Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Orang Itu


__ADS_3

Zhou Yu melirik ruangan Ming An sebelum bertanya dengan suara pelan “Apa kau puas dengan jawaban Guruku itu, senior ?”


Setelah mengatakan itu, Zhou Yu terdiam menunggu tanggapan dari Wang Yuan


Namun berbeda dari biasanya, Wang Yuan tidak menanggapi pertanyaan pemuda bertopeng tersebut seolah kalimat yang baru saja di ucapkan Zhou Yu adalah angin lalu


Meskipun Zhou Yu beberapa kali memanggilnya, tidak ada respon dari roh senjata tersebut sehingga membuat Zhou Yu menaikkan alis


Pemuda bertopeng tersebut kemudian menghela nafas dan menggelengkan kepalanya sebelum pergi meninggalkan tempat tersebut


Sementara itu, tanpa pemuda bertopeng tersebut ketahui, di dalam ruangan Ming An, selain gurunya itu, terdapat seorang pria paruh baya lain yang tengah duduk sambil menyilangkan kakinya dengan santai


***


“Jadi selama ini kau mengetahui keberadaan ku ?” Wang Yuan bertanya dengan nada tertarik


Disisi lain, Ming An menaikkan alisnya ke arah pria paruh baya berjubah emas di hadapannya itu dan malah balik bertanya


“Jadi kau mengujiku dengan meminta Yu'er untuk berlatih jurus seorang Praktisi Mental ?"


“Menjawab sebuah pertanyaan dengan pertanyaan adalah tindakan yang kurang sopan anak muda” Wang Yuan berkata dengan dingin


Merasakan suhu ruangan berubah drastis, Ming An tidak terganggu dan berkata dengan santai “Menanyakan privasi seseorang juga merupakan sebuah tabu, senior”


Boom


Bersamaan dengan kalimat Ming An jatuh, seluruh ruangan berubah dan di hantam sebuah badai tak kasat mata sehingga membuat Ming An harus menyipitkan matanya


Namun menghadapi situasi tersebut, Ming An tidak menyusut dan berkata dengan tenang


"Jika kau bersama dengan tubuhmu. tidak, jika setidaknya kau muncul bersama dengan pedang itu, aku mungkin harus menganggap mu serius"


"Tapi dengan kondisimu yang hanya merupakan seutas jiwa, kau terlalu melebih-lebihkan dirimu sendiri"


Setelah mengatakan itu, tekanan tak terlihat muncul dari tubuh Ming An dan menabrak momentum yang di lepaskan Wang Yuan

__ADS_1


Dua momentum besar bertabrakan sehingga membuat seluruh barang di dalam ruangan berterbangan dan terlempar ke segala arah


Di pusat tabrakan, Ming An dan Wang Yuan saling menatap dengan tajam


Tepat ketika tabrakan tersebut hampir mencapai puncaknya, kedua belah pihak menarik momentum mereka secara bersamaan dan membuat seluruh ruangan menjadi sangat tenang


***


"Aku benar-benar tidak menduga akan bertemu seseorang yang memiliki Pohon Jiwa di era tandus ini" Wang Yuan menggelengkan kepalanya dan memuji dengan terus terang


"Dan yang lebih mengejutkan, kendalimu akan Pohon Jiwa tidak kalah dengan Praktisi Mental di era kemakmuran dunia persilatan, benar-benar membuka mata"


Disisi lain, Ming An terlihat acuh tak acuh dan berkata dengan santai


"Kau bereaksi lebih lambat dari yang aku duga, aku pikir kau akan muncul setelah melihatku di medan perang, tidak di sangka butuh waktu yang lama untukmu muncul seperti sekarang"


"Awalnya aku tidak terlalu yakin, karena bahkan di era keemasan dunia persilatan sekalipun, seseorang yang memiliki Pohon Jiwa adalah keberadaan yang sangat langka dan sangat sulit untuk di temui" Wang Yuan membalas sambil mengangkat bahunya sebelum menambahkan


"Jika kau menjadi aku, kau pastikan akan merasakan hal yang sama"


"Mengetahui bahwa ada orang lain yang bisa merasakan kehadiranku tanpa kehendakku sendiri, bukankah hal itu patut untuk di bicarakan ?" Wang Yuan balik bertanya dengan santai


Disisi lain, Ming An menggelengkan kepalanya dan membalas


"Ada banyak alasan untuk kita tidak saling bersinggungan terlepas dari pengetahuan tentang kehadiran masing-masing, aku yakin kau tidak cukup menganggur untuk mengobrol denganku"


"Kau benar" Wang Yuan mengangguk dan menyingkirkan penampilan santainya


"Alasan aku menemui mu adalah karena aku ingin mengetahui kebenaran tentang kejadian 18 tahun yang lalu"


Begitu kata-kata Wang Yuan jatuh, suasana di dalam ruangan seketika menjadi senyap


Ming An yang sebelumnya selalu terlihat acuh tak acuh mengerutkan keningnya dengan tampilan tidak biasa


"Apa yang ingin kau ketahui ?" Ming An bertanya dengan nada rendah setelah terdiam selama beberapa saat

__ADS_1


Sementara itu, Wang Yuan membalas dengan nada berat "Semuanya"


"Semua hal yang terjadi pada tahun itu, kemana orang itu pergi, kenapa aku tidak pernah melihatnya selama ini dan apa alasannya menyerahkan ku pada putranya yang belum dewasa ?"


"Konyol" Ming An mendengus dan berkata dengan sengit "Kau bertanya kepadaku, lalu aku bertanya kepada siapa ?"


Mendengar perkataan Ming An, Wang Yuan mengerutkan keningnya dan bertanya dengan bingung "Apa maksudmu ?"


"Karena akulah yang seharusnya mengajukan pertanyaan itu" Ming An menjawab dengan dingin


Hal itu membuat alis Wang Yuan semakin berkerut


"Aku tertidur saat pertarungan melawan orang tua dari Pemerintah Surga dan aku baru terbangun beberapa tahun terakhir, apa yang membuatmu berpikir aku tahu tentang dia ?"


"Karena kaulah yang terakhir bersamanya" Ming An menjawab pertanyaan tersebut


Disisi lain, Wang Yuan menggelengkan kepalanya dan membalas


"Itu tidak mungkin, jika aku yang terakhir bersamanya, bagaimana mungkin aku jatuh ke tangan putranya dan berada di sini sekarang ?"


"Merpati Kesetiaan lah yang membawamu kepadaku" Ming An membalas dengan suara rendah


***


Keduanya terdiam selama beberapa saat sebelum Wang Yuan kembali buka suara


"Itu artinya dia selamat dalam pertempuran melawan orang tua dari Pemerintah Surga?"


"Lelucon" Ming An mendengus dan membalas


"Meskipun orang tua itu secara misterius meningkatkan kekuatannya dan melampaui tingkat Pendekar Langit, tapi hal itu masih belum cukup untuk bisa mengalahkan orang itu"


"Tidak hanya dia tidak dikalahkan, tapi dia juga berhasil membunuh orang tua itu sehingga membuat Pemerintah Surga tidak berani bertindak untuk sementara waktu"


"Jika bukan karena para tikus dari Pemerintah Surga mengetahui berita tentang menghilangnya orang itu, bahkan jika mereka mengetahui ramalan tentang kehancuran mereka, orang-orang itu tidak akan pernah berani muncul apalagi menyatakan perang terhadap seluruh dunia persilatan"

__ADS_1


...


__ADS_2