Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Kun Jiazhen II


__ADS_3

Setelah Pedang Pusaka ciptaan Kun Jiazhen membunuh para pendekar yang tersisa. Pedang tersebut seperti kehabisan energinya yang membuat pedang tersebut jatuh dan menancap di tanah


Secara kebetulan, Beberapa saat setelah kejadian berdarah tersebut berakhir


Salah satu putra dan juga menantu Kun Jiazhen yang tidak sempat ikut rombongan dan kemudian memilih bersembunyi di ruang bawah tanah keluar dari tempat persembunyian mereka


Melihat situasi tragis yang menimpa keluarga mereka. Pasangan suami istri tersebut tidak kuasa menahan tangis dan bersimpuh dihadapan mayat-mayat tersebut


Tepat ketika keduanya bersimpuh dan menangisi mayat-mayat tersebut


Putra Kun Jiazhen tanpa sengaja melihat pedang ciptaan ayahnya yang tertancap di tanah


Pedang tersebut kemudian menyala-nyala yang membuat putra Kun Jiazhen tertarik dan menghampirinya


Setelah mengamati pedang tersebut dengan cermat. Putra Kun Jiazhen tiba-tiba teringat dengan kesibukan ayahnya belakangan ini


Meskipun tidak begitu yakin apakah pedang tersebut merupakan senjata yang membuat ayahnya melupakan waktu makan dan juga tidur


Namun putra Kun Jiazhen cukup yakin bahwa pedang tersebut tidak sederhana dan harus segera di amankan


Karena itu, ia tanpa ragu mengambil pedang tersebut sebelum mengajak istrinya pergi


Putra Kun Jiazhen kemudian membawa istrinya pergi sangat jauh dari wilayah Aliran Hitam sebelum berhenti di sebuah pedesaan


Meskipun dikatakan berasal dari Aliran Hitam


Namun kenyataannya Kun Jiazhen tidak pernah mengajarkan putra putrinya cara-cara Aliran Hitam


Bahkan terlepas dari kesombongan yang dimiliki pria tersebut


Kun Jiazhen menekan keturunannya untuk mempelajari sopan santun sehingga membuat sifat mereka lebih cenderung ke arah Aliran Putih


Karena hal tersebut. Putra Kun Jiazhen dan istrinya di terima dengan hangat oleh penduduk desa yang mereka singgahi


Pada awalnya setelah beristirahat sejenak. Putra Kun Jiazhen berniat mengajak istrinya pergi dari desa tersebut


Selain karena merasa tidak nyaman dengan penduduk desa karena menumpang terlalu lama

__ADS_1


Putra Kun Jiazhen berniat mencari seorang guru untuk memperdalam ilmu silatnya dan membalas dendam atas kematian keluarganya


Namun tepat Ketika keduanya berniat meninggalkan desa. Menantu Kun Jiazhen mengalami mual-mual yang cukup mengkhawatirkan


Sebagai seorang pendekar, Putra Kun Jiazhen kemudian mengalirkan tenaga dalam ke tubuh istrinya tersebut untuk mencari tahu penyebab hal itu terjadi


Akan tetapi tepat setelah tenaga dalam putra Kun Jiazhen memasuki tubuh istrinya


Putra Kun Jiazhen di buat tercengang karena merasakan sebuah kehidupan lain di dalam perut istrinya itu


Mengetahui hal tersebut. Kepala keduanya menjadi kosong sebelum kemudian dilanda kegembiraan


Pada awalnya Putra Kun Jiazhen sempat dilema setelah kegembiraannya surut dan bisa berpikir jernih


Memikirkan situasi keluarganya yang sangat tragis. Api balas dendam terus menyala-nyala di dalam hati pria tersebut


Namun saat tangannya menyentuh perut istrinya dan merasakan kehidupan baru yang selalu dimimpikannya. Api balas dendam pria tersebut seketika melemah


Putra Kun Jiazhen kemudian memutuskan menunda rencananya dan memilih tinggal di desa tersebut sampai anaknya lahir ke dunia


Keputusan tersebut di sambut hangat oleh istrinya dan penduduk desa yang merasa senang atas kehadiran keduanya


Waktu pun bergerak sangat cepat dan hanya dalam satu kedipan mata. Hari yang di tunggu-tunggu pasangan suami istri tersebut akhirnya tiba


Dengan bantuan salah seorang wanita tua yang di sepuhkan di desa. Menantu Kun Jiazhen akhirnya berhasil melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik jelita


Putra dan menantu Kun Jiazhen tertawa bahagia atas kelahiran putri mereka tersebut


Namun seolah takdir memiliki dendam pribadi terhadap keluarga Kun Jiazhen. Tepat di hari kelahiran cucu Kun Jiazhen


Salah seorang pendekar dari Aliran Hitam berhasil menemukan jejak keduanya dan tiba di desa tersebut


...


“Putra dan menantu Kun Jiazhen tewas di malam dimana seharusnya pasangan suami istri itu bergembira dan merayakan kelahiran putri mereka “


“Sementara itu. Bayi dan juga Pedang Pusaka ciptaan Kun Jiazhen jatuh ke tangan pendekar yang datang pada malam itu “

__ADS_1


“20 tahun lebih setelah kejadian pada malam itu berlalu. dan bayi kecil yang di ambil secara tidak sengaja pada malam itu telah tumbuh besar tanpa mengetahui bahwa orang yang merawatnya selama ini merupakan orang yang sama dengan yang telah membunuh kedua orang tuanya “ Chyou berkata dengan suara dalam


Disisi lain, Zhou Yu terdiam selama beberapa saat sebelum berkata dengan nada rendah “Kau lah bayi kecil yang terlahir pada malam itu “


“Benar “ Chyou mengangguk dan menjawab keraguan Zhou Yu “Beberapa waktu lalu ketika aku sedang berlatih ilmu pedang yang aku gunakan sebelumnya. Pedang Pusaka ciptaan Kun Jiazhen alias kakekku tiba-tiba muncul di hadapanku dan memberikan semua informasi ini “


“Karena itu aku mengetahui sebuah kejadian yang tidak pernah terdengar di dunia persilatan sebelumnya dimana bahkan aku sekalipun belum terlahir ke dunia pada waktu itu “ Sambung wanita tersebut sambil menatap Zhou Yu


Disisi lain, Zhou Yu menggelengkan kepala untuk mengusir pikiran aneh yang tiba-tiba muncul di kepalanya


Pemuda bertopeng tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Chyou dan bertanya “Lalu apa hubungan semua itu dengan acara persembahan yang kau katakan ?”


Chyou menarik nafas dan menjawab “Berita tentang guruku memiliki Pedang Pusaka ciptaan Kun Jiazhen tiba-tiba bocor dan aku sebagai keturunan terakhir dari pencipta Pedang Pusaka itu juga terungkap “


Menurut wanita tersebut, setelah berita itu bocor dan di dengar oleh orang-orang tingkat atas di dalam aliansi


Para Patriark di dalam aliansi bersekutu dan menekan gurunya untuk menyerahkan Pedang Pusaka tersebut


Secara normal, Chyou seharusnya tidak terseret dalam pusaran itu meskipun para Patriark mengetahui identitasnya


Namun saat para Patriark tersebut menekan guru Chyou untuk menyerahkan Pedang Pusaka itu


Patriark dari Sekte Lembah Berkabut tiba-tiba berkata bahwa dia pernah membaca sebuah catatan yang menyebutkan tentang sebuah teknik yang sama dengan yang digunakan Kun Jiazhen pada waktu itu


Dan menurut catatan tersebut. Kemungkinan besar Kun Jiazhen melebur ke dalam Pedang Pusaka ciptaannya sehingga membuatnya menghilang secara misterius dan Pedang Pusaka ciptaannya mampu bergerak sendiri


Pada awalnya paa patriark lain tidak percaya. Tapi setelah guru Chyou mengatakan bahwa pedang tersebut seperti mempunyai pemikiran sendiri dan sulit di kendalikan


Para patriark tersebut sedikit mempercayainya dan bertanya bagaimana mengatasi hal tersebut


Menghadapi pertanyaan tersebut. Patriark Sekte Lembah Berkabut kemudian menjelaskan bahwa menurut catatan yang di bacanya. Cara supaya pedang tersebut bisa digunakan adalah dengan mengeluarkan orang yang melebur bersamanya


Untuk mengeluarkan orang tersebut. Mereka harus melakukan sebuah ritual melepaskan jiwa


Dan syarat melakukan hal tersebut adalah mereka harus mengorbankan keturunan atau orang yang sedarah dengan orang yang melebur bersama senjata itu


Karena itu. Chyou terseret ke dalam pusaran yang memaksanya melarikan diri

__ADS_1


***


__ADS_2