
"Apakah tidak apa-apa, Yu'er " Ming An tersenyum canggung saat merasakan Elang Putih yang mereka tunggangi sangat berhati-hati
"Yakinlah guru, Xiao Bai baik-baik saja " Zhou Yu menjawab dengan percaya diri sambil mengelus bulu Elang Putih untuk menenangkannya
Setelah menyelesaikan urusan mereka di perkemahan Tim Medis, keduanya pun segera berangkat menuju Hutan Larangan
Dan untuk menghemat waktu dan tenaga, Zhou Yu kemudian mengusulkan kepada Ming An untuk menaiki Elang Putih
Meskipun elang tersebut sempat terluka akibat pertempuran melawan kelompok gagak sebelumnya, namun setelah mendapatkan perawatan dari Yang Ye
Sebagian besar luka elang tersebut sudah banyak membaik
Mendengar usulan tersebut, Ming An tidak banyak berkomentar dan langsung menyetujuinya
Selain karena jarak antara perkemahan Tim Medis dan Hutan Larangan cukup jauh, sehingga membutuhkan banyak waktu untuk di tempuh melalui jalan kaki ataupun berkuda
Disisi lain, Ming An juga tertarik oleh tunggangan muridnya itu
Zhou Yu sangat senang Ming An menyetujui usulannya, namun sebaliknya, Elang Putih terlihat tertekan
Meskipun Zhou Yu beberapa kali mengajak orang asing untuk duduk di atas punggungnya
Namun setiap orang yang di bawa pemuda bertopeng tersebut tidak memberikan ancaman apapun kepadanya, sehingga Elang Putih tidak menganggapnya serius
Akan tetapi berbeda dengan biasanya, ketika pertama kali melihat Ming An, naluri binatang buasnya mengatakan bahwa pria paruh baya tersebut sangat berbahaya dan tidak boleh diprovokasi, sehingga membuatnya sangat berhati-hati, terlepas seberapa banyak Zhou Yu berusaha menghiburnya
__ADS_1
***
Setelah Elang Putih mengepakkan sayap, Zhou Yu melirik perkemahan Tim Medis untuk terakhir kalinya sambil bergumam pelan "Semoga saudara Xu baik-baik saja "
Sebenarnya dalam situasi normal, Zhou Yu tidak harus terlalu peduli terhadap nasib Xu Wendao, karena menurut perjanjian yang mereka sepakati
Setelah mengatarkan Xu Wendao menuju ke keluarga ibunya di ibukota, tugas pemuda bertopeng tersebut bisa di anggap selesai
Namun setelah melalui perjalanan bersama, Zhou Yu menemukan karakter pemuda tersebut cukup mirip dengan Dai Li yang membuatnya berpikir layak untuk di anggap teman
Jika bukan karena Xu Wendao sudah ditakdirkan untuk berurusan dengan keluarga ibunya itu, pemuda bertopeng tersebut berpikir untuk menarik Xu Wendao ke sisinya sama seperti Dai Li
Tepat ketika Zhou Yu masih terjebak dalam lamunannya, tangan Ming An tiba-tiba terulur dan menepuk pundaknya dengan ringan
"Tidak perlu khawatir, guru yakin Keluarga Bangsawan Feng tidak akan mempermalukan temanmu " Ming An tersenyum menghibur dan berkata "Meskipun statusnya cukup rumit, tapi bakat ilmu silatnya tidak buruk, guru yakin Keluarga Bangsawan Feng tidak akan bertindak bodoh saat menghadapi hal seperti itu "
"Ngomong-ngomong soal Keluarga Feng, apakah kau ingat kejadian hari itu, Yu'er ?" Ming An tiba-tiba bertanya yang membuat Zhou Yu terlihat lengah
Zhou Yu mengangguk dan menjawab dengan suara rendah "Semua penduduk desa mati dan para pendekar yang menyertainya juga bernasib sama, termasuk juga para pendekar dari Keluarga Feng "
"Kau tidak salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar " Ming An berkata pelan sebelum menjelaskan "Semua orang mati, bahkan pengawal gadis kecil dari Keluarga Feng yang merupakan seorang Pendekar Raja tidak terkecuali, tapi ada satu orang yang selamat dari insiden itu dan sepertinya kau mengenalnya dengan cukup baik "
"Feng Xue ?" Zhou Yu menggumamkan sebuah nama dengan penuh harap
Sebelumnya karena ketakutan dan rasa bersalah ketika mengingat insiden itu, Zhou Yu memutuskan untuk tidak bertanya dan tidak mencari informasi lebih jauh
__ADS_1
Bahkan ketika berada di markas Pavilium Bayangan, Zhou Yu tidak pernah menyebutkan sedikit pun tentang insiden tersebut, karena khawatir kemungkinan terburuk yang selama ini berusaha ia sangkal menjadi kenyataan
Namun setelah mendengar kalimat terakhir gurunya tersebut, Zhou Yu melahirkan sebuah harapan
Ming An terdiam selama beberapa saat sebelum mengangguk sebagai jawaban
Jawaban tersebut membuat Zhou Yu terlihat cerah dan langsung menyerbu gurunya dengan sederet pertanyaan "Benarkah dia ? bagaimana kabarnya sekarang guru ? apakah dia baik-baik saja ?"
Meskipun hubungan keduanya tidak bisa dikatakan sangat dekat, namun Feng Xue merupakan salah satu dari sedikit teman yang dimilikinya
Apalagi penyebab insiden tersebut adalah dirinya sendiri, sehingga membuat pemuda bertopeng tersebut tidak bisa tenang
Melihat reaksi Zhou Yu yang berbeda dari biasanya, Ming An tidak terburu-buru untuk menjawab dan mengangguk diam-diam untuk keputusannya
Sebenarnya hal seperti ini bukanlah sesuatu yang seharusnya Ming An pikirkan sebagai seorang ketua sekte dan Pendekar Suci
Namun mengingat karakter muridnya tersebut, tidak peduli bagaimana ia bersikap biasa saja dipermukaan
Ming An paham akan selalu ada duri di hati muridnya itu dan jika dibiarkan begitu saja, kemungkinan besar muridnya tersebut akan terjebak dengan iblis hati dan tidak bisa melangkah lebih jauh dalam ilmu silat
Karena itulah Ming An sebagai seorang Pendekar Suci yang bermartabat rela mengorbankan waktunya untuk menyelidiki masalah ini
"Dia baik-baik saja " Ming An menjawab dengan percaya diri sebelum menambahkan "Meskipun gadis kecil itu kehilangan kesadaran saat ditemukan, tapi tidak ada hal serius yang mengancam nyawanya, jadi kau bisa tenang sekarang "
Zhou Yu tentunya memahami maksud gurunya tersebut, sehingga ia segera mengangguk dan berkata dengan tulus "Terima kasih guru "
__ADS_1
"Hal-hal sepele "
...