Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Tie Berjanggut II


__ADS_3

"Saudara laki-laki !" Zhongzue berteriak dengan senyum cerah


Zhou Yu berjongkok dan menepuk kepala anak kecil tersebut dengan ramah


Ia kemudian bertukar beberapa kata, sebelum Zhongzue memintanya untuk masuk


***


Zhou Yu duduk di sebuah ruangan sambil melirik sekelilingnya


Tidak berselang lama, Zhou Yu merasakan nafas seseorang yang mendekat, sehingga ia segera mengalihkan perhatiannya


Ia melihat Zhongzue berjalan dengan seorang pria tua bertubuh kekar yang memiliki janggut tebal di wajahnya


Pria tua tersebut memiliki mata setajam elang dan wajah yang kasar serta tubuh yang melotot, membuat pria tua tersebut memberikan kesan galak pada pandangan pertama


Zhongzue kemudian memperkenalkan Tie Berjanggut kepada Zhou Yu


Setelah itu, Tie Berjanggut memerintahkan Zhongzue untuk membuatkan teh, sementara dirinya duduk sambil menatap Zhou Yu dengan penuh minat


Disisi lain, mata Zhou Yu menyusut setelah berhadapan dengan pria tua tersebut, karena pria tua tersebut memberikannya perasaan panas seolah sedang berhadapan dengan api


"Matamu sangat tajam anak muda " Tie Berjanggut berkata setelah terdiam cukup lama

__ADS_1


Zhou Yu tersenyum canggung "Maafkan Junior jika menyinggung perasaan Senior Tie "


"Tidak perlu sopan " Tie Berjanggut melambaikan tangannya "Bagi mereka yang memiliki kekuatan, menemukanku hanyalah sekedar mengedipkan mata "


Ia kemudian menatap Zhou Yu dan berkata dengan lugas "Ada keperluan apa kau mencariku anak muda ?"


Zhou Yu tidak merasa apapun dengan sikap Tie Berjanggut, karena menurut penduduk desa


Tie Berjanggut memang memiliki kepribadian yang langsung dan tidak suka bertele-tele


Disisi lain, Zhou Yu sendiri bukanlah orang yang memiliki lidah yang tajam dan suka banyak bicara, sehingga ia merasa cocok ketika berbicara dengan Tie Berjanggut


Zhou Yu menempatkan Busur Kayu yang sedari tadi dibawanya di atas meja dan mendorongnya ke arah Tie Berjanggut


Tie Berjanggut melirik Busur Kayu tersebut, kemudian menggelengkan kepalanya "Aku bukanlah orang yang akan memakan sesuatu yang telah aku ludahkan"


"Meskipun aku tidak pernah memerintahkan Zhongzue untuk memberikan busur ini, tapi karena busur ini telah diberiakan kepadamu, maka biarkan busur ini tetap bersamamu "


"Bagaimana bisa hal seperti itu terjadi ?" Zhou Yu menggelengkan kepala "Meskipun junior tidak mengenal senjata dengan baik, tapi junior yakin bahwa busur ini pasti sangat berharga "


"Jika senior memberikannya begitu saja, junior akan merasa sangat tidak nyaman "


Meskipun Zhou Yu tidak mengenal terlalu banyak senjata, namun Zhou Yu yakin bahwa busur tersebut adalah Pusaka Bumi

__ADS_1


Ditambah dengan kemampuan khususnya, busur tersebut tidak akan kalah oleh Pusaka Langit


Zhou Yu sendiri memiliki Pusaka Bumi sejak awal debutnya di dunia persilatan


Namun tidak membuatnya tidak mengerti status sebuah Pusaka


Karenanya, meskipun Zhou Yu sangat menyukai Busur Kayu tersebut, namun ia tidak akan menerimanya dengan mudah


Tie Berjanggut menatap Zhou Yu dengan tatapan penghargaan


Di masa lalu, ia tidak jarang bertemu dengan seorang pendekar yang baik hati, namun ia jarang bertemu dengan seorang pendekar yang masih mempertahankan prinsipnya ketika dihadapkan dengan sebuah kekayaan yang menggiurkan


***


Ketika keduanya masih membahas perihal Busur Kayu


Zhongzue kembali dengan membawa teh dan duduk di samping Tie Berjanggut


Tie Berjanggut tidak terganggu dengan kedatangan Zhongzue, ia kemudian berkata bahwa busur tersebut tidak banyak berguna ditangannya, sehingga ia meminta Zhou Yu menyimpannya


Zhou Yu sendiri masih sangat enggan, namun dihadapkan dengan sikap teguh Tie Berjanggut dan desakan dari Zhongzue, ia juga tidak bisa menolak, sehingga ia menerima Busur Kayu tersebut dengan senang hati


Setelah bertukar beberapa kata lagi, Zhou Yu akhirnya pamit untuk kembali ke Pasukan Aliran Putih

__ADS_1


__ADS_2