
Malam berlalu dengan tenang dan keesokkan harinya
Tepat ketika matahari masih terlihat malu-malu untuk menunjukkan dirinya
Seluruh medan perang tiba-tiba bergetar dan satu demi satu momentum meletus ke udara
Dengan kemunculan momentum-momentum tersebut, aura penindasan di seluruh medan perang semakin kuat dan menyesakan
Namun meskipun demikian, aura penindasan tersebut sepertinya tidak terlalu berpengaruh terhadap para pendekar dari pasukan aliansi yang dibentuk oleh Aliran Putih, Aliran Hitam dan juga Kekaisaran
Sebab kecuali penampilan mereka yang terlihat bermartabat, mata semua pendekar menunjukkan semangat juang yang tak berujung
Terlepas dari keraguan dan ketidakpercayaan diri yang di miliki sebagian besar pendekar sebelumnya
Namun untuk beberapa alasan, emosi-emosi tersebut seolah menguap ke udara
***
Pusat kesehatan
Sebuah area khusus yang dibuat pasukan aliansi di tengah-tengah tenda berbagai kekuatan untuk mendukung para pendekar yang terluka di garis depan
Tepat di depan sebuah tenda besar, seorang wanita cantik terlihat menatap ke arah medan perang dengan ekspresi rumit
Tidak tahu apa yang ada dipikiran wanita cantik tersebut, namun bahkan dengan begitu banyak orang yang berlalu-lalang disekitarnya, wanita cantik tersebut tidak terlihat terganggu
__ADS_1
Meskipun orang-orang yang melewatinya menatap wanita cantik tersebut dengan rasa ingin tahu, namun tidak ada yang berani maju untuk bertanya ataupun bersikap tidak sopan karena identitas wanita cantik tersebut tidaklah sederhana
Ia adalah Dewi Obat alias Yu Lian yang saat ini menjabat sebagai salah satu pemimpin di Pasukan Medis Aliansi
Sebagai tabib terkenal yang termasuk ke dalam sepuluh tabib terbaik di seluruh Kekaisaran Song
Yu Lian mempunyai status yang sangat istimewa
Dalam berbagai perang yang berkecamuk, keselamatannya merupakan prioritas utama bagi kekuatan yang dibelanya kala itu
Karena itu, meskipun statusnya saat ini adalah pemimpin sementara di Sekte Pedang Kembar, ia tidak diijinkan untuk berada di garis depan dan ikut melakukan serangan meskipun kekuatannya juga tidak bisa diremehkan
Yu Lian tidak banyak berkomentar untuk pengaturan itu sebab ia juga memahami bahwa kemampuannya lebih dibutuhkan oleh pasukan medis dibandingkan pasukan di garis depan
Karena itu, setelah menyerahkan pasukan sekte kepada Penatua Agung. Wanita cantik tersebut segera menuju pasukan medis dan menyesuaikan diri dengan mantap
Namun untuk beberapa alasan, sejak terompet perang ditiupkan untuk pertama kalinya, wanita cantik tersebut mematung di tempat dan terus menatap ke arah medan perang dengan emosi yang sulit dijelaskan
Setelah beberapa saat, Yu Lian kemudian menghela nafas
Namun sebelum ia bisa bereaksi lebih banyak, sebuah suara tua dengan nada lembut tiba-tiba muncul dan menarik perhatiannya
"Apa yang anda khawatirkan Dewi ?"
Yu Lian mengalihkan perhatiannya, melihat seorang wanita tua dengan jubah putih yang sudah lusuh tengah menatapnya dengan lembut, wanita cantik tersebut langsung memberi hormat
__ADS_1
"Tidak apa-apa senior"
"Benarkah ?" Wanita tua tersebut melangkah maju sambil tersenyum lembut
Seketika aroma obat yang sangat kuat menyeruak dan menerobos Indra penciuman Yu Lian
Namun meskipun demikian, Yu Lian tidak terganggu, selain karena ia sudah sangat terbiasa dengan berbagai aroma obat
Aroma obat yang menyeruak dari tubuh wanita tua tersebut sangat nyaman dan menenangkan
"Apakah anda yakin ?" Wanita tua tersebut masih mempertahankan senyum lembutnya
Disisi lain, Yu Lian menganggukkan kepala sebagai jawaban
"Baiklah, semoga semua seperti yang anda katakan" Wanita tua tersebut tersenyum sebelum mengalihkan perhatiannya ke arah medan perang dengan ekspresi khawatir
"Tulang tua ku sudah sangat renta, aku khawatir tidak bisa mendukung pasukan sebesar ini dengan kondisiku sekarang, aku hanya bisa berharap kepada anda, Dewi"
Mendengar pernyataan tersebut, Yu Lian menundukkan kepalanya dan membalas "Anda menilai ku terlalu tinggi senior, aku khawatir mengecewakan penilaianmu"
"Aku yakin dengan penilaianku" Wanita tua tersebut membalas dengan percaya diri sebelum berkata dan berbalik pergi
"Baiklah, jangan hanya menonton, saatnya menyiapkan berbagai obat dan perlengkapan lainnya, aku selalu merasa hari ini tenda kita akan sangat penuh"
Yu Lian terdiam sambil menatap punggung wanita tua tersebut sebelum kemudian melirik ke arah medan perang untuk terakhir kali
__ADS_1
"Yu'er, jangan ke sini..."
...