
"Meskipun sudah bertahun-tahun lamanya, kau masih saja setajam biasanya " Yun Ao tersenyum ke arah Pedang Kehidupan setelah melihat tanduk yang terpotong rapi akibat tebasan tadi
Jika ada yang memperhatikan secara detail, Pedang Kehidupan terlihat mengeluarkan sinar cahaya berwarna hijau yang sangat lemah setelah Yun Ao mengucapakan kalimat tersebut
Sementara itu, tidak jauh dari tempat Yun Ao berdiri
Ular Naga terlihat mendesis sambil menatap pria tua tersebut dengan marah
Sebagai eksistensi paling kuat di antara para siluman dan merupakan salah satu dari tiga penguasa Hutan Larangan
Ular Naga memiliki tempramen yang sombong dan arogan
Dengan berani mengayunkan pedang kepadanya sudah merupakan provokasi telanjang yang tidak bisa di maafkan Ular Naga tersebut
Apalagi Yun Ao baru saja melukai dan memotong tanduk yang merupakan salah satu bagian paling dibanggakan Ular Naga selama ini, sehingga membuatnya menjadi sangat marah
Dalam kemarahan tersebut, pupilnya berubah warna dan gas hitam mulai perlahan keluar dari tubuhnya
Ular Naga kemudian menjerit dan melesat ke arah Yun Ao dengan ganas
Namun menghadapi pergerakan siluman tersebut, Yun Ao terlihat tenang
Dengan Pedang Kehidupan di tangannya, Yun Ao ikut melesat dengan percaya diri
Yun Ao kemudian mengayunkan pedangnya ke arah Ular Naga
Namun berbeda dengan sebelumnya, ketika melihat Niat Pedang mengarah kepadanya
__ADS_1
Ular Naga tidak lagi ceroboh dengan menghadapinya secara langsung, tetapi justru mempercepat pergerakannya untuk menghindari Niat Pedang tersebut
Meskipun tubuh Ular Naga sangat besar, namun Ular tersebut ternyata sangat licin
Terlepas dari seberapa cepat Niat Pedang Yun Ao melesat ke arahnya
Ular Naga berhasil menghindar dan menggeser tubuhnya tepat waktu, sehingga membuat Niat Pedang yang dilepaskan Yun Ao hanya mengenai udara kosong
Pertempuran keduanya pun berlanjut dimana Ular Naga tidak lagi hanya melemparkan serangan jarak jauh ataupun bertahan melainkan justru memanfaatkan tubuhnya, sehingga membuat lingkungan sekitarnya berantakan
Disisi lain, menghadapi perubahan gaya bertarung Ular Naga, Yun Ao tetap dengan gayanya yang biasa
Namun meskipun demikian, kerusakan yang ditimbulkan pria tua tersebut tidak lebih lemah dari pada tindakan Ular Naga, sehingga memaksa Wu Liang dan yang lainnya menggeser pertempuran mereka
***
Seolah memahami ucapan pria paruh baya tersebut, Kadal Raksasa terlihat menjerit sambil memamerkan taring tajam dari ketiga kepalanya
Namun meskipun demikian, Kadal tersebut tidak segera kembali menyerang seperti sebelumnya melainkan justru menatap Ming An dengan waspada
Melalui pertarungan sebelumnya, Kadal Raksasa menemukan bahwa manusia dihadapannya itu menjadi jauh lebih kuat dari pada saat pertarungan mereka sebelumnya, sehingga membuatnya enggan memulai
Melihat respon Kadal tersebut, Ming An tersenyum dan berkata "Apa kau tidak berniat menyerang ? jika begitu biarkan aku yang maju lebih dulu"
Setelah mengatakan itu, Ming An melesat ke arah Kadal Raksasa sambil mengayunkan pedangnya
Niat Pedang meletus dari ayunan pria paruh baya tersebut dan melesat menuju Kadal Raksasa
__ADS_1
Meskipun tidak sekuat Niat Pedang yang dilepaskan Yun Ao, Niat Pedang yang dilepaskan Ming An berhasil membuat Kadal tersebut merasakan krisis, sehingga membuatnya tidak berani ceroboh
Niat Pedang pria paruh baya tersebut kemudian menabrak salah satu ekor Kadal Raksasa, sehingga membuatnya menjerit
Namun meskipun demikian, Niat Pedang Ming An tidak berhasil melukai ekor tersebut apalagi memotongnya sama seperti yang dilakukan Yun Ao
Melihat hal tersebut, Ming An tidak berhenti dan kembali melemparkan serangan ke arah siluman tersebut
Pertempuran keduanya pun tak terelakkan bersamaan dengan pertempuran lainnya yang semakin memanas
Dengan berbagai unsur alam yang berterbangan, pemandangan di dalam pertempuran tersebut semakin kacau dan sulit ditangkap oleh mata telanjang
Bahkan kabut tebal yang diciptakan oleh Harimau Putih gagal memblokir pemandangan tersebut secara keseluruhan, sehingga membuat siapapun yang melihatnya dari luar kabut akan menemukan pemandangan warna warni dan beberapa kelebatan unsur alam yang terlalu dekat dengan tepian kabut
***
"Apa yang terjadi ?" Wu Liang bergumam saat melihat kabut yang menutupi mereka semakin menipis
"Apakah Harimau Putih kalah ? tapi bagaimana bisa secepat itu ?" Wu Liang kembali bergumam dengan nada tidak percaya
Sama seperti Wu Liang, Yun Ao dan yang lainnya juga terlihat kebingungan setelah menemukan hal tersebut
Ditengah pertempuran yang semakin memuncak, perubahan lingkungan sekecil apapun dapat mempengaruhi hasil akhir pertempuran sehingga membuat mereka tidak berani mengabaikan hal tersebut
Tepat ketika Wu Liang dan yang lainnya masih bertanya-tanya tentang kejadian tersebut
Kabut yang diciptakan Harimau Putih akhirnya menghilang sepenuhnya, sehingga menunjukan pemandangan yang membuat Wu Liang dan yang lainnya tercengang
__ADS_1
...