
"Pegangan, kita akan pergi sekarang " Zhou Yu berkata setelah mendarat di punggung Xiao Bai
Nenek Wan'er menaikan alisnya melihat perubahan sikap pemuda bertopeng tersebut
Namun meskipun demikian ia tidak mengatakan apapun dan langsung berpegang pada bulu Xiao Bai sambil memegang tangan cucunya tersebut dengan erat
Disisi lain mendapatkan perintah dari Tuannya, Xiao Bai langsung menjerit dan mengepakkan sayapnya ke langit
***
Sementara itu tepat ketika Zhou Yu melanjutkan perjalanan menuju Sekte Pedang Kembar dengan kecepatan tinggi
Di Sekte Pedang Kembar itu sendiri, suasana tegang tengah menyelimuti seluruh sekte
Dengan kembalinya para pendekar dari Medan perang dengan luka-luka dan kekalahan, seluruh sekte langsung terbenam dalam hiruk-pikuk
Bukan hanya karena mereka harus melakukan perawatan terhadap para pendekar, tapi mereka juga harus memikirkan jalan keluar untuk situasi berbahaya dihadapan mereka
Mengingat lokasi Sekte Pedang Kembar yang berada tidak jauh dari Hutan Larangan
Mereka akan menjadi salah satu dari sedikit sekte-sekte Aliran Putih yang terkena dampak paling awal
Karena itu, tepat setelah berita kekalahan di garis depan tiba di Sekte Pedang Kembar
Seluruh tetua yang bertugas di dalam sekte segera mengadakan rapat mendadak untuk menghadapi situasi tersebut
Namun sejak rapat pertama diadakan sampai sekarang, mereka masih belum menemukan jalan keluar
Hal itu disebabkan karena selain Gelombang Siluman terlalu terlalu besar sampai membuat orang merasa putus asa
Ketidakhadiran Ming An menjadi salah satu faktor kunci kebuntuan masalah tersebut
__ADS_1
Meskipun akhirnya Yu Lian kembali dan mengambil alih tugas suaminya tersebut
Namun kekuatan Yu Lian tidak bisa dibandingkan dengan suaminya, sehingga membuat beberapa rencana yang telah terbentuk tidak bisa direalisasikan
Yu Lian sendiri menyadari akan hal itu, dengan keberadaan suaminya dan kekuatan tidak terduga yang dia miliki
Mereka bisa dengan percaya diri berhadapan langsung dengan Gelombang Siluman
Namun dengan ketidakhadirannya, kekuatan Sekte Pedang Kembar menurun secara drastis dan tidak lagi bisa disebut sebagai Sekte Menengah paling menonjol di Aliran Putih
***
Yu Lian menatap sekelilingnya, melihat seluruh tetua menunduk kepala mereka, wanita cantik tersebut terlihat menghela nafas
Tepat ketika suasana berat menyelimuti ruangan
Pintu ruangan tersebut tiba-tiba didorong dengan keras, sehingga membuat para tetua terkejut dan langsung berdiri
Sebuah aura yang sangat luas tiba-tiba meletus bersamaan dengan teriakan tersebut, sehingga membuat pendekar yang tadi menerobos masuk langsung tersentak dan jatuh ke tanah
Tubuh pendekar tersebut bergetar hebat karena tekanan aura yang menimpanya
Namun tepat ketika pendekar tersebut hampir tidak bisa bertahan dibawah tekanan aura yang menghimpitnya
Yu Lian tiba-tiba berdiri dan berkata "Penatua Agung, mohon tarik kembali aura anda sebelum murid itu kehilangan nyawanya "
Mendengar ucapan Yu Lian, Pria tua yang dipanggil Penatua Agung melirik pendekar tadi sebelum menarik kembali auranya dan berkata dengan dingin "Pastikan kau memberikan kami penjelasan yang masuk akal sebelum aku berubah pikiran "
"Murid mengerti, Penatua Agung " Pendekar tersebut menjawab dengan susah payah
Setelah menstabilkan nafas dan menenangkan dirinya, pendekar tersebut berkata dengan hati-hati
__ADS_1
"Mohon maafkan kecerobohan murid sebelumnya para tetua, murid terpaksa menerobos masuk karena membawa berita penting "
"Berita penting apa yang kau maksud ?" Yu Lian bertanya dengan alis berkerut
"Ini tentang Sekte Kalajengking Merah " Pendekar tersebut menjawab dengan ragu-ragu
Disisi lain, Alis Yu Lian dan tetua lainnya berkerut, karena Sekte Kalajengking Merah adalah sebuah Sekte Menengah Aliran Putih yang lokasinya tidak jauh dari Sekte Pedang Kembar
"Apa yang terjadi dengan Sekte Kalajengking Merah ?" Yu Lian bertanya dengan nada rendah
Sementara itu Pendekar tersebut tidak langsung menjawab melainkan mengatur bahasanya terlebih dahulu sebelum buka suara
Menurut Pendekar tersebut, Beberapa saat yang lalu pendekar dari Tim Pengintai mengirimkan pesan bahwa Gelombang Siluman tiba-tiba muncul dan menyerang Sekte Kalajengking Merah dengan momentum yang mengejutkan
Karena kekurangan persiapan dan kekuatan, Gelombang Siluman dengan mudah menerobos pertahanan Sekte Kalajengking Merah dan meluluhlantahkan semua yang ada didalamnya sehingga membuat sekte tersebut berantakan dan hancur dalam semalam
Kejadian tersebut terlalu cepat sehingga membuat pasukan yang berada disekitarnya pun tidak sempat bereaksi untuk mengirimkan bantuan
Menurut Tim Pengintai, setelah menghancurkan Sekte Kalajengking Merah, Gelombang Siluman tidak berhenti dan terus bergerak maju menuju Sekte Kapak Bumi
Mengingat jarak antara Sekte Kalajengking Merah dan Sekte Kapak Bumi, kemungkinan besar Gelombang Siluman tersebut sudah tiba di tempat tujuannya
Sementara itu tepat setelah pendekar tersebut menyelesaikan laporannya
Seluruh ruangan menjadi hening, bahkan Penatua Agung yang sebelumnya berdiri dan menatap pendekar tersebut dengan cermat langsung merosot ke arah kursinya dengan penampilan bermartabat
Disisi lain, Yu Lian yang merupakan pemimpin dalam diskusi tersebut tidak mengatakan apapun dan justru bergumam pada dirinya sendiri "Sekte Kalajengking Merah, kemudian Sekte Kapak Bumi, setelah kedua sekte itu musnah, target Gelombang Siluman selanjutnya adalah... "
"Sekte Pedang Kembar "
Yu Lian menghela nafas dan berkata "Meskipun sudah mengharapkannya, aku tidak menduga bencana itu akan tiba di sini begitu cepat "
__ADS_1
...