
'Bulan dan matahari yang berada sejajar dalam garis yang sama ? bukankah artinya bulan purnama ? jadi mereka akan memulai pada saat itu’ Fei Xiao Yuan bergumam sambil menatap ke arah pihak lain dengan tajam
Disisi lain, setelah melihat ekspresi pria tua tersebut, sosok berjubah hitam kemudian kembali berkata “Sepertinya kau mengerti maksud ucapanku tanpa harus aku jabarkan dengan lebih jelas”
Mendengar ucapan tersebut, Fei Xiao Yuan mendengus dan berkata “Aku tidak hanya mengerti ucapan mu, tapi aku juga tahu sejak tadi kau berusaha mencari celah untuk menyerang ku secara diam-diam”
“Sebagai orang yang bisa menembus pertahanan ibukota yang dijaga sangat ketat dan masuk ke dalam istana tanpa sepengetahuan siapapun, harus aku katakan kau benar-benar pengecut” sambung pria tua tersebut dengan nada mengejek
Namun setelah mendengar ucapan pria tua tersebut, sosok berjubah hitam terlihat terkekeh dan berkata dengan tenang
“Kau benar-benar menarik, entah persepsi mu yang terlalu tajam atau memang kekuatanmu yang cukup besar untuk memahami semua yang terjadi. Hal itu benar-benar membuatku sangat tertarik untuk mengetahui jawabannya”
Setelah mengatakan itu, momentum yang sangat besar tiba-tiba muncul dari sosok berjubah hitam tersebut
Tapi menghadapi momentum itu, Fei Xiao Yuan tidak terlihat panik ataupun langsung menanggapi
__ADS_1
Pria tua tersebut justru melirik sekelilingnya dimana para prajurit berada
Meskipun penampilan para prajurit tersebut terlihat pucat akibat momentum yang dilepaskan sosok berjubah hitam
Namun mereka masih menggertakkan gigi dan bersiap menyerang yang membuat Fei Xiao Yuan mengangguk secara diam-diam
“Mundurlah, orang ini akan menjadi urusanku"
Mendengar pernyataan tersebut, para prajurit saling melirik dengan ragu sebelum kemudian mengangguk dan mulai mengambil jarak
Melihat para prajurit mulai bergerak mundur, Fei Xiao Yuan kembali mengalihkan perhatiannya ke arah sosok berjubah hitam dan berkata “Kau boleh mencobanya sekarang”
Ledakan
Sebuah gelombang kejut menyebar dari tengah-tengah halaman sebagai pusatnya
__ADS_1
Para prajurit yang sedari tadi menyaksikan pertempuran tidak bereaksi dan terlambat mengambil jarak yang lebih jauh sehingga membuat mereka terlempar ke udara akibat gelombang kejut tersebut
‘Sial, aku pikir selama aku tidak membangunkan para tua bangka itu, aku tidak akan berada dalam bahaya, tidak aku sangka kekaisaran masih memiliki orang sepertinya’ sosok berjubah hitam bergumam sambil berusaha menstabilkan nafasnya
Namun sebelum ia bisa menghela nafas lega, sebuah anak panah melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi dan membuatnya terlambat bereaksi
Mata di balik jubah melebar dan menunjukkan warna ketakutan saat melihat anak panah yang dilepaskan Fei Xiao Yuan semakin dekat
Tapi tepat ketika anak panah tersebut hanya berjarak beberapa jengkal dari tubuh sosok berjubah hitam tersebut, anak panah lain tiba-tiba muncul dan menabrak anak panah yang dilepaskan Fei Xiao Yuan sehingga membuat anak panah itu gagal menuntaskan tugasnya
Sosok berjubah hitam terkejut dengan perubahan tersebut, namun meskipun demikian gerakannya tidak lambat dan segera mengambil jarak dari jangkauan serangan Fei Xiao Yuan
“Kau selalu saja ceroboh seperti biasanya. Bukankah aku sudah mengatakannya dengan jelas bahwa tugasmu hanyalah mengantarkan bendera itu dan kembali, bukan malah membuat keributan apalagi dalam keributan itu kau kalah dan membuat organisasi merasa malu” sebuah suara dengan nada berwibawa tiba-tiba muncul di udara
Namun mendengar suara tersebut, sosok berjubah hitam tidak terkejut dan bahkan membalas dengan nada kesal “Siapa yang kau sebut kalah ? aku hanya sedikit kerepotan karena kemampuan ilmu panahnya yang cukup hebat. Jika saja dia memberiku kesempatan untuk mengeluarkan sebuah jurus, aku sangat yakin bisa langsung mengalahkannya”
__ADS_1
“Jika kau bisa mengeluarkan jurus saat berhadapan dengannya, itu artinya kau tidak akan pernah berada dalam situasi ini”
...