
"Ternyata Walikota He " Pria paruh baya tersebut menyeringai ke arah sosok yang baru saja menyerangnya dan berkata "aku pikir kau tidak akan berani menunjukkan wajahmu dihadapan kami lagi "
He Riju mendengus dan berkata dengan nada meremehkan "Dua orang pria dewasa bekerjasama untuk menyerang seorang anak muda, bukankah kalian harusnya merasa malu ? "
Pria paruh baya tersebut tidak terganggu dengan ucapan He Riju dan keduanya hanya menatap sambil menyeringai
Di sisi lain, He Riju berjalan ke arah Xu Wendao, setelah memeriksa kondisi pemuda tersebut, ia kemudian mengerutkan kening
Meskipun luka yang diderita pemuda tersebut tidak terlalu mengancam jiwa, namun luka tersebut juga tidak ringan yang membuat He Riju harus memperlakukan dengan serius
"Yu'er, bantu pemuda ini segera " He Riju berkata dengan suara dalam
"Baik ayah " Terdengar jawaban lembut dari kegelapan bersamaan dengan kemunculan seorang gadis cantik berjubah hitam
Setelah memberikan Xu Wendao kepada putrinya, He Riju menatap tajam dan melesat ke arah keduanya
"Kenapa walikota sangat terburu-buru, bukankah baik bagi kita untuk berbincang sejenak " Salah satu pria paruh baya berkata sambil menghadapi serangan-serangan He Riju dengan tenang
He Riju mendengus dan membalas "Seharusnya kalian segera pergi dan tidak pernah muncul lagi di kota ini "
"Apakah walikota terganggu dengan keberadaan kami ?" Salah satu pria paruh baya bertanya sambil menyeringai
__ADS_1
He Riju tersenyum sinis "Awalnya jika kalian segera pergi setelah menyelesaikan urusan kalian, mungkin hanya orang-orang yang berada dibelakang kalian yang akan terpengaruh, tapi sekarang karena kalian berada di sini, jangan pernah berharap untuk kembali dengan utuh "
"Arogan " Pria paruh baya tersebut mendengus dan membalas "Sebelumnya kami berhasil mengalahkanmu, sekarang pun akhirnya akan tetap sama "
***
Tidak jauh dari tempat pertempuran He Riju dan kedua pria paruh baya terjadi
Zhou Yu terlihat berdiri dan memperhatikan semuanya dengan tenang
Dengan persepsinya yang semakin tajam, ia bisa melihat keseluruhan pertempuran tanpa membuka matanya
"Pantas saja aku merasa ada sesuatu yang salah dengan Walikota He " Zhou Yu bergumam pelan kepada dirinya sendiri
Namun meskipun berusaha memaksimalkan kemampuan persepsinya, Zhou Yu tidak bisa mengetahui apa yang salah dengan He Riju, sehingga membuat pemuda bertopeng tersebut menjadi ragu
Tetapi sekarang setelah mengamati pertarungan He Riju dengan kedua pria paruh baya tersebut, Zhou Yu akhirnya mengetahui apa yang salah dengan He Riju sejak awal
Ternyata He Riju terkena luka dalam yang membuat tubuhnya secara tidak sengaja melepaskan perasaan yang berbeda dan tanpa sengaja ditangkap oleh persepsi Zhou Yu
Sementara Zhou Yu akhirnya mengetahui jawaban dari keraguannya
__ADS_1
Pertarungan He Riju dengan kedua pria paruh baya semakin memanas
Meskipun He Riju adalah seseorang yang telah mencapai puncak Pendekar Bergelar
Namun dibawah serangan gabungan kedua pendekar yang memiliki kekuatan tidak jauh dibawahnya, membuat sang walikota berada didalam situasi yang tidak menguntungkan
Apalagi ditambah dengan luka yang He Riju derita, tekanan yang jatuh kepadanya menjadi jauh lebih besar
Ketiganya bertukar belasan jurus, sebelum He Riju melompat mundur dengan nafas terengah-engah
Penampilan He Riju terlihat malu dengan darah yang menetes dari sudut mulutnya
Disisi lain, kedua pria paruh baya terlihat lebih baik, namun meskipun demikian, jika ingin mengalahkan He Riju, kedua pria paruh baya tersebut masih membutuhkan banyak waktu
He Riju menatap keduanya dengan tajam sambil menekan darah yang berguling di tenggorokannya
Setelah nafasnya berangsur-angsur stabil, ia melirik ke arah dimana Zhou Yu berada
Melihat bahwa Zhou Yu sepertinya tidak berniat bergerak, He Riju berkata dengan nada tidak berdaya
"Setelah menyaksikan begitu lama, apa kau hanya akan terus menonton anak muda?"
__ADS_1
***