Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Xu Wendao dan Tuan Muda Xu


__ADS_3

Tidak hanya Zhou Yu, Dai Li yang sedang menikmati makanannya pun terganggu oleh suara tadi, sehingga ia segera mengalihkan pandangannya ke sumber suara


Dai Li kemudian melihat seorang pria muda dengan pakaian mewah khas bangsawan memasuki restoran bersama dengan beberapa pria besar yang memiliki senjata di pinggangnya


Pemuda tersebut berjalan dengan arogan ke arah salah satu tempat duduk dan mengabaikan banyak pasang mata yang memperhatikannya


Ia kemudian berhenti di depan seorang pemuda kurus yang sedang makan


Pemuda kurus tersebut pura-pura tidak melihat dan matanya bergerak kesana kemari sambil menundukan kepalanya


Melihat reaksi pemuda kurus tersebut, pemuda bangsawan tadi mendengus dan memanggil dengan nada dingin "Xu Wendao, semakin hari sayapmu semakin keras saja, kau bahkan berani mengabaikan keberadaanku!"


Tubuh pemuda kurus yang dipanggil Xu Wendao bergetar setelah mendengar perkataan pemuda bangsawan tadi


Ia kemudian berdiri sambil mengangkat kepalanya dengan ragu dan berkata dengan suara tercekat "Saudara kedua.."

__ADS_1


"Tuan Muda Xu, kau harus memanggilku Tuan Muda Xu, bukankah aku sudah mengatakannya beberapa kali? apa kau tuli?! "Pemuda bangsawan menyela ucapan Xu Wendao sambil menyipitkan matanya


"Baik, Tuan Muda Xu..." Xu Wendao tergagap dan menanggapi dengan lemah


Pemuda bangsawan mendengus bangga setelah Xu Wendao menuruti perkataannya


Setelah itu, ia kemudian menyipitkan matanya dan berkata "Awalnya aku sangat bersemangat untuk makan siang di sini, tapi kau malah merusak suasana hatiku yang membuat aku tidak lagi memiliki selera makan. karena ini merupakan kesalahanmu, apapun yang terjadi kau harus bertanggung jawab "


Xu Wendao terdiam sejenak, kemudian segera bereaksi dengan meminta maaf sambil menundukan kepalanya "Maafkan aku karena telah merusak suasana hatimu, Tuan Muda Xu "


"Kau pikir dengan hanya meminta maaf bisa membuat selera makanku kembali ?" Tuan Muda Xu mendengus dingin


Mata Tuan Muda Xu bersinar dengan cahaya licik, ia kemudian menjawab "Bersujud di kakiku!, mungkin dengan begitu suasana hatiku akan terasa lebih baik "


Xu Wendao tertegun, bahkan para pengunjung terpana dengan pernyataan konyol Tuan Muda Xu

__ADS_1


Meskipun Xu Wendao dan para pengunjung tahu kalau kedatangan Tuan Muda Xu ke restoran tersebut hanya untuk mempermalukan Xu Wendao seperti biasanya


Namun bagaimana mereka masih saudara dan memiliki ayah yang sama, tidak peduli bagaimana melihatnya, pernyataan Tuan Muda Xu benar-benar sudah melampaui batas


Tubuh Xu Wendao bergetar, fluktuasi energi meluap dari tubuhnya sebelum kembali menghilang dengan sangat cepat


Tidak ada yang merasakan kemunculan singkat fluktuasi energi tersebut, termasuk para pengawal Tuan Muda Xu, seolah-olah memang tidak pernah ada, kecuali satu orang yang duduk di salah satu meja dengan mata tertutup


Melihat Xu Wendao tidak bergerak, salah satu pengawal yang berdiri paling dekat dengan Tuan Muda Xu segera meneriakinya


"Xu Wendao, apa kau tuli ? kenapa kau masih belum bersujud di kaki Tuan Muda Xu? apa kau berani melanggar perintahnya ?"


Xu Wendao meliriknya sekilas dengan ekspresi kuyu, namun jika Zhou Yu bisa melihat, mungkin ia akan menemukan cahaya dingin yang bersinar di kedalaman mata pemuda kurus tersebut


Xu Wendao kemudian menjatuhkan lututnya yang membuat Tuan Muda Xu tersenyum puas

__ADS_1


Namun tepat ketika Xu Wendao berniat menurunkan kepalanya


Terdengar sebuah teriakan dari salah satu meja yang membuat ia menghentikan tindakannya


__ADS_2