
"Semuanya kejar " Penatua Agung berteriak lantang
"Baik " Para pendekar menjawab dengan nada berapi-api sebelum melesat dan mengejar para siluman yang melarikan diri dengan penuh semangat
Setelah Siluman Laba-laba terbunuh, Momentum Gelombang Siluman melemah secara signifikan
Disisi lain, para pendekar dalam situasi sebaliknya, sehingga membuat situasi pertempuran berpihak kepada para pendekar
Dalam tren tersebut, hanya dalam waktu singkat Gelombang Siluman dipukuli secara serius oleh para pendekar yang membuat mereka menderita kerugian besar
Situasi pun semakin parah dengan bergabungnya Zhou Yu dan Pisau Pendek ke dalam pertempuran
Dengan kemampuan keduanya, jumlah Gelombang Siluman menyusut dengan sangat cepat, sehingga membuat Gelombang Siluman mengalami kekacauan dan tidak mampu melanjutkan pertempuran
Puncaknya ketika Yu Lian yang melepaskan serangan dengan kerusakan besar yang membuat mental Gelombang Siluman hancur dan para siluman di dalamnya melarikan diri dengan kalang kabut
Dengan mundurnya Gelombang Siluman, para pendekar dapat dipastikan sebagai pemenang dalam pertempuran tersebut
Namun meskipun demikian, Penatua Agung dan para pendekar tersebut tidak berniat berhenti dan terus mengejar para siluman yang tersisa
Dengan membawa kemarahan dan juga dendam yang mereka miliki terhadap para siluman tersebut
Para pendekar seperti berada dalam kegilaan
Meraka bahkan tidak peduli lagi dengan fakta bahwa tenaga dalam mereka hampir habis dan tetap melemparkan jurus terkuat yang mereka miliki
Akibat hal tersebut, berbagai Perubahan Jenis melesat dan mengejar para siluman yang melarikan diri sehingga membuat pemandangan menakjubkan pun tercipta
__ADS_1
Tepat ketika para pendekar berniat mengejar para siluman yang selamat dari hujan serangan untuk memasuki hutan
Suara Penatua Agung tiba-tiba bergema di udara dan menghentikan langkah para pendekar tersebut
"Hentikan, pertempuran berakhir disini, saatnya kembali "
Mendengar perintah tersebut, meskipun sebagian besar pendekar enggan untuk berhenti, namun dengan pamor yang dimiliki pria tua tersebut
Para pendekar hanya menghela nafas kecewa sebelum kemudian berbalik dan berjalan ke arah Sekte Pedang Kembar
Disisi lain, melihat pemandangan tersebut, Penatua Agung kemudian menarik nafas panjang dan berkata kepada dirinya sendiri "Pertempuran ini hanya awal sebelum perang yang sebenarnya terjadi, aku tidak boleh kehilangan akal, begitu juga yang lainnya"
***
Sementara itu, ketika para pendekar tengah mengejar para siluman yang melarikan diri
Merasakan kelelahan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, pemuda bertopeng tersebut kemudian bergumam pelan "Ini batasku "
Bersamaan dengan ucapan pemuda bertopeng tersebut, tubuhnya menyusut dengan kecepatan yang terlihat oleh mata telanjang sebelum kembali ke ukuran aslinya
Setelah tubuhnya kembali ke ukuran semula, Zhou Yu merasa tubuhnya seperti dilubangi yang membuatnya menarik nafas dingin
Tepat ketika pemuda bertopeng tersebut kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh tersungkur
Yu Lian tiba-tiba muncul disampingnya dan menahan tubuh pemuda bertopeng tersebut
Merasakan aura akrab dari orang yang menopangnya, pemuda bertopeng tersebut mengendurkan kewaspadaan sambil berkata "Bibi Guru"
__ADS_1
Disisi lain, Yu Lian tersenyum hangat dan berkata "Beristirahat, sisanya serahkan kepada Penatua Agung dan yang lain "
"Aku mengerti " Zhou Yu menjawab dengan susah payah sebelum kemudian kehilangan kesadarannya
***
Tepat ketika pertempuran di Sekte Pedang Kembar berakhir
Jauh dari sekte tersebut, tepatnya di sebuah lembah yang berada di dekat salah satu Sekte Utama Aliran Hitam berada
Seorang pemuda terlihat duduk di atas sebuah batu dengan wajah tenang
Disekelilingnya, terlihat banyak sekali bubuk yang terlihat berkilauan
Melihat bubuk berkilauan itu, pemuda tersebut kemudian menghela nafas dan berkata "Benar-benar merepotkan, semakin hari, jumlah Permata Siluman yang aku butuhkan semakin banyak, jika terus seperti ini, mungkin seluruh siluman yang berada di Hutan Larangan pun tidak akan cukup "
Tepat ketika pemuda tersebut memperlihatkan wajah yang meratapi nasib
Persepsinya menangkap sebuah aura yang membuat pemuda tersebut langsung mengibaskan tangan dan menghapus semua jejak bubuk berkilauan tadi
Setelah melakukan hal tersebut, ia kemudian menegakkan tubuhnya dan memasang wajah yang sangat dingin
Tepat ketika pemuda tersebut menyelesaikan perubahan ekspresinya, sebuah suara tiba-tiba muncul dari arah belakang
"Long Aoutian, akhirnya aku menemukanmu "
***
__ADS_1