Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Saudara Hu II


__ADS_3

Saudara Hu baru saja berhasil menghindari serangan seekor siluman kuda sebelum mendapatkan serangan lain dari seekor siluman banteng


Dalam situasi mendesak dan tidak memiliki ruang untuk menghindar, pria tersebut hanya bisa menyilangkan tangan dan mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya untuk mengurangi dampak dari serangan tersebut


Tandukan siluman banteng mengenainya dengan telak, sehingga membuat pria tersebut terlempar belasan meter sebelum jatuh ke tanah dan memuntahkan seteguk darah


Saudara Hu mengeluh ketika merasakan organ-organnya bergejolak


Meskipun sempat melindungi seluruh tubuhnya dengan tenaga dalam, namun serangan banteng tersebut berada di luar imajinasinya


Pria tersebut melirik siluman banteng yang sudah kembali berlari ke arahnya, kemudian melihat para penduduk desa yang berlarian meninggalkan desa tersebut sambil berteriak panik


"Apakah ini akhirnya ? " Pria tersebut bergumam pelan sambil menutup matanya dan bersiap menghadapi kematian yang akan datang


Namun untuk beberapa alasan, terdengar suara dentuman dari arah siluman banteng yang membuat pria tersebut kembali membuka matanya dan melihat ke sumber suara


***


Zhou Yu tidak melihat proses pertengkaran saudara Hu dan timnya


Namun ia melihat pengorbanan pria tersebut untuk para penduduk desa

__ADS_1


Sejujurnya setelah mengetahui hal itu, Zhou Yu sangat kagum atas tindakan pria tersebut


Karena momentum dan kemampuan yang ditunjukkan pria tersebut hanyalah seorang Pendekar Bergelar


Namun terlepas dari kekuatannya yang tidak cukup untuk menghadapi empat siluman sekaligus


Pria tersebut masih tetap bertarung dengan gagah berani melawan para siluman yang akhirnya membuat para penduduk desa mempunyai waktu untuk melarikan diri


Melihat pria tersebut jatuh dan memuntahkan seteguk darah, Zhou Yu tidak ragu untuk melompat dari punggung Elang Putih demi menghentikan siluman yang sudah kembali berlari ke arahnya, meskipun jarak antara dirinya dan permukaan tanah masih sekitar 10 meter


Zhou Yu jatuh tepat di depan siluman tersebut dan langsung menendangnya dengan tenaga dalam


Siluman banteng tersebut terlambat bereaksi dengan kemunculan Zhou Yu, sehingga kaki pemuda bertopeng tersebut tepat mengenai kepalanya dengan telak yang membuat siluman banteng tersebut terdorong mundur sejauh 5 meter


Sementara Zhou Yu langsung berakselerasi dengan memutar tubuhnya setelah berhasil melakukan tendangan dan jatuh ke tanah dengan mantap


Tidak berselang lama setelah hal itu terjadi, Elang Putih mendarat tepat di samping pemuda bertopeng tersebut yang membuat ketiga siluman lainnya yang berniat menyerang Zhou Yu langsung berhenti


Saudara Hu terkejut dengan kemunculan Zhou Yu dan Elang Putih, namun ketika ia ingin bertanya tentang identitas pemuda bertopeng tersebut


Dadanya terasa sesak yang membuatnya tidak bisa berbicara

__ADS_1


Zhou Yu menemukan hal tersebut, sehingga ia segera mengeluarkan pil penyembuh dari Cincin Ruang dan melemparkannya ke arah Xu Wendao


"Saudara Xu, bantu aku untuk mengurus pria itu, aku harus mengurus para siluman ini terlebih dahulu "


Xu Wendao mengangguk dan segera berjalan ke arah pria tersebut


***


Zhou Yu mengerutkan kening karena merasa aneh dengan kawanan siluman di hadapannya


Meskipun siluman yang biasa hidup berkelompok bukan hal yang baru, namun Zhou Yu baru pertama kali menemui kawanan siluman yang berbeda jenis seperti ini


Seekor kera, seekor macan tutul, seekor kuda, dan seekor banteng. siapapun yang melihat anggota kawanan ini akan merasa luar biasa, karena dalam situasi normal, keempat binatang ini tidak akan berada dalam satu kelompok


Namun terlepas dari keanehan yang di rasakan pemuda bertopeng tersebut, ia harus mengakui bahwa apa yang tergambar di benaknya memang benar adanya


Zhou Yu kemudian menarik Pedang Petir Hitam dari sarungnya dan bersiap melancarkan serangan


Namun seolah tidak ingin Zhou Yu yang mengambil inisiatif, para siluman yang sebelumnya memandangnya dengan waspada tiba-tiba berlari dengan mata haus darah ke arahnya


Melihat hal tersebut, Zhou Yu menggenggam pedangnya dengan erat dan melesat sambil berteriak "Ayolah, Xiao Bai "

__ADS_1


Elang Putih langsung berteriak dengan nada persetujuan dan segera mengepakan sayapnya ke langit setelah mendengar teriakan pemuda bertopeng tersebut


...


__ADS_2