Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Bukan Bab Lanjutan


__ADS_3

Halo semuanya


Selamat malam bagi yang melihat tulisan ini di malam hari


Selamat pagi bagi yang melihat tulisan ini pagi hari


Selamat siang bagi yang melihat tulisan ini siang hari dan


Selamat sore bagi yang melihat tulisan ini sore hari


Pertama-tama saya mau menegaskan bahwa tulisan atau pernyataan ini bukan tentang cerita PHS


Tetapi tentang keresahan saya selama beberapa hari terakhir sebagai manusia


Saya tau mungkin kurang etis untuk mengungkapkan keresahan saya di sini dengan berbagai alasan di dalamnya


Tapi saya ngga punya pilihan lain karena akun sosmed saya tidak memiliki banyak pengikut yang bisa mendukung saya untuk mengungkap keresahan saya


Karena itu, sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika pernyataan ini akan menganggu kalian


***


Beberapa hari yang lalu, kita semua tau bahwa organisasi Hamas bersama dengan para pejuang Palestina melakukan aksi penyerangan terhadap Israel


Penyerangan itu mengejutkan seluruh dunia karena selain keberanian, taktik yang dilakukan Hamas dan para pejuang Palestina di luar dugaan siapapun, termasuk Israel sendiri


Saya tahu penyerangan itu mungkin melukai warga sipil Israel bahkan mungkin juga menghilangkan sebuah nyawa


Karena bagaimanapun, itu adalah perang sungguhan


Tapi bukan itu poin saya dan alasan saya mengeluarkan statement ini


Poin utama saya, tepat beberapa jam setelah penyerangan Hamas tersebut


Negara barat dengan keras mengutuk tindakan Palestina dan mengatakan bahwa mereka *******


Menurut saya itu ironis karena negara barat jelas bertindak tidak masuk akal dengan berteriak keras pada suatu kejadian dan mengabaikan gambaran besarnya


Tapi kita tahu watak negara barat dan yasudah, karena kekuatan kita memang tidak cukup kuat untuk memaksa mereka mengubah pendapat dan melihat secara adil, jadi saya tidak akan membahas mereka


Yang saya akan bahas adalah respon saudara-saudara sebangsa kita yang menurut saya sangat mengecewakan dan tidak masuk akal


Beberapa hari terakhir saya terus memantau situasi terkini tentang Palestina dan salah satunya lewat aplikasi tiktok


Selama beberapa hari itu, dalam setiap berita yang mengangkat tentang perjuangan Palestina, saya melihat banyak sekali komentar yang seharusnya tidak pernah ada menurut saya


Ada sebuah komentar yang menurut saya sangat-sangat melukai hati nurani kita sebagai seorang manusia


Komentar itu berbunyi begini "So soan nyerang duluan, giliran di serang balik nangis"


Kalimat itu benar-benar membuat saya kecewa dan patah hati karena hal itu benar-benar tidak masuk akal dan melukai hati nurani


Bagaimana bisa seorang makhluk yang mengaku berakal dan beradab mengeluarkan kalimat seperti itu di tengah sebuah pertumpahan darah yang melibatkan sebuah nyawa, ribuan nyawa, bahkan puluhan ribu nyawa ?


Layak ngga sih kalimat itu keluar ?


Dalam sudut pandang agama, jelas nggak


Dalam sudut pandang moral, jelas nggak


Dalam sudut pandang hukum, juga jelas nggak


Jadi, kalimat itu benar-benar jahat dan nggak masuk akal menurut saya


Tapi kemudian ada kalimat lanjutan yang bahkan lebih konyol lagi


Katanya "Kan emng salah palestina, lagi damai-damai, tiba-tiba nyerang Israel"


Mari bayangkan gambaran besar palestina dalam konteks yang lebih kecil


Seandainya kita di bully selama bertahun-tahun dari masa anak-anak sampe sekarang


Di pukul, di caci, di ludahi, di tendang, di perlakukan dengan segala macam kekejaman baik secara fisik dan juga mental


Apa kita ngga akan ngelawan ?


Apa kita bakal diem aja ?


Apa kita bahkan ngga pernah berimajinasi buat bangkit dan mukul balik ?


Apa kita setakut itu atau sesabar itu ?


Jika Jawabannya memang kita seharusnya diem aja dan terus sabar


Saya dengan tulus bilang "Salut buat orang-orang yang berhati lapang itu"


***


Kemudian ada juga saudara sebangsa kita yang mengatakan "Ngga usah ngurusin negara orang, Indonesia juga lagi ngga baik-baik aja"


Kalimat yang terdengar dingin sebagai sesama manusia


Saya sepakat bahwa Indonesia juga sedang tidak baik-baik aja, banyak hal yang terjadi satu tahun terakhir yang bikin kita sadar bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik aja


Tapi saya percaya bahwa hal itu bukanlah alasan kita bisa menutup mata sama situasi yang sedang terjadi di palestina


Hanya karena kita lapar, bagaimana mungkin kita bisa abai terhadap sebuah pembunuhan di depan mata kepala kita sendiri?


Bahkan seorang pengemis rela berbagi sepotong roti dengan seekor anjing


Bagaimana bisa kita sesama manusia tidak bisa menghadirkan cinta seperti itu dalam diri kita ?


***


Selain itu, ada kalimat lain yang menurut saya sama tidak masuk akalnya


"Giliran urusan palestina koar², giliran urusan Rusia Ukraina pada diem aja, katanya kemerdekaan adalah hak segala bangsa"


"Tau, giliran urusan palestina demo berjilid², giliran urusan Rusia Ukraina ngga ada tuh yang teriak di jalan, padahal dua² nya sama² perang"


Pertama-tama, kembali ke alasan keresahan saya sebagai manusia


Layak ngga sih situasi palestina itu kita bandingkan dengan perang Rusia Ukraina ?


Ok saya setuju kedua² nya adalah perang, saya setuju kedua²nya adalah pelanggaran HAM


Tapi poin pentingnya, ketika kita melihat sebuah pembunuh di depan umum


Apakah respon wajar kita itu teriak atau malah bilang ke orang-orang sekitar "Kenapa pada kaget ? kemaren juga ada pembunuhan pada diem aja perasaan"


Reaksi yang menurut saya keliru


Tapi kembali ke komentar itu, "Kenapa pada diem aja waktu perang Rusia Ukraina meletus?"

__ADS_1


Menurut saya itu pertanyaan yang agak aneh, karena ketika perang meletus antara kedua negara, sebelum bahkan rakyat merespon, negara sudah lebih dulu bertindak dengan mengatakan bahwa kami tidak setuju dengan perang ini


Bahkan beberapa waktu lalu di forum PBB, pak menhan kita meminta perang supaya di hentikan dan memberikan solusi yang cukup kontoversial yang akhirnya di kecam oleh negara² barat


Jadi menurut saya, alasan kenapa kita jarang melihat perjuangan saudara kita untuk menghentikan perang Rusia Ukraina adalah karena gerakan rakyat tertutup oleh gerakan mesin raksasa yang di sebut negara


Karena saya pribadi cukup sering melihat perjuangan itu lewat vidio dan sebagainya dari beberapa rekan² saya yang juga berteriak sehingga saya tau bahwa kita ngga diem aja


Selain itu, saat Rusia menyatakan perang terhadap Ukraina, Amerika bersama negara-negara Uni Eropa mengecam keras tindakan itu


Menurut kalkulasi dalam respon tersebut, itu artinya sebagain besar negara di dunia menentang dan mengecam tindakan Rusia


Tapi situasi di palestina jelas terbalik


Ketika Israel melakukan penyerangan, tidak ada komentar yang muncul, bahkan tidak ada berita yang muncul ke permukaan


Tapi ketika palestina melakukan serangan yang jelas² bertujuan memperjuangkan tanah air mereka, kehidupan mereka, masa depan mereka


Sebagian besar negara mengatakan bahwa tindakan mereka adalah ******* dan mereka mengecam tindakan itu dengan sangat keras


Kemudian kenapa ada demo yang berjilid² ? Karena rakyat menuntut negara untuk maju dengan gagah dan mengubah pandangan negara² itu supaya palestina bisa di bebaskan dari penjajahan


Tapi sayangnya, kembali lagi, suara kita tidak bisa di bandingkan dengan suara negara² barat itu sehingga kita seperti membentur tembok


Ada ketidakpahaman di sini


***


Kemudian ada komentar yang berasal dari saudara sebangsa kita yang non-muslim yang bilang begini


"Ngga usah merasa paling tersakiti, emang di Indonesia ngga ada penindasan? Bukannya kalian Umat Islam selalu menindas agama lain karena merasa mayoritas"


"Apa kabar pembubaran di acara-acara agama lain ? Apa kabar persekusi, penggusuran, kesulitan ijin bahkan penolakan pembangunan gereja ?, dari pada ngurusin negara orang, mending urusin negara sendiri dulu deh "


Pertama-tama, kembali ke alasan keresahan ini muncul, KEMANUSIAAN


Kenapa kita harus liat situasi palestina dari sudut pandang agama sih ? kenapa ngga ngeliat dari sudut pandang kemanusiaannya aja gitu


Sadar atau nggak sih, kalimat itu artinya kita membenarkan sesuatu yang di lakukan Israel selama ini yang jelas-jelas menyakiti hati nurani kita sebagai manusia


Berapa banyak kematian yang telah terjadi selama puluhan tahun terakhir ?


Berapa banyak penderitaan mereka hidup dalam kegelisahan?


Rakyat Palestina di penjara di sebuah penjara terbesar di dunia yang disebut Gaza, dimana air, listrik, bahkan makanan di batasi oleh tentara Israel selama bertahun-tahun


Sekali lagi ini bukan tentang agama, ini tentang manusia


Ada seorang anak yang menangis kedinginan karena kehilangan orang tuanya


ada orang tua yang menangis patah hati karena kehilangan anaknya


Ada suami yang menangis pilu karena kehilangan istrinya dan ada juga seorang istri yang menangis putus asa karena kehilangan suaminya


Dan yang lebih tragis, ada sebuah keluarga yang tidak sempat menangis dan di lupakan dunia karena lenyap oleh sebuah ledakan yang tepat mengenai rumahnya


Ada ketakutan yang bersemayam di hati setiap orang yang ada di sana


Apakah kita bisa abai akan hal itu ?


Apakah kebencian agama sehebat itu sehingga mengabaikan moral dan empati?


Apakah kebencian agama sebarat itu sehingga mengabaikan rasa sakit dan juga pilu saat melihat situasi saudara kita di sana ?


Saya harap kita bisa kembali mengutamakan kemanusiaan sesuai dengan ajaran agama kita masing-masing


Adapun perihal persekusi, penindasan, pembubaran, dan penolakan pembangunan gereja


Saya dengan tegas menyatakan tidak setuju dengan tindakan itu


Dan sikap saya juga di miliki oleh sebagian besar umat muslim di Indonesia


Agama kami mengajarkan toleransi yang setinggi-tingginya


Bahkan banyak saudara sebangsa kita yang non-muslim mengetahui penggalan ayat yang berbunyi


"Untuk mu lah agamamu dan untuk ku lah agamaku"


Ayat yang dengan jelas menunjukkan sikap toleransi kami umat muslim terhadap saudara sebangsa kita yang non-muslim


Adapun kenapa ada tindakan persekusi, penindasan, pembubaran, dan penolakan pembangunan gereja dari saudara muslim saya


Saya dengan tegas menyatakan rasa malu dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya


Bukan atas nama orang-orang itu, tapi atas nama Islam yang terus-menerus mereka gembar-gemborkan


Kebenarannya orang-orang itu adalah mereka yang kurang memahami isi dari kitab suci


Mereka adalah oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Islam secara membabi buta tanpa memahami nilai-nilai Islam yang sebenarnya


Saya tau banyak orang yang tidak setuju dengan penggunaan kata "oknum" ini karena beberapa kali saya membaca ada kalimat yang mengatakan


"Oknum, tapi kalo di kumpulin bisa satu kabupaten"


Kalimat yang bikin saya patah hati, tapi saya harus terima itu karena kemungkinan besar itu adalah kenyataan


Saya tau ada banyak umat muslim yang gagal mengerti nilai-nilai Islam dan ajaran yang di tulis dalam kitab suci


Beberapa dari mereka bahkan menyimpan kebencian terhadap agama lain tanpa tau alasan kenapa kebencian itu ada


Tapi satu hal yang harus saya tegaskan, oknum² ini memang banyak, tapi dibandingkan dengan jumlah umat muslim di Indonesia itu, mereka memang sebagian kecil


Yang mana artinya, lebih banyak orang Islam yang sesungguhnya yang mengerti nilai-nilai keislaman dibandingkan dengan orang-orang yang hanya mengaku beragama Islam itu


Dan dengan fakta itu, saya ingin mengatakan, ketika anda yang merupakan umat non-muslim merasa di tindas oleh seseorang yang mengaku muslim dan tidak bisa melaporkannya kepada pihak berwajib


Anda bisa datang dan mengatakan tindakan mengecewakan itu kepada umat muslim yang lain yang tidak hanya sebatas mengaku muslim


Katakan kepadanya tindakan itu supaya dia bisa mengingatkan saudara sesama muslimnya tentang nilai-nilai keislaman yang sesungguhnya


Dengan begitu, anda akan menemukan dua kemungkinan


Kemungkinan pertama adalah orang yang menindas anda akan sadar dan kembali ke jalan yang benar


Dan sebagai korban, anda akan menerima permohonan maaf dan tidak lagi mendapatkan penindasan seperti sebelumnya


Adapun kemungkinan kedua, orang itu tidak akan sadar dan merasa benar sendiri, kebencian menutupi hatinya dari kebenaran


Dan ketika hal itu terjadi, anda akan mengerti bahwa yang salah bukanlah agamanya tetapi orang yang menindas anda


Dan dengan begitu, tidak ada kebencian antar agama yang lahir dari hati murni yang anda miliki


Dan ketika itu terjadi, anda akan berhenti menyalahkan agama dan menghindari orang yang memang sudah salah jalan sejak awal

__ADS_1


Situasi itu bisa anda terapkan juga, pada setiap kasus yang melanggar hak-hak antar umat beragama


Khusus untuk penolakan pembangunan gereja dan pembubaran acara agama


Jika anda mendapati kemungkinan kedua, maka bertanya kembalilah kepada saudara sesama muslim saya yang berada di samping anda itu


Tanyakan apakah dia memiliki solusi lain untuk hal itu


Saya yakin saudara sesama muslim saya akan memberikan solusi yang tepat


Mungkin saudara sesama muslim saya akan berusaha kembali berbicara dengan orang-orang yang melanggar hak-hak antar umat beragama anda dengan membawa tokoh-tokoh lain yang lebih berpengaruh di sana


Atau mungkin anda akan di arahkan untuk membangun gereja atau membuat acara-acara agama itu di sekitar tempatnya dimana hak-hak antar umat beragama di penuhi di sana


Apapun solusi itu, saya yakin saudara sesama muslim saya akan memberikan solusi terbaik untuk anda


***


Poin terakhir dalam keresahan saya, ada sebuah komentar yang menurut saya paling tidak rasional dan menyakiti hati nurani saya sebagai manusia selain poin yang pertama


Ketika berita tentang palestina kembali muncul ke permukaan, ada sebuah komentar yang mengatakan


"Siap-siap aja, sebentar lagi banyak orang yang bawa-bawa kardus di pinggir jalan"


"Auto minta sumbangan"


"Giliran urusan palestina, pada gerak cepat minta-mintain sumbangan"


"Yang pasti sebentar lagi jalan bakal penuh Ama orang yang minta sumbangan"


Saya ngga tau bagaimana perasaan kalian saat melihat komentar ini, tapi saya pribadi merasa miris


Tidak ada konteks Manusia yang saya lihat dari komentar itu


Yang ada hanya kebencian dan matinya hati nurani


Tapi saya tidak akan menyalahkan siapapun, saya hanya merasa kecewa pada sikap orang-orang yang berkomentar itu


Di sini saya mengatakan, jika tindakan penggalangan dana atau meminta sumbangan, baik lewat internet ataupun lewat turun ke jalan dengan berdiri di lampu merah, perempatan jalan, bahkan trotoar itu menganggu kenyamanan anda


Saya sebagai seorang muslim, sekali lagi meminta maaf atas nama saudara sesama muslim saya yang menganggu kenyamanan anda


Tapi satu hal yang harus anda tau, kami ngga pernah memaksa siapapun untuk menyumbang


Tidak ada paksaan ataupun intimidasi supaya orang-orang yang lagi macet-macetan di jalan ataupun yang lagi rebahan sambil internetan untuk melakukan sumbangan


kami juga ngga pernah punya niat buat ganggu perjalanan anda


Kami ngga pernah berniat bikin macet jalan ataupun hal-hal yang membuat anda merasa terganggu


Ngga ada niat kita untuk menganggu kenyamanan anda dalam berkendara ataupun berselancar di internet


Kami ngelakuin itu sesederhana karena kami ngga tega aja ngeliat saudara kami di palestina menderita


Kami sadar bahwa kami tidak bisa ikut berjuang di sana karena berbagai alasan rumit yang kami terutama saya miliki


Karena itu, selain berdoa, kami ingin membantu saudara kami di palestina dengan cara menggalang dana supaya mereka bisa membeli keperluan-keperluan yang jelas kurang di sana


Itu aja


Adapun kemudian ada komenan lanjutan yang mengatakan "Emang yakin, uang sumbangan itu sampe ke warga Palestina? bukannya dubesnya sendiri bilang bahwa mereka ngga pernah menerima uang sumbangan itu"


"Dari pada minta sumbangan buat negara orang, mending buat negara kita sendiri dulu,kan konyol nyumbang buat orang jauh padahal tetangga kelaparan"


Pertama, ketika kita melihat seseorang mengalami kecelakaan di depan mata kita sendiri, respon pertama kita harusnya itu "menolong dan membawa orang itu ke rumah sakit'


Bukan malah mikir "Orang itu bakal selamat atau ngga ya kalo kita bawa ke rumah sakit"


Situasi yang sama juga terjadi pada sumbangan-sumbangan itu, respon pertama kita seharusnya "antara memberi dan tidak memberi"


Bukan malah mikir "kira² uang itu bakal sampai atau ngga ke tangan orang yang berhak"


Karena saya percaya, niat baik tidak boleh dihentikan oleh konsekuensi yang buruk


Niat baik itu murni, tanpa prasangka yang mengekor di belakangnya


Dan perihal tentang tetangga yang kelaparan, saya percaya semua kita ngga bakal akan diem aja ngeliat tetangga kita kelaparan


Kalo pun memang ada, mungkin rezekinya juga kurang, mungkin hatinya belum lapang


Tapi saya yakin tetangga yang lain, bahkan pejalan kaki yang lewat ngga bakal diem aja pas lihat kejadian itu


Karena bagi mereka yang mengerti, kenikmatan hidup adalah saling berbagi


***


Itu adalah komentar-komentar yang paling sering saya liat di berbagai postingan tentang perjuangan Palestina


Semua komentar itu masih terus ada sampai sekarang


Selama beberapa hari terakhir saya mencoba membalas dan menyadarkan orang-orang yang berkomentar seperti itu


Tapi setelah beberapa hari berjuang, saya akhirnya mengerti bahwa kebencian ternyata lebih keras dari pada batu


Bahkan jika kebenaran di depan mata, kebencian mampu menutupinya sehingga membuat kita buta


Tapi pada akhirnya saya percaya setiap bayi lahir dengan suci


Setiap hati diciptakan dengan cinta dan kemurnian


Setiap kepala dibuat dengan kebenaran dan jalan lurus


Maka dari itu, semoga kebencian itu terurai bersama air yang setiap hari kita guyurkan pada tubuh


Juga menghilang bersama mimpi yang setiap hari kita kunjungi


Semoga kita bisa kembali ke jalan yang benar dan bernalar dengan cara yang lurus


Sebab saya percaya hal itu bukan hanya karena kita harus, tapi karena itulah yang benar


***


Kalimat penutup saya dan kesimpulan dari segala keresahan ini


Jika setiap peristiwa dicarikan perbandingannya, maka yang akan kita temukan adalah perdebatan yang ngga ada ujungnya


Jika setiap tragedi dicarikan celah untuk pembenarannya, maka telah mati apa yang disebut kemanusiaan


Dan jika hal itu terjadi, saya dengan tulus mengatakan


"Turut berdukacita atas hilangnya kemanusiaan dalam dirimu dengan segala konteks di dalamnya"


Saya Anggara, mohon maaf dan terima kasih atas waktunya

__ADS_1


...


__ADS_2