
Zhou Yu duduk dengan linglung, sudah satu bulan sejak tubuhnya pulih dengan baik, namun meskipun demikian, ia tidak pernah meninggalkan ranjang kamarnya satu inci pun sejak kesembuhannya karena tidak bisa melihat lingkungan disekitarnya
Beberapa kali Zhou Yu mencoba berjalan disekitar kamarnya, namun ia justru menabrak banyak hal dan membuat kekacauan, sehingga kamar tersebut menjadi berantakan dan Nenek Wang harus membereskannya berulang kali, yang membuat Zhou Yu merasa malu
"Andai saja guru ada di sini, mungkin dia memiliki solusi tentang masalah ini " Zhou Yu menghela nafas
Setelah pulih sepenuhnya, Zhou Yu berulang kali mencoba mengangkat segel yang ada pada matanya, namun meskipun ia telah mencoba berbagai teknik pelepas segel
Segel yang ada pada matanya tidak bergerak sedikitpun dan masih dengan kokoh menahan matanya, sehingga membuat Zhou Yu putus asa
Ketika Zhou Yu sedang dalam keadaan linglung, sebuah suara tua dengan nada bersahaja terdengar ditelinganya
"Tidak baik bagi anak muda untuk terlalu sering memiliki pikiran yang kosong "
Zhou Yu terbangun dari lamunannya dan segera mengangguk hormat sambil menyapa "Kakek Wang "
Kakek Wang tersenyum hangat seperti musim semi, meskipun Zhou Yu tidak bisa melihatnya, namun ia bisa merasakan perasaan nyaman ketika berada di dekat pria tua tersebut
"Apa yang membebani pikiranmu anak muda ? kenapa akhir-akhir ini kau sering sekali terlihat kosong dan linglung ?"
Zhou Yu tidak menjawab, sulit baginya menjelaskan betapa putus asanya ia ketika mengetahui bahwa dirinya gagal membuka segel yang membuatnya tidak bisa melihat dunia lagi
Meskipun Zhou Yu tidak menjelaskan, namun Kakek Wang dapat membaca pemikiran Zhou Yu dan dapat mengerti perasaan pemuda tersebut saat ini, sehingga ia tidak menyinggungnya dan menatapnya dengan tenang
Percakapan keduanya terputus dan suasana disekitarnya kembali hening
Setelah terdiam beberapa saat, Kakek Wang tiba-tiba berkata "Dari pencapaian yang berhasil kau raih diusiamu saat ini, aku yakin kau adalah anak muda yang sangat mencintai ilmu silat, kenapa kau tidak berlatih ? mungkin itu bisa membuat hatimu lebih baik "
Zhou Yu menggelengkan kepala dengan pelan "Aku kehilangan mataku, bagaimana bisa aku berlatih ilmu silat ?"
Zhou Yu kembali menggelengkan kepala "Indera penglihatan adalah alat yang sangat penting bagi seorang pendekar, jika indera penglihatan seorang pendekar rusak atau tidak berfungsi, persepsi pendekar itu akan tergangu dan dia akan kesulitan menentukan posisi lawan dan membaca serta melihat pergerakannya"
"Meskipun tubuh dan ilmu silatku baik-baik saja, tapi jika tidak bisa melihat posisi lawan, semua itu tidaklah berguna"
"Menentukan, melihat, dan membaca lawan bukan hanya bisa dilakukan oleh indera penglihatan anak muda " Kakek Wang berkata dengan tenang "Pada kenyataannya, banyak hal yang tidak bisa dilihat oleh mata di dunia ini. kebenaran contohnya"
"Kita sering kali keliru menilai sesuatu karena mata kita. karena penglihatan kita, kita sering menyalahkan sesuatu yang benar dan membenarkan sesuatu yang salah "
__ADS_1
"Karena pada dasarnya bagian paling penting seorang pendekar bukanlah panca indera mereka, tapi hati mereka "
"Mata bisa menipu dengan sesuatu yang kita lihat "
"Telinga bisa membohongi dengan sesuatu yang kita dengar "
"Hidung bisa membodohi dengan sesuatu yang kita cium "
"Lidah dan kulit bisa menyesatkan dengan sesuatu yang kita rasakan "
"Tapi hati selalu menuntun kita pada kebenaran"
"Jika seorang pendekar mampu melihat, mendengar, mencium, mengecap, merasakan sesuatu dengan hati mereka, pendekar itu pasti akan dikelilingi oleh kebenaran "
"Dan dengan begitu, tidak akan ada gerakan ataupun jurus yang bisa menipu apalagi mengelabuinya "
Setelah mengatakan itu, suara Kakek Wang yang bersahaja tiba-tiba berubah menjadi serius
"Sebenarnya, apa yang hilang padamu bukanlah indera penglihatanmu, tapi semangat dan tujuan ilmu silat di hatimu"
Zhou Yu duduk dengan linglung, sudah satu bulan sejak tubuhnya pulih dengan baik, namun meskipun demikian, ia tidak pernah meninggalkan ranjang kamarnya satu inci pun sejak kesembuhannya karena tidak bisa melihat lingkungan disekitarnya
Beberapa kali Zhou Yu mencoba berjalan disekitar kamarnya, namun ia justru menabrak banyak hal dan membuat kekacauan, sehingga kamar tersebut menjadi berantakan dan Nenek Wang harus membereskannya berulang kali, yang membuat Zhou Yu merasa malu
"Andai saja guru ada di sini, mungkin dia memiliki solusi tentang masalah ini " Zhou Yu menghela nafas
Setelah pulih sepenuhnya, Zhou Yu berulang kali mencoba mengangkat segel yang ada pada matanya, namun meskipun ia telah mencoba berbagai teknik pelepas segel
Segel yang ada pada matanya tidak bergerak sedikitpun dan masih dengan kokoh menahan matanya, sehingga membuat Zhou Yu putus asa
Ketika Zhou Yu sedang dalam keadaan linglung, sebuah suara tua dengan nada bersahaja terdengar ditelinganya
"Tidak baik bagi anak muda untuk terlalu sering memiliki pikiran yang kosong "
Zhou Yu terbangun dari lamunannya dan segera mengangguk hormat sambil menyapa "Kakek Wang "
Kakek Wang tersenyum hangat seperti musim semi, meskipun Zhou Yu tidak bisa melihatnya, namun ia bisa merasakan perasaan nyaman ketika berada di dekat pria tua tersebut
__ADS_1
"Apa yang membebani pikiranmu anak muda ? kenapa akhir-akhir ini kau sering sekali terlihat kosong dan linglung ?"
Zhou Yu tidak menjawab, sulit baginya menjelaskan betapa putus asanya ia ketika mengetahui bahwa dirinya gagal membuka segel yang membuatnya tidak bisa melihat dunia lagi
Meskipun Zhou Yu tidak menjelaskan, namun Kakek Wang dapat membaca pemikiran Zhou Yu dan dapat mengerti perasaan pemuda tersebut saat ini, sehingga ia tidak menyinggungnya dan menatapnya dengan tenang
Percakapan keduanya terputus dan suasana disekitarnya kembali hening
Setelah terdiam beberapa saat, Kakek Wang tiba-tiba berkata "Dari pencapaian yang berhasil kau raih diusiamu saat ini, aku yakin kau adalah anak muda yang sangat mencintai ilmu silat, kenapa kau tidak berlatih ? mungkin itu bisa membuat hatimu lebih baik "
Zhou Yu menggelengkan kepala dengan pelan "Aku kehilangan mataku, bagaimana bisa aku berlatih ilmu silat ?"
Zhou Yu kembali menggelengkan kepala "Indera penglihatan adalah alat yang sangat penting bagi seorang pendekar, jika indera penglihatan seorang pendekar rusak atau tidak berfungsi, persepsi pendekar itu akan tergangu dan dia akan kesulitan menentukan posisi lawan dan membaca serta melihat pergerakannya"
"Meskipun tubuh dan ilmu silatku baik-baik saja, tapi jika tidak bisa melihat posisi lawan, semua itu tidaklah berguna"
"Menentukan, melihat, dan membaca lawan bukan hanya bisa dilakukan oleh indera penglihatan anak muda " Kakek Wang berkata dengan tenang "Pada kenyataannya, banyak hal yang tidak bisa dilihat oleh mata di dunia ini. kebenaran contohnya"
"Kita sering kali keliru menilai sesuatu karena mata kita. karena penglihatan kita, kita sering menyalahkan sesuatu yang benar dan membenarkan sesuatu yang salah "
"Karena pada dasarnya bagian paling penting seorang pendekar bukanlah panca indera mereka, tapi hati mereka "
"Mata bisa menipu dengan sesuatu yang kita lihat "
"Telinga bisa membohongi dengan sesuatu yang kita dengar "
"Hidung bisa membodohi dengan sesuatu yang kita cium "
"Lidah dan kulit bisa menyesatkan dengan sesuatu yang kita rasakan "
"Tapi hati selalu menuntun kita pada kebenaran"
"Jika seorang pendekar mampu melihat, mendengar, mencium, mengecap, merasakan sesuatu dengan hati mereka, pendekar itu pasti akan dikelilingi oleh kebenaran "
"Dan dengan begitu, tidak akan ada gerakan ataupun jurus yang bisa menipu apalagi mengelabuinya "
Setelah mengatakan itu, suara Kakek Wang yang bersahaja tiba-tiba berubah menjadi serius
__ADS_1
"Sebenarnya, apa yang hilang padamu bukanlah indera penglihatanmu, tapi semangat dan tujuan ilmu silat di hatimu"