
6 bulan berlalu sejak undangan pertemuan Aliran Putih disebarkan
Seluruh pemimpin sekte kecil, menengah, maupun besar telah tiba di Sekte Gunung Kunlun satu bulan sebelumnya
Setelah diskusi sengit antara para pempin sekte tersebut dan didorong oleh kemarahan karena tindakan Aliran Hitam sebelumnya
Aliran Putih akhrinya dengan tegas menyatakan perang, terhadap Aliran Hitam
Pernyataan perang tersebut seperti batu besar yang dilemparkan ke dalam danau
Situasi dunia persilatan kembali bergejolak dan rakyat menjadi semakin cemas dan gelisah
Ketika rakyat sedang diliputi kecemasan, berbagai perampok tiba-tiba muncul di desa maupun kota untuk memanfaatkan situasi tersebut
Kaisar Song yang menerima laporan tersebut sangat marah, ia segera mengeluarkan dekrit agar tentara dan penjaga kota untuk memberantas seluruh kelompok perampok tersebut
Ketika dekrit tersebut sedang dilaksanakan
Dekrit lainnya turun, Kaisar memerintahkan agar seluruh Kekaisaran mengisolasi diri
Penjaga di desa maupun kota akan diperketat, rakyat diwajibkan tetap tinggal ditempat masing-masing dan tidak diperbolehkan untuk keluar-masuk desa maupun kota, guna meminimalkan korban yang akan ditimbulkan oleh perang, jika ada yang melanggar perintah tersebut, Kekaisaran tidak bertanggung jawab atas konsekuensinya
Dengan dukungan Dewa Mabuk, Kaisar Song juga mengeluarkan dekrit yang mengejutkan
Menurut perintah Kaisar Song, siapapun yang berani menyerang rakyat Kekaisaran Song akan dieksekusi ditempat, terlepas dari faksi mana ia berasal
Dekrit tersebut mengejutkan seluruh Kekaisaran Song
Rakyat terkejut dan gembira, mereka tidak lupa mempersembahkan dupa dan memberikan pujian kepada Kekaisaran
Namun berbede dengan kebahagian rakyat, keluarga-keluarga yang berkuasa menjadi gelisah
__ADS_1
Banyak pejabat maupun bangsawan yang membuat petisi agar Kaisar Song mencabut dekrit tersebut, karena akan sangat membahayakan seluruh Kekaisaran
Mereka beralasan bahwa dekrit tersebut adalah provokasi terbuka kepada kedua aliran
Namun meskipun banyak surat petisi berterbangan memasuki pengadilan Kekaisaran
Kekaisaran Song tidak bersuara dan masih dengan tegas melaksanakan dekrit tersebut
***
Di sebuah restoran
Terlihat dua pria sepuh sedang duduk dengan meja dipenuhi guci arak
"Dekrit kaisar sungguh berani, sepertinya saudara Tao memberikan banyak kenyamanan kepada Kaisar Song " Salah satu pria sepuh yang berpakaian abu-abu bersih dan terlihat seperti seorang cendekiwian berkata kepada pria sepuh yang terlihat kotor dan menyedihkan
Tao Ming meneguk araknya kemudian berkata sambil tersenyum "Aku juga meremehkan keberanian kaisar, tidak di duga, kunjunganku ke istana membuatnya sangat percaya diri, tapi hal itu juga bagus, aku menjadi lebih santai dalam melewati perang ini "
"Bagaimana dengan anda, saudara Tao ?, setelah mengetahui seluk-beluk dari alasan perang, apakah anda akan terlibat dalam perang ini ?"
Tao Ming meneguk kembali araknya dan menjawab dengan acuh tak acuh "Selama orang-orang itu tidak membuat tindakan dan terlibat dalam perang, aku juga tidak akan bergerak "
Wang Jhinxie menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis, melihat sikap ceroboh Tao Ming
Keduanya kemudian kembali melanjutkan perbincangan
Tepat ketika keduanya sedang berbincang dengan tenang
Sebuah kelompok yang dipimpin oleh seorang pemuda memasuki restoran dan melirik ke sekelilingnya, kemudian mengarahkan perhatiannya ke arah Tao Ming dan Wang Jhinxie
"Dimana menejer kalian, kenapa kalian mengijinkan seorang pengimis bau untuk masuk ke restoran ini ?" Pemuda tersebut berteriak arogan
__ADS_1
Para pelayan panik, ketika melihat pemuda tersebut, karena pakaian pemuda tersebut sangat bagus seperti seorang bangsawan, ditambah dengan orang-orang besar yang berada dibelakangnya, membuat mereka tidak berani membantah dan segera berlari untuk memanggil menejer restoran
Namun sebelum menejer restoran tiba, pemuda tersebut sangat marah, karena kedua orang yang ia maksud, tetap acuh tak acuh dan tidak menghiraukan perkataannya, sehingga ia segera memerintahkan orang-orang dibelakangnya untuk memukuli kedua pria sepuh tersebut
Orang-orang dibelakang pemuda tersebut meremas tinju dan berjalan ke arah Tao Ming dan Wang Jhinxie sambil menyeringai
"Berani mengabaikan tuan muda kami, kalian harus dipukuli sampai mati, orang tua " salah satu pria berkata sambil mengayunkan tinjunya
Wang Jhinxie melirik Tao Ming sejenak, melihat Tao Ming masih acuh tak acuh sambil menikmati araknya, ia merasa tidak berdaya
"Anak jaman sekarang memiliki tempramen yang buruk " Wang Jhinxie menghela nafas sambil mengangkat tangannya dan menangkap kepalan tangan pria tersebut
Ia kemudian memutar pergelangan tangan pria tersebut, sehingga membuat pria tersebut menjerit, seperti babi disembelih
Sebelum yang lainnya bereaksi, Wang Jhinxie telah berpindah tempat dan memukul pria lainnya
Hanya dalam beberapa nafas, seluruh kelompok pria yang berjumlah 10 orang terbaring sambil meringis kesakitan, menyisakan pemuda yang arogan itu sendirian
Pemuda tersebut memucat, melihat seluruh bawahannya terbaring
Ia sangat ketakutan, sehingga kakinya bergetar dan mengencingi celana ketika melihat pria sepuh yang sedang menatapnya itu
Melihat pemuda arogan itu kencing di celana, Tao Ming yang selalu acuh tak acuh berkata sambil tersenyum kepada Wang Jhinxie "Selain memiliki tempramen buruk, anak jaman sekarang juga semakin mengecewakan, hanya berani menggertak yang lemah dan takut yang kuat "
Wang Jhinxie mengangguk
Keduanya kemudian berjalan pergi meninggalkan restoran tersebut, tanpa mengucapkan sepatah kata pun
Menejer restoran melihat kepergian keduanya dengan ketakutan
Sebenarnya ia telah tiba, namun ketika ia melihat Wang Jhinxie memukuli sepuluh pria besar, hanya dalam beberapa nafas, ia segera bersembunyi dan tidak berani menengahi
__ADS_1
Sementara pemuda arogan sebelumnya telah kehilangan kesadaran, karena Wang Jhinxie sempat menepuk pundaknya sebelum pergi