
Satu hari sebelum perang antara Aliran Putih dan Aliran Hitam terjadi
Didalam hutan perawan yang akan menjadi medan perang besok, terlihat 9 sosok pria sepuh sedang berdiri dan membentuk dua kelompok
Kedua kelompok saling memandang dengan dingin, sehingga membuat wilayah tersebut terasa berat dan tertekan
"Dewa Es, apa kau yakin memilih berpihak kepada Aliran Putih ? setelah perang ini, kehancuran Pulau Es akan menjadi tanggung jawabmu, apa kau mampu menanggung konsekuensinya ?" Nie Yunhai berkata dengan dingin
"Hancur atau tidaknya Pulau Es setelah perang ini masib belum diketahui" Bing Yuan menjawab dengan tenang, kemudian nadanya berubah tajam "Lagi pula, jika aku tidak berpihak ke Aliran Putih, lalu kemana menurutmu aku harus berpihak ? kepada Aliran Hitam ? Sekte Pulau Es adalah sekte netral, tapi kami dipaksa ikut berperang, bukankah semua ini karena Aliran Hitam ? jika kalian berempat tidak meminta dukungan orang-orang itu, apakah kau berpikir aku akan ikut campur dalam perang kedua aliran "
Belum sempat Nie Yunhai membalas, sebuah suara tenang terdengar dari udara
"Anak panah sudah ada di atas busur, diturunkan kembali pun tidak akan mengubah apapun "
Bersamaan dengan suara tersebut berakhir, terlihat sesosok pria sepuh yang terbang di udara dan mendarat ditengah-tengah kedua kelompok tersebut
"Saudara Tao "
__ADS_1
"Dewa Mabuk "
Sosok tersebut adalah Dewa Mabuk alias Tao Ming
Sebagai seorang Pendekar Suci yang telah membuka delapan gerbang, ia memang bisa terbang di udara
Hal tersebut juga mendasari, alasan para Pendekar Suci yang telah membuka delapan gerbang mendapat gelar Dewa
"Perang antara kedua aliran sudah terjadi sejak jaman kuno, dan aliran netral tidak pernah ikut campur di dalamnya, tapi karena keegoisan dan keserakahan kalian berempat, hari ini, aliran netral dipaksa memilih dan ikut serta dalam perang, bukankah seharusnya kau malu bertanya dengan nada seperti itu kepada saudara Bing ?"
Tao Ming menaikan alisnya dan bertanya "Aku tidak memenuhi syarat ? "
"Ya, anda memang seorang pendekar nomor satu di dunia persilatan dan semua yang ada di sini pernah anda kalahkan, tapi seekor kucing sekalipun akan mati tersedak, jika terlalu serakah memakan ikan " Nie Yunhai berkata dengan dingin
Tao Ming tersenyum ringan dan menjawab "Kucing yang mati tetaplah kucing, Nie Yunhai, dia tidak akan kehilangan identitas hanya karena kematiannya yang menyedihkan "
"Didepan kedua aliran, kekuatanku memang tidak signifikan, tapi aku masih mampu mencabut beberapa gigi kalian "
__ADS_1
Sebelum Nie Yunhai membalas, Wu Liang menyela dari samping "Mendengar makna perkataan anda, apakah artinya Dewa Mabuk yang perkasa, kini telah mulai ikut campur dalam urusan kedua aliran ?"
Tao Ming mengalihkan perhatiannya dan balik bertanya "Apakah kau berpikir setelah kalian menerima dukungan dari orang-orang itu, perang ini hanyalah urusan kedua aliran ?"
"Awalnya perang kedua aliran hanya akan melibatkan Aliran Putih dan Aliran Hitam, tapi ketika orang-orang yang selalu bersembunyi dan mengontrol kekuatan dari jauh itu terlibat, perang telah meluas dan melibatkan banyak pihak "
"Apa kalian pernah memikirkannya ? karena keegoisan dan keserakahan kalian, dunia akan berada dalam kekacauan ? berbagai kekuatan akan muncul seperti jamur, dinasti berganti dinasti, sekte lama digantikan oleh sekte baru, bahkan gelar dewa kalian mungkin tidak akan bertahan, apa kau pernah memikirkannya ? "
"Dalam prosesnya, rakyat yang tidak bersalah akan menjadi korban, seorang ibu akan kehilangan anak-anaknya, seorang anak akan kehilangan orang tuanya, seorang ayah dan suami akan kehilangan anak serta istrinya, apa kau pernah memikirkan semua itu ? "
Wu Liang tersenyum dan menjawab dengan tenang "Jika seseorang ingin berkuasa, dia harus rela membayar mahal atas kekuasaannya, seorang pangeran sekalipun rela membunuh saudaranya demi menduduki tahta dan kekuasaan, jika kematian rakyat bisa digantikan dengan kemenangan perang kali ini, lalu apa ?"
Tao Ming menggelengkan kepala sambil menghela nafas "Keserakahan manusia adalah emosi yang paling berbahaya di dunia ini "
"Tidak ada lagi kebenaran dihati kalian, keinginan untuk berkuasa membuat kalian buta dan lupa "
"Aku bisa membunuhmu hari ini juga, Wu Liang. tapi aku tidak melakukan itu, karena keangkuhanmu, kau harus membayarnya dengan sangat mahal dalam perang kali ini "
__ADS_1