
Zhou Yu terengah-engah sambil berlutut setengah kaki dengan ditopang oleh Pedang Petir Hitam
Terlihat banyak luka dengan darah yang masih segar ataupun telah mengering di tubuhnya
Disisi lain, ketiga pendekar paruh baya tersebut menatap Zhou Yu dengan cermat
Meskipun nafas mereka juga sedikit memburu, tapi jauh lebih stabil dari pada Zhou Yu
Selain itu, hanya beberapa luka ringan yang berhasil bersarang ditubuh ketiganya
"Anak kecil, kau sungguh luar biasa, bahkan dengan kerjasama kami bertiga pun, kami masih sangat sulit untuk mengalahkanmu, benar-benar jenius yang layak " Pria paruh baya dengan tombak memuji dengan terbuka
Zhou Yu tidak menjawab dan hanya menatap ketiganya dengan tajam
"Anak ini sangat tampan, aku sangat enggan untuk membunuhnya, bagaimana jika aku membawanya pulang dan menikahkannya dengan cucuku, dengan bibit sebagus ini, cucuku pasti akan melahirkan seorang anak yang jenius dan tampan "Wanita paruh baya ikut buka suara
Mendengar perkataan wanita paruh baya tersebut, sudut mulut kedua pria paruh baya berkedut
Pria gemuk menatap tajam dan berkata kepada wanita paruh baya tersebut "Jangan berbicara omong kosong, dengan kemampuan anak ini, kau tidak akan bisa menahannya "
Wanita paruh baya tersebut mendengus dengan cemberut, tapi tidak membalas
Melihat pertengkaran keduanya, pria paruh baya pengguna tombak menggelengkan kepala
Ia kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Zhou Yu dan berkata "Sesungguhnya, setelah bertarung denganmu, aku mulai berharap bisa melihatmu tumbuh, aku ingin tahu sejauh mana kau bisa melangkah di masa depan, tapi sayangnya kesempatan itu tidak mungkin"
Pria paruh baya tersebut menghela nafas penyesalan dan kembali berkata "Seandainya kau tidak terlalu implusif dan menyembunyikan kemampuanmu dengan baik, kau tidak akan mungkin menjadi fokus perhatian orang-orang yang di atas, dengan begitu, mereka juga tidak akan memberikan perintah untuk membunuhmu "
__ADS_1
Zhou Yu mengerutkan kening setelah mendengar penjelasan pria paruh baya tersebut, ia kemudian bertanya dengan ragu-ragu "Maksudmu.."
Pria paruh baya tersebut menyela sambil mengangguk "Ya, kau sudah menarik perhatian para petinggi Aliran Hitam dan mereka sangat khawatir dengan potensimu "
Melihat Zhou Yu tidak membalas, pria paruh baya tersebut kembali melanjutkan "Meskipun menjadi orang yang menonjol itu baik, tapi dalam situasi saat ini, terlalu menonjol bukanlah tindakan yang tepat "
"Kedua aliran sudah saling menyeimbangkan kekuatan masing-masing sejak lama, mereka pasti tidak akan membiarkan satu sama lain memiliki kekuatan yang lebih tinggi dan ada yang merusak keseimbangan itu "
"Kau tahu ? seorang jenius lahir setiap harinya, tapi hanya sedikit yang berhasil selamat dan mencapai puncak "
Ketika mengatakan hal tersebut, pria paruh baya pengguna tombak terlihat sedih dan penuh penyesalan
Zhou Yu menstabilkan nafasnya, kemudian bertanya "Kenapa kau memberi tahuku semua ini ?"
Pria paruh baya tersebut tersenyum dan menjawab "Bisa dikatakan, aku sangat mengagumi dan kasihan kepada para jenius langka sepertimu "
"Sering kali, orang-orang sepertimu mati sebelum tumbuh "
"Mungkin itu yang disebut : sebuah pohon selalu menarik perhatian angin atau mungkin juga, surga menutup pintu dan membuka jendela "
Pria paruh baya tersebut kemudian memandang Zhou Yu dengan emosional "Karena kau akan mati, aku tidak tega melihatmu mati tanpa tau alasannya, maka dari itu, aku memberi tahumu semua itu "
"Meskipun kau tidak memberitahuku semua itu, aku tidak akan menjadi hantu penasaran, karena ketika seorang pria memasuki medan perang, ia harus siap kehilangan nyawanya, terlepas dari semua alasan yang ada, sebab sebuah alasan, hanya diciptakan oleh orang-orang yang lemah " Zhou Yu menarik nafas dan berdiri sambil berpegangan pada Pedang Petir Hitam
Setelah itu, ia menatap pria paruh baya tersebut dengan tajam dan berkata "Lagi pula, siapa yang memberimu kepercayaan diri untuk membunuhku ? apakah aku akan mati hari ini atau tidak, masih belum diketahui "
Pria paruh baya tersebut mengerutkan kening "Anak muda, adalah wajar bagi seorang jenius untuk memiliki sifat sombong, tapi setidaknya, kau harus melihat situasinya secara keseluruhan, bukan justru menyombongkan diri secara membabi buta "
__ADS_1
"Lagi pula, kenapa kau berbicara begitu banyak omong kosong dengan bocah mati ini, sudah jelas dia memiliki mata di atas kepala, kau berbicara dengannya, dia menganggapmu seperti angin "Pria gemuk berkata dengan tidak sabar
Di sisi lain Zhou Yu menarik nafas dengan tenang
Tentu saja, ia tidak sombong dan percaya diri secara membabi buta
Ketika ketiga pendekar tersebut berbicara sebelumnya
Zhou Yu telah membuat rencana putus asa dengan memasuki Cincin Ruang untuk menghindari ketiga pendekar tersebut
Namun ia masih sedikit ragu-ragu, arena jika ia tiba-tiba menghilang secara misterius, ketiga pendekar tersebut pasti curiga dan akan membawa dirinya ke dalam bahaya yang lebih besar lagi di masa depan
Dan tepat ketika Zhou Yu sedang memikirkan cara lain
Yang Ye yang selalu bermeditasi sejak kejadian terakhir kali tiba-tiba membuka matanya dan memberikan saran, agar dirinya menggunakan Pedang Raja Harimau Emas untuk menghadapi ketiga pendekar ini
Zhou Yu tidak segera setuju atas saran Yang Ye, karena kejadian terakhir kali masih membayangi Zhou Yu
Sehingga ia masih memiliki rasa takut terhadap Pedang Raja Harimau Emas
Namun penjelasan pria paruh baya pengguna tombak telah membuat Zhou Yu yang sebelumnya ragu-ragu
Segera membuat keputusan untuk menggunakan Pedang Raja Harimau Emas
Meskipun menghindar dengan cara memasuki Cincin Ruang akan mendarita kerugian paling sedikit dalam jangka pendek
Namun dalam jangka panjang sangat tidak menguntungkan
__ADS_1
Apalagi setelah mengetahui bahwa dirinya telah menarik perhatian para petinggi Aliran Hitam, kerugiannya menjadi jauh lebih besar