
"Sampai jumpa lagi, saudara laki-laki " Zhongzue berkata kepada Zhou Yu
Zhou Yu tersenyum sambil mengelus kepala anak tersebut dan berkata "Sampai jumpa lagi, jaga dirimu baik-baik"
Zhou Yu kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Tie Berjanggut "Sampai jumpa lagi senior, terima kasih sekali lagi atas segala bantuan anda selama ini "
"Tidak perlu sopan " Tie Berjanggut tersenyum ramah dan berkata dengan tiba-tiba "Aku tahu kau masih memikirkan tentang Negeri Ajaib itu anak muda, tapi percayalah, kadang-kadang ketidaktahuan merupakan sebuah perlindungan diri "
Zhou Yu tertegun dan menatap Tie Berjanggut dengan ragu
Namun Tie Berjanggut tidak menjelaskan, ia justru berbalik sambil memegang tangan Zhongzue, yang membuat Zhou Yu merasa kecewa
Seolah merasakan kekecewaan Zhou Yu, Tie Berjanggut tiba-tiba berhenti dan berkata "Tidak perlu berkecil hati anak muda, kau memiliki bakat yang jarang, jika kau bisa mempertahankan hatimu untuk tetap sama, suatu hari nanti kau pasti akan sampai disana, terlepas bagaimana prosesnya"
Setelah mengatakan hal tersebut, Tie Berjanggut melanjutkan langkahnya
Sementara itu, Zhongzue yang dipegang oleh Tie Berjanggut tidak lupa berkata kepada Zhou Yu "Aku pergi, saudara laki-laki "
Zhou Yu mengangguk sambil tersenyum hangat, tapi pikirannya melayang bersama dengan perkataan Tie Berjanggut
Setelah Tie Berjanggut dan Zhongzue menghilang dari pandangannya, Zhou Yu tidak segera pergi, ia tetap berdiri dengan tenang
__ADS_1
Baru setelah ia teringat bahwa masih banyak hal yang perlu dilakukan, pemuda bertopeng tersebut berbalik, namun baru beberapa langkah
Terdengar seseorang yang memanggilnya dengan tergesa-gesa
Zhou Yu kembali berbalik dan mengerutkan kening, karena ia melihat seorang prajurit dengan penampilan malu yang berlari ke arahnya dengan putus asa
Para pendekar disekitarnya pun memandangnya dengan heran
Namun tidak ada yang berusaha menghentikan ataupun menanyai prajurit tersebut, karena melihat prajurit tersebut bergerak ke arah Zhou Yu
***
"Tuan..Tuan Zhou.." Prajurit tersebut berkata dengan terbata-bata, ia terengah-engah dengan nafas berat
Setelah prajurit tersebut berhasil mengatur nafasnya
Prajurit tersebut segera menjelaskan, alasan ia berlari kemari dengan tergesa-gesa
Setelah mendengar penjelasan prajurit tersebut, wajah Zhou Yu menjadi pucat
Ia tidak menduga bahwa kemungkinan terkecil yang telah didiskusikan dengan Cao Feng dan yang lainnya benar-benar terjadi
__ADS_1
Ketika prajurit tersebut menyebutkan bahwa penduduk desa dikepung oleh sejumlah besar pendekar
Reaksi pertama Zhou Yu adalah tidak percaya. karena menurutnya, hal tersebut sangat tidak mungkin, mengingat jumlah pendekar Aliran Hitam yang menyerang Desa Sua sebelumnya
Namun ketika melihat penampilan prajurit tersebut yang menyedihkan dan ditambah dengan luka-luka yang ada ditubuhnya
Zhou Yu hanya bisa mempercayainya, meskipun sulit
***
"Baiklah, aku mengerti " Zhou Yu mengangguk dan berkata kepada prajurit tersebut "Rawatlah luka-lukamu terlebih dahulu dan beristirahatlah disini dengan baik "
Zhou Yu kemudian memanggil salah seorang pendekar dan memintanya untuk mengantar prajurit tersebut ke tim medis
Setelah prajurit tersebut pergi, Zhou Yu mengerutkan kening sambil menatap sekelilingnya
Melihat wajah kelelahan para pendekar tersebut, Zhou Yu benar-benar tidak tega untuk membawa mereka
Namun ia juga memiliki kesadaran diri tentang kekuatannya, jika Xie Tong mengutus seseorang dan meminta bantuan, artinya ia tidak bisa menahan sesuatu yang menghadangnya itu sendirian
Dan dengan kekuatannya sendiri, Zhou Yu tahu bahwa ia tidak bisa membantu banyak, kecuali jika ia membawa pasukan Aliran Putih
__ADS_1
Setelah keterjeratan dalam pikirannya , Zhou Yu akhirnya memanggil salah satu wakil kapten dan menceritakan apa yang dikatakan prajurit tadi
Setelah itu, ia meminta agar wakil kapten tersebut mempersiapkan pasukan dan menyusulnya, setelah segala sesuatu yang ada di Desa Sua terkendali