
"Ini..." Gu Chen tertegun sambil menatap barisan siluman yang mengelilingi mereka
Dalam perhitungan kasarnya, setidaknya terdapat 20 ekor siluman yang mengepung mereka saat ini
Dari momentum yang mereka lepaskan, Gu Chen menduga hampir semua siluman tersebut adalah Siluman Tingkat Menengah yang membuat pria paruh baya tersebut kesulitan berkata-kata
Bahkan di masa puncaknya sekalipun, tidak mungkin dirinya bisa menghadapi siluman-siluman tersebut
Apalagi dengan kondisinya sekarang, di tambah dengan ketiga temannya yang terluka parah
Bukan hanya pria paruh baya tersebut, Pendekar Parang Darah dan pendekar Aliran Hitam lainnya juga terlihat terkejut melihat kemunculan siluman-siluman tersebut
"Badak Bercula, Harimau Angin, Macan Kumbang Darah, bukankah siluman-siluman ini yang menghadang kita sebelumnya ?" Long Aoutian berkata ke arah Pendekar Parang Darah sambil mengerutkan keningnya
Pendekar Parang Darah mengangguk sebagai jawaban
"Apakah ini jebakan yang disiapkan Aliran Putih?" Long Aoutian kembali bertanya
Pendekar Parang Darah menggelengkan kepalanya dan mengalihkan perhatiannya ke arah Gu Chen sebelum menjawab "Aku tidak yakin, tapi sepertinya mereka juga terkejut dengan situasi ini "
***
"Ini merepotkan " Long Aoutian mengumpat pelan saat melihat dua siluman yang mengejarnya
Setelah mendapatkan kepungan dari berbagai siluman, Long Aoutian dan Pendekar Parang Darah segera menyusun rencana untuk menerobos dan melarikan diri dari kepungan siluman-siluman tersebut
__ADS_1
Meskipun kekuatan mereka masih belum cukup untuk menandingi siluman-siluman tersebut, namun dengan kerjasama Long Aoutian dan para pendekar Aliran Hitam lainnya, mereka berhasil mengejutkan para siluman, sehingga membuat mereka bisa melarikan diri dari kepungan tersebut
Untuk membingungkan para siluman sekaligus memperbesar kemungkinan selamat, Long Aoutian dan yang lainnya kemudian memutuskan untuk berpisah di tengah perjalanan
Namun saat Long Aoutian dan yang lainnya berlari ke arah yang berbeda
Long Aoutian sebagai orang yang memancarkan kekuatan paling sedikit mendapatkan perhatian paling banyak dari para siluman
Ketika Pendekar Parang Darah dan yang lainnya masing-masing hanya dikejar satu ekor siluman
Pemuda tersebut dikejar dua siluman sekaligus yang membuatnya terus mengumpat sepanjang pelariannya
Namun meskipun demikian, secara mengejutkan meskipun kekuatan yang dipamerkan pemuda tersebut hanyalah Puncak Pendekar Bergelar
Namun tepat ketika jarak mereka semakin terpaut jauh dan pemuda tersebut hampir lepas dari kedua Siluman Tingkat Menengah yang mengejarnya
Wajah pemuda tersebut berubah dan ia segera menghentikan langkahnya
"Macan Kumbang Darah..." Long Aoutian menarik nafas dingin saat melihat sosok besar berwarna hitam kemerahan di hadapannya
Sementara itu, melihat keterkejutan pemuda dihadapannya, Macan Kumbang Darah menyeringai dan menatap Long Aoutian dengan main-main
"Apa kau meremehkanku ?" Long Aoutian mengerutkan keningnya saat melihat tatapan Macan Kumbang Darah
"Sebagai makanan, kau bahkan berani meremehkan pemangsamu, bukankah itu terlalu sombong ?!" Long Aoutian mendengus dan melepaskan aura berwarna hitam kemerahan yang cukup mirip dengan warna tubuh Macan Kumbang Darah
__ADS_1
Sama seperti yang dirasakan Gu Chen sebelumnya, setelah pemuda tersebut melepaskan aura berwarna hitam kemerahan
Macan Kumbang Darah langsung merasakan bahaya fatal dari tubuh pemuda tersebut yang membuatnya segera menyingkirkan tampilan main-main sebelumnya
Bahkan di kedalam mata siluman tersebut, kemarahan serta niat membunuh tiba-tiba muncul dan mengarah kepada pemuda tersebut
"Apa kau merasakannya juga ?" Long Aoutian tersenyum dingin melihat kemarahan serta niat membunuh tersebut
Seolah pertanyaan pemuda tersebut telah memprovokasi garis bawahnya
Macan Kumbang Darah meraung dan melesat ke arah Long Aoutian dengan momentum yang sangat ganas
Long Aoutian juga tidak mau kalah, momentum memuncak dengan cepat sebelum ia melesat dan bertabrakan dengan Macan Kumbang Darah
***
"Suara pertarungan ? " Zhou Yu menaikan alisnya dan bergumam pelan "Apakah itu mereka ?"
Pemuda bertopeng tersebut kemudian segera mempercepat langkahnya
Namun setelah jaraknya dengan medan pertempuran semakin dekat, pemuda bertopeng tersebut mengerutkan keningnya dan berkata
"Aura ini... Long Aoutian ?"
...
__ADS_1