
"Siluman Tingkat Tinggi? " Penatua Agung menaikan alisnya dan berkata dengan ragu "Apakah ada siluman di tingkat itu dalam Gelombang Siluman ini ? "
Menurutnya jika Siluman Tingkat Tinggi juga ada dalam Gelombang Siluman tersebut, mereka sudah melihatnya sejak lama sebab sebagai kekuatan terkuat di dalam Gelombang Siluman
Siluman tersebut akan menjadi yang paling mencolok dan paling merepotkan dalam pertempuran ini
Namun sampai saat ini, serangan terkuat yang membuat para pendekar kelabakan berasal dari Siluman Tingkat Menengah dan Rendah
Mendengar keraguan pria tua tersebut, Yu Lian tidak mengatakan apapun tapi tatapannya terus memindai Gelombang Siluman dihadapannya dengan cermat
Setelah beberapa saat, wanita cantik tersebut kemudian menaikkan alis dan mengangkat busurnya
Anak panah melesat dari busur wanita cantik tersebut dengan kecepatan tinggi
Disisi lain, Penatua Agung mengerutkan keningnya ketika melihat anak panah tersebut melewati beberapa siluman tanpa ada niat untuk mengenainya
Namun tepat ketika Penatua Agung berniat bertanya
Anak panah tersebut hampir mengenai seekor rubah yang memiliki ukuran sangat kecil dibandingkan siluman lainnya
Dan tepat ketika anak panah tersebut berjarak beberapa meter dari Rubah Kecil tadi
Anak panah tersebut hancur bersamaan dengan munculnya sebuah auman yang sangat keras dan mengejutkan seluruh area pertempuran
***
"Auman ini..." Zhou Yu tertegun dan menatap ke sumber suara
Melihat seekor Rubah Ekor Tiga disana, Zhou Yu menarik nafas dingin dan bergumam "Siluman Tingkat Tinggi"
__ADS_1
Sementara itu tepat ketika Zhou Yu tengah menatap siluman tersebut dengan tatapan bermartabat
Sebuah suara tiba-tiba terdengar yang membuatnya mengalihkan perhatian
"Apa kau takut sekarang anak muda ? "
"Tanpa kehadiran Pendekar Pedang Kembar Ilusi, tidak ada yang bisa menghentikan siluman itu sekarang " Sambung sosok berjubah hitam sambil tertawa sinis
Disisi lain, Zhou Yu menatap sosok berjubah hitam dengan tenang dan berkata "Dibandingkan bertanya apakah aku takut dengan kemunculan siluman itu, sebaiknya kau lebih peduli dengan dirimu sendiri "
Setelah mengatakan itu, Zhou Yu kemudian memerintahkan Pisau Pendek untuk menyerang sosok berjubah hitam tersebut
Merasakan bahaya yang tidak bisa dijelaskan dalam hatinya, sosok berjubah hitam tersebut terlihat kebingungan
Namun tepat ketika Pisau Pendek tersebut hampir mengenai dirinya
Merasakan perasaan menyengat dari lehernya
Sosok berjubah hitam tersebut berdiri sambil menyentuh lehernya itu tanpa sadar
Disisi lain, setelah melihat serangannya melesat, Zhou Yu kemudian bergumam "Seperti yang diharapkan, dalam keadaan kritis, naluri para pendekar akan sangat menakjubkan "
Pemuda bertopeng tersebut kemudian mengedarkan pandangannya
Melihat para pendekar sudah melompati Benteng Pertahanan dan bertempur langsung dengan para siluman
Zhou Yu kemudian menghela nafas dan berkata "Sebenarnya aku masih ingin membuktikan banyak hal, tapi sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal itu "
Setelah mengatakan itu, Zhou Yu kemudian menarik pedangnya dan ikut melompat bersama para pendekar yang lain
__ADS_1
***
Sementara itu, di sisi Yu Lian
Penatua Agung beserta para pemimpin Sekte Kecil yang lain terlihat melesat ke arah Rubah Ekor Tiga dengan tatapan bermartabat
Melihat seluruh kekuatan terkuat sudah mulai menerobos, Yu Lian yang masih berdiri di atas Benteng Pertahanan kemudian berteriak
"Ingatlah, target utama kita adalah Siluman Rubah itu, jadi abaikan semua siluman yang menghadang jalan kalian, aku yang akan mengurus mereka dari sini "
Bersamaan dengan teriakan wanita cantik tersebut, sebuah hujan panah tiba-tiba jatuh ke arah Gelombang Siluman, sehingga membuat para siluman yang sebelumnya berniat menghadang langsung tersingkirkan
Melihat jalan dihadapan mereka sudah terbuka
Penatua Agung kemudian melirik sekelilingnya sebelum berkata "Saudara sekalian, sekaranglah saatnya. serang"
Para pemimpin sekte-sekte kecil ikut berteriak dan melesat sambil melemparkan serangan mereka
Disisi lain, melihat kedatangan para pendekar, Rubah Ekor Tiga terlihat membuka mulutnya dan mengeluarkan sebuah bola api raksasa
Kedua serangan bertabrakan, sehingga membuat ledakan yang mengejutkan sekitarnya
Melihat pemandangan tersebut, Penatua Agung dan yang lainnya tidak menyusut dan terus melaju ke arah Rubah Ekor Tiga tadi dengan momentum yang luar biasa
Pertempuran pun tak terelakkan
Dengan berbagai jurus yang dilepaskan Penatua Agung dan yang lainnya membuat pemandangan tersebut terlihat menakjubkan
***
__ADS_1