Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Kekacauan di dalam Pavilium Bayangan


__ADS_3

Keduanya terus berbicara tentang perkembangan panti asuhan sampai Zhou Yu berkata dengan tiba-tiba "Apakah ada sesuatu yang menganggu pikiranmu bibi ?"


Meskipun Zhou Huya terlihat santai dan bahagia, namun Zhou Yu merasakan kegelisahan dari wanita paruh baya tersebut yang membuatnya penasaran


Zhou Huya terdiam dan meluruskan wajahnya sebelum akhirnya buka suara "Begini Tuan Muda..."


Menurut penjelasan wanita paruh baya tersebut, sejak berita menghilangnya Zhou Yu keluar dan di dengar para penatua Pavilium Bayangan


Terjadi gejolak yang belum pernah terjadi sebelumnya di dalam organisasi


Meskipun beberapa penatua masih sangat jujur dan tidak melakukan tindakan apapun, namun beberapa penatua lainnya melahirkan pemikiran yang berbeda setelah mendengar berita tersebut yang membuat Zhou Huya kehilangan kendali sepenuhnya atas organisasi


Situasi tersebut juga berbuntut kepada para anggota yang membuat para pendekar tersebut kebingungan sekaligus khawatir karena takut salah memilih suaka


Untungnya meskipun beberapa faksi mulai muncul di dalam organisasi, situasinya masih sangat terkendali, karena meskipun ketua sekaligus pemilik organisasi menghilang dan tidak diketahui keberadaannya


Namun latarbelakangnya berhasil membuat para penatua yang memiliki pemikiran lain tidak berani melakukan tindakan yang lebih besar, selain mengajak para pendekar yang ada di bagian bawah untuk memihak dan menjadi pengikutnya


Zhou Yu terdiam setelah mendengar cerita wanita paruh baya tersebut


Sejujurnya masalah ini sudah sesuai dengan harapannya, karena bagaimanapun Pavilium Bayangan adalah organisasi yang sangat baru, sehingga fondasinya masih belum cukup untuk menahan guncangan yang terjadi


Meskipun para penatua dan anggota yang dipilih oleh Pavilium Bayangan adalah para pendekar yang jujur dan tidak memiliki noda di masa lalu

__ADS_1


Namun hati manusia seperti samudera yang dalam, tidak peduli seberapa baik orang tersebut dipermukaan, tidak ada yang tahu kebenaran apa yang disembunyikan didalamnya


***


"Jadi mereka sudah menyelidiki latarbelakangku ?" Zhou Yu tertawa kecil


Melihat Zhou Yu tidak marah setelah mengetahui situasi Pavilium Bayangan, Zhou Huya menghela nafas lega


Ia sangat khawatir pemuda bertopeng tersebut akan menyalahkannya atas kekacauan yang terjadi di dalam organisasi


"Sepertinya demikian Tuan Muda " Zhou Huya menjawab setelah beberapa saat


Zhou Yu mengangguk dan berkata "Aku mengerti, tapi saat ini aku tidak punya waktu untuk mengurus kekacauan yang terjadi di dalam organisasi, kedatanganku kemari hanya untuk mengetahui informasi yang terjadi di medan perang selama satu tahun terakhir, bisakah bibi menyiapkannya untukku ?"


Zhou Huya mengangguk tapi masih belum bergerak yang membuat Zhou Yu menaikan alisnya dan bertanya


Zhou Huya terlihat ragu-ragu sebelum akhirnya berkata "Sebelumnya mohon maafkan bibi Tuan Muda, tapi bibi khawatir jika anda tidak segera membereskan kekacauan yang terjadi di dalam organisasi, situasinya akan semakin sulit dan tidak terkendali "


Zhou Yu tersenyum dan bertanya dengan tenang "Apakah mereka sudah mulai mengulurkan tangan mereka ke dalam penginapan dan panti asuhan ?"


Zhou Huya tidak mengerti maksud pertanyaan pemuda bertopeng tersebut, namun masih menjawab sambil menggelengkan kepalanya "Untuk saat ini masih belum Tuan Muda "


Zhou Yu mengangguk dan berkata dengan nada rendah "Selama mereka tidak ikut campur dalam urusan penginapan dan panti asuhan, selama mereka tidak merusak rantai modal keduanya, aku akan mentolelir perilaku mereka untuk saat ini "

__ADS_1


"Tapi jika ambisi mereka tumbuh liar dan berpikir bahwa aku tidak peduli atas semua yang terjadi, aku tidak keberatan untuk menata ulang struktur di dalam organisasi sekaligus memotong gulma-gulma yang seharusnya tidak pernah tumbuh di dalamnya "


Tubuh Zhou Huya bergidik ketika mendengar kalimat pemuda bertopeng tersebut, ia bisa merasakan perasaan dingin yang belum pernah terjadi sebelumnya ketika berhadapan dengan pemuda bertopeng tersebut


Wanita paruh baya tersebut kemudian mengangguk kepala dengan isyarat mengerti dan buru-buru mengambil berkas yang di minta pemuda bertopeng tersebut


Setelah mendapatkan berkas yang diinginkannya, pemuda bertopeng tersebut kemudian mengucapkan beberapa patah kata sebelum pergi dari tempat tersebut


Zhou Yu melesat dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya


Meskipun dibawah derasnya hujan, gerakan pemuda bertopeng tersebut terlihat sangat cepat dan cekatan


Pemuda bertopeng tersebut kemudian melaju sampai keluar dari gerbang kota dan memasuki hutan yang tidak jauh dari sana


***


Zhou Yu berhenti di area terbuka, di sana berdiri sebuah tenda yang sangat sederhana


Sementara itu, tidak jauh dari tenda tersebut, terlihat seekor elang putih sedang meringkuk dengan malas


Elang putih tersebut kemudian langsung berdiri setelah melihat kedatangan Zhou Yu dan memekik dengan pelan


Zhou Yu tersenyum melihat hal tersebut

__ADS_1


Ia kemudian berjalan ke arah elang putih dan mengelus bulunya yang basah kuyup


...


__ADS_2