersebut
***
Kota Bianjing, Ibukota Kekaisaran Song
Istana Kekaisaran
Dua orang pria terlihat saling berhadapan dengan ekspresi serius
Salah satu pria merupakan seorang pria paruh baya yang terlihat mengenakan jubah emas bergambar naga emas bercakar lima dan mahkota dikepalanya
Sembari duduk di atas singgasana, pria paruh baya tersebut melepaskan aura kaisar yang sangat kuat
Disisi lain, pria lainnya merupakan seorang pria tua yang terlihat berusia sekitar 60-70 tahunan, namun meskipun merupakan seorang pria tua, pria tua tersebut sangat berbeda dengan pria tua pada umumnya
Tidak hanya tubuhnya yang terlihat jauh lebih kekar dan perkasa dari pada pria tua berusia lebih dari setengah abad pada umumnya
__ADS_1
Orang-orang yang berada di dekat pria tua tersebut juga akan merasa seperti berdiri di depan sebuah gunung berapi
Meskipun tidak melakukan tindakan apapun, tidak ada yang berani meremehkan keberadaan pria tua tersebut karena bahkan menghadapi aura kaisar yang mendominasi, pria tua tersebut tidak terlihat tertekan apalagi menyusut
Pria tua tersebut kemudian berlutut sehingga membuat baju besi yang melekat ditubuhnya mengeluarkan suara nyaring
“Aku di sini Yang Mulia, ada keperluan apa anda memanggilku ?” Pria tua tersebut bertanya dengan suara yang sangat khas
Mendengar pertanyaan pria tua tersebut, Kaisar Fei Ying tidak marah. Ia justru terlihat malu dan berkata dengan ragu-ragu “Tidak ada orang luar di sini, paman. anda tidak perlu berlutut seperti itu dan membuatku merasa malu”
“Anda tidak perlu merasa malu Yang mulia, aku adalah bawahan mu, adalah wajar bagiku untuk berlutut saat berada di depanmu” pria tua tersebut membalas dengan tenang
Kaisar Fei Ying terdiam sejenak sebelum berkata dengan pelan “Tapi seharusnya akulah yang berada di posisimu, jika bukan karena...”
“Mohon jangan dilanjutkan Yang Mulia” pria tua tersebut menyela dengan nada yang lebih dalam
Mendengar perubahan nada pihak lain, Kaisar Fei Ying menghela nafas dan berkata “Baiklah, maafkan aku paman”
Kaisar Fei Ying kembali terdiam sebelum akhirnya berkata “Ini tentang perang yang akan datang”
“Apakah Anda khawatir kita akan kalah Yang Mulia ?” pria tua tersebut bertanya setelah mendengar ucapan Kaisar Fei Ying
Kaisar Fei Ying menggelengkan kepalanya dan berkata “Entahlah, aku tidak yakin. Tapi saat memikirkannya, aku selalu merasa sangat gelisah”
“Itu wajar. Menghadapi kekuatan yang baru menunjukkan ekornya saja berhasil membuat dunia persilatan terguncang, Aku yakin semua kekuatan juga merasa kegelisahan yang sama” pria tua tersebut membalas dengan tenang
Kaisar Fei Ying mengangguk dan berkata “Itu mungkin”
Keduanya kemudian sama-sama terdiam yang membuat istana menjadi sangat sunyi
Setelah beberapa saat, Kaisar Fei Ying kembali menghela nafas dan berkata “Anda tahu paman ? akhir-akhir ini aku sering berpikir, mungkin menjadikanku seorang Kaisar adalah pilihan terburuk yang pernah di ambil kekaisaran sepanjang sejarahnya”
“Tidak hanya lemah dalam ilmu silat, selama aku berkuasa, aku merasa kekaisaran tidak pernah tenang dan damai seperti sebelumnya, semuanya menjadi sangat kacau, terutama saat ini. aku merasa aku benar-benar tidak layak untuk menjadi seorang Kaisar” sambung Kaisar Fei Ying dengan nada lemah
Disisi lain, pria tua tersebut menggelengkan kepalanya dan membalas “Jika Anda tidak layak, maka tidak ada yang layak untuk memimpin kekaisaran ini Yang Mulia"
"Berkat kebijakan Anda, kekaisaran menjadi semakin maju dan bergengsi, rakyat juga menjadi semakin makmur dan para pejabat menjadi lebih terbuka dan tidak berani bermain curang”
“Selama perjalananku menyusuri desa beberapa tahun yang lalu, aku menemukan banyak perubahan yang terjadi dengan negeri ini"
"Kemiskinan semakin berkurang, anak-anak yang menjadi semakin pintar dan bahagia. Tidak hanya karena mereka bisa merasakan manisnya ilmu pengetahuan, tapi juga menemukan jalan yang bisa mereka ambil alih-alih hanya mengikuti jalan yang sudah ditempuh orang tua mereka"
"Hal seperti itu tidak pernah aku lihat dalam pemerintahan siapapun termasuk ayahku sendiri”
Mendengar pernyataan tersebut, ekspresi Kaisar Fei Ying tidak berubah sedikitpun dan bertanya dengan lemah “Apa artinya semua itu ketika kita bahkan tidak bisa hidup tenang dan damai paman ?”
“Perubahan yang Anda bawa dan kedamaian yang Anda katakan memiliki jalurnya yang sama sekali berbeda Yang Mulia” pria tua tersebut menjawab dengan tenang
Kaisar Fei Ying menggelengkan kepalanya dan membalas “Perubahan apapun tidak ada artinya sama sekali saat kedamaian itu sendiri hancur paman”
“Tapi mungkin perubahan itu lah yang bisa membawa kedamaian itu kembali Yang Mulia” pria tua tersebut berkata dan menambahkan
“Aku tahu situasi saat ini membuat Anda gelisah, entah gelombang siluman ataupun kekuatan misterius yang tiba-tiba muncul dan merusak kedamaian seluruh wilayah Kekaisaran Song membuat Anda merasa gagal sebagai seorang pemimpin"
"Tapi satu hal yang harus Anda pahami bahwa Anda tidak harus menanggung semuanya sendirian Yang Mulia”
“Aku yakin ada alasan kenapa bencana ini terjadi dan bukan tanggung jawab kekaisaran ataupun anda untuk menanggungnya”
“Tapi bencana ini muncul di dalam wilayahku, jika aku sebagai penguasa tidak bertanggung jawab, lalu siapa yang pantas untuk bertanggung jawab paman ?” Kaisar Fei Ying bertanya dengan nada menyalahkan diri sendiri
Disisi lain, pria tua tersebut tersenyum dan menjawab “Itu aku”
...
__ADS_1