
"Jadi maksudmu, beberapa orang merasa mempunyai kekuatan untuk menguasai Pavilium Bayangan ?" Zhou Yu bertanya dengan alis terangkat
Disisi lain, Bayangan Hitam menganggukkan kepalanya dan menjawab "Itu benar, meskipun mereka masih takut dengan anda, terutama setelah nama anda menyebar ke seluruh penjuru Kekaisaran Song berkat aksi dalam pertempuran sebelumnya, tapi aku yakin cepat atau lambat ambisi mereka akan meningkat ke titik dimana berhasil mengalahkan rasa takut mereka "
Mendengar pernyataan tersebut, Zhou Yu terdiam selama beberapa saat sebelum mengangguk dan berkata "Kau benar, ambisi yang sudah menjadi bibit pasti akan tumbuh besar suatu saat nanti "
"Tapi aku cukup penasaran, ladang yang seharusnya kosong justru mempunyai bibit seperti itu, siapa orang yang menanamkan ambisi itu kepada mereka sebenarnya ?" Sambung pemuda bertopeng tersebut sambil mengalihkan perhatiannya ke arah Bayangan Hitam
Meskipun bukanlah organisasi yang berdiri untuk waktu yang lama
Namun Pavilium Bayangan sangat berhati-hati dalam merekrut anggotanya
Kecuali menurut penyelidikan, pendekar tersebut memiliki reputasi dan kepribadian yang baik
Pavilium Bayangan tidak akan berinisiatif untuk mengundang ataupun menerima seorang pendekar yang ingin bergabung dengan organisasi mereka
Karena itu, Zhou Yu cukup ragu jika ambisi tersebut muncul dengan sendirinya tanpa ada dorongan dari luar
Disisi lain, mendengar pertanyaan pemuda bertopeng tersebut, Bayangan Hitam terlihat ragu-ragu sebelum menjawab "Sejujurnya Pemimpin dan para tetua yang berada di pihaknya juga berpikir demikian dan menurut dugaan mereka, alasan orang-orang itu cukup percaya diri untuk menguasai Pavilium Bayangan adalah karena organisasi Bayangan Darah ikut andil di dalamnya "
__ADS_1
"Bayangan Darah ?" Zhou Yu menaikan alisnya dan berkata "Organisasi pembunuhan bayaran yang pernah meminta kerjasama dengan kita sebelumnya ?"
Bayangan Hitam mengangguk dan menjawab "Itu benar, Tuan Muda "
***
Melihat Bayangan Hitam dan Lei Jun meninggalkan ruangannya
Zhou Yu terlihat termenung
Sejujurnya sejak awal menciptakan Pavilium Bayangan, Zhou Yu sudah mengharapkan kejadian ini
Namun tidak ada yang merasa terlalu besar untuk mencaplok kekuatan yang lebih kecil darinya
Perang antara dua aliran adalah bukit paling jelas dalam pernyataan tersebut
Karena itu, ketika mengetahui bahwa organisasi Bayangan Darah tergiur oleh kemampuan Pavilium Bayangan sekaligus kekayaannya, pemuda bertopeng tersebut tidak terkejut
Zhou Yu hanya tidak menduga hal tersebut terjadi begitu cepat, sehingga membuat situasi di pihaknya menjadi sangat pasif
__ADS_1
Pemuda bertopeng tersebut kemudian menghela nafas dan berkata "Tidak peduli apa yang terjadi, aku tidak boleh memindahkan konsentrasiku sekarang, bagaimana pun juga akarku yang sebenarnya adalah disini, jika aku tidak bisa melindungi semua yang ada disini, menyelamatkan Pavilium Bayangan dari kekacauan yang sedang terjadi tidak ada artinya sama sekali"
"Aku harap Bayangan Darah tidak terlibat terlalu jauh apalagi sampai menyentuh Bibi Zhou dan yang lainnya, atau jika tidak, setelah semua urusanku disini selesai, aku akan memandikan pedangku dengan darah para pembunuh bayaran itu "
***
Sementara itu, di pihak Bayangan Hitam
Setelah meninggalkan ruangan Zhou Yu, pria paruh baya tersebut melirik ke arah pemuda disampingnya dan berkata "Kau menjadi jauh lebih pendiam dari biasanya, bukankah kau mempunyai banyak hal yang ingin dikatakan kepada Tuan Muda "
Lei Jun mengalihkan perhatiannya dan menjawab "Awalnya begitu, tapi saat di dalam ruangan tadi, terutama saat saudara Zhou menatapku, aku merasa sekujur tubuhku tiba-tiba menjadi sangat dingin "
"Persepsimu cukup tajam " Bayangan Hitam memuji secara tidak terduga sebelum berkata dengan serius "Tapi kau benar, aura dan tatapannya bukanlah gaya Tuan Muda yang biasa, bahkan untukku, aku merasa sangat berkeringat saat Tuan Muda mengangkat salah satu jarinya "
"Apakah saudara Zhou dalam masalah senior?" Lei Jun bertanya dengan nada khawatir setelah mendengar pernyataan pria paruh baya tersebut
Disisi lain, Bayangan Hitam menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan samar "Aku tidak yakin "
...
__ADS_1