
“Kalo begitu aku akan mencapainya “ Zhou Yu menjawab dengan serius
Disisi lain, Wang Yuan menyeringai dan membalas “Dengan begitu jalanmu ke depannya akan jauh lebih sulit “
“Tidak masalah. Pelan-pelan saja “ Zhou Yu menanggapi dengan tenang
Wang Yuan kembali memamerkan giginya setelah mendengar pernyataan tersebut dan berkata “Aku suka gayamu “
Tepat setelah Wang Yuan mengatakan demikian. Harimau tersebut langsung mengangkat kepalanya dan melirik ke salah satu arah
Melihat tindakan tersebut, Zhou Yu menaikkan alisnya dan bertanya “Apa yang terjadi senior ?”
“Aku merasakan keberadaan beberapa pendekar di atas kita “ Wang Yuan menjawab dengan singkat
Disisi lain, alis pemuda bertopeng tersebut semakin terangkat dan ikut mengalihkan perhatiannya menuju garis pandang Wang Yuan
Setelah persepsinya juga menangkap pergerakan beberapa pendekar, Ia langsung mengenakan kembali topengnya dan menghilang dari tempat tersebut
***
Sementara itu, tidak jauh dari salah satu tebing di atas Zhou Yu berada sebelumnya. Aksi kejar-kejaran terlihat terjadi di antara enam orang pendekar
Satu pendekar yang menjadi orang yang di kejar terlihat merupakan seorang wanita
Disisi lain, lima orang yang mengejarnya terdiri dari 2 orang wanita dan 3 tiga orang pria
“Saudari Chyou. Berhenti dan kembalilah bersama kami “ Salah seorang pendekar wanita berkata setelah menyadari jarak mereka dengan wanita tersebut semakin melebar
“Benar. Jika kau kembali dengan patuh dan meminta maaf kepada guru, aku yakin guru akan berbelas kasih dan meringankan hukuman mu “ Pendekar wanita lainnya menimpali pernyataan rekannya
Namun mendengar bujukan tersebut, wanita yang dipanggil saudari Chyou hanya mendengus dingin dan semakin mempercepat gerakannya
Akan tetapi tepat ketika jarak wanita tersebut semakin melebar, sebuah jurang tiba-tiba muncul di hadapannya yang membuat wanita tersebut langsung berhenti
__ADS_1
Wanita tersebut kemudian melihat celah di hadapannya sebelum mengalihkan pandangannya ke bawah
Melihat jarak antara dirinya dan dasar jurang, serta sungai yang cukup deras yang ada di bawahnya. Wajah wanita tersebut menjadi jelek
“Padahal kau tahu ujungnya akan seperti apa. Kenapa sampai repot-repot seperti ini ?”
Mendengar pernyataan itu. Wanita tersebut terdiam sejenak sebelum membalikkan tubuhnya dan berkata “Aku menghargai kalian sebagai saudara-saudari seperguruan, jadi kembalilah. Jangan memaksaku membunuh kalian di sini “
“Membunuh kami semua ?” Pendekar pria yang tadi berbicara menyeringai dan berkata dengan nada mengejek kepada rekan-rekannya “Apa kalian semua mendengarnya ? saudari tertua Chyou berniat membunuh kita semua. Itu benar-benar membuatku takut “
Keempat pendekar lainnya tertawa kecil setelah mendengar pernyataan pendekar tersebut
“Kau pikir kau siapa ?” Pendekar tersebut menatap Chyou dengan tatapan mengejek dan berkata “Aku akui kau memang yang terkuat di antara kami. Tapi apakah kau sanggup menghadapi kami berlima sekaligus ?”
Chyou tidak bergeming dan hanya menatap kelimanya dengan tenang
Melihat wanita tersebut tidak menanggapi ucapannya. Pendekar tadi kembali berkata “Chyou. Sudah lama aku melihatmu tidak enak di pandang “
“Karena kau berniat mengkhianati sekte dan tidak mau meminta ampun. Maka dari itu mati saja “ Sambung pendekar tersebut sambil meraung dan melemparkan sebuah serangan ke arah Chyou
Meskipun perintah yang mereka dapatkan dengan jelas menyatakan bahwa mereka harus membawa wanita tersebut kembali hidup-hidup
Namun kecemburuan yang mereka pendam selama bertahun-tahun membutakan mata mereka, sehingga membuat mereka langsung menyerang wanita tersebut tanpa ragu-ragu
Sementara itu, meskipun sudah mengharapkan hal tersebut akan terjadi. Tapi mengingat kenangan mereka sebagai saudara-saudari seperguruan selama bertahun-tahun. Sulit bagi wanita tersebut untuk menyembunyikan kekecewaannya
Chyou kemudian menarik nafas panjang dan mengayunkan pedang yang masih tersarung rapi di genggamannya
Pertempuran pun tak terelakkan
Pedang beradu pedang. Tangan beradu kaki
Meskipun kekuatan Chyou berada di atas mereka berlima, namun menghadapi lima pendekar di tingkat yang sama sekaligus. Wanita tersebut masih sangat kelabakan
__ADS_1
Beberapa luka bahkan mulai tercipta di tubuh wanita tersebut, sehingga membuatnya beberapa kali menarik nafas dingin
Menyadari situasi semakin berbahaya untuknya
Chyou kemudian menarik nafas dan mencabut pedang yang sedari tadi masih tersarung rapi sambil berkata “Kalian yang memaksaku “
“Jurus Pedang Kegelapan-Merenggut Garis Takdir “
Gas berwarna hitam tiba-tiba meletus dari pedang wanita tersebut dan menyebar ke lingkungan sekitarnya, sehingga membuat pandangan kelima pendekar yang mengepungnya menjadi gelap
“Kau... bagaimana bisa kau menguasai jurus ini ?!" Pendekar yang sedari tadi mengejek wanita tersebut berteriak ketakutan setelah menyadari jurus apa yang digunakan Chyou
Namun meskipun menyadari hal tersebut. Semuanya sudah terlambat, karena tidak peduli bagaimana ia dan rekan-rekannya berusaha bergerak dan keluar dari lingkungan yang ditutupi gas hitam tersebut
Tubuh mereka seperti di paku dan enggan menuruti perintah
Menyadari hal tersebut, kelimanya menjadi panik dan berniat memohon belas kasih
Akan tetapi tepat ketika kelima pendekar tersebut berniat berteriak memohon ampun, kelimanya tertegun karena mulut mereka juga tidak mau terbuka apalagi mengeluarkan suara
Hal tersebut membuat mereka semakin panik dan berusaha memberontak sambil mengutuki Chyou bersama semua leluhurnya
Namun hal tersebut tidak dapat mempengaruhi apapun, karena jurus yang dilepaskan Chyou mulai bertindak dan menarik vitalitas mereka dengan kecepatan yang mencengangkan
Hanya dalam beberapa nafas, vitalitas kelima pendekar tersebut tersedot habis yang membuat tubuh mereka menjadi kering dan hanya menyisakan tulang yang dilapisi kulit
Setelah kelima pendekar tersebut tewas. Gas hitam yang menyelimuti mereka kembali berkumpul sebelum kemudian melesat dan memasuki pedang yang ada di tangan Chyou
Disisi lain, Chyou dengan cepat kembali menyarungkan pedangnya
Namun setelah melakukan hal tersebut. Tubuhnya kehabisan tenaga, sehingga membuatnya terjatuh dan berlutut dengan nafas yang terengah-engah
Tepat ketika wanita tersebut berusaha menstabilkan nafasnya, bunyi tepuk tangan bersamaan dengan sebuah suara tua tiba-tiba muncul di udara
__ADS_1
“Luar biasa. Aku tidak salah melihatmu, kau memang muridku yang paling berbakat “
***