
Dewa Tengkorak Hitam mengangguk
Sebelumnya, mereka telah berusaha untuk mencari keberadaan Dewa Mabuk, namun karena Dewa Mabuk selalu misterius dan tersembunyi
Mereka sangat kesulitan untuk menemukan keberadaannya, bahkan jika mereka menemukan posisinya sekalipun, dengan kekuatan Dewa Mabuk, jika ia tidak ingin ditemui, tidak ada yang bisa menemuinya
Sehingga mereka melakukan penyerangan kepada Sekte Beruang Putih adalah untuk menarik Dewa Mabuk dari kegelapan, setelah mereka mendapat berita kemunculan Dewa Mabuk di daerah tersebut
Posisi Dewa Mabuk sangat penting dalam rencana mereka, jika Dewa Mabuk akhirnya memilih membantu aliran putih
Mereka akan sangat khawatir, karena jika demikian, kekuatan aliran putih berada di atas angin
Belum lagi, Dewa Es dari Sekte Pulau Es, yang kemungkinan bergabung dengan aliran putih
Meskipun Sekte Pulau Es adalah sekte dari aliran netral, namun sekte tersebut sangat dekat dengan sekte-sekte dari aliran putih, sehingga ada kemungkinan besar, Dewa Es akan bergabung dengan aliran putih
"Dewa Mabuk tidak akan ikut campur dalam rencana kita, itu sangat bagus, tapi bagaimana dengan orang tua dari pulau es ?" Dewa Setan Rubah tiba-tiba berkata
Dewa Tengkorak Hitam mengalihkan perhatiannya, kemudian menjawab dengan tenang "Selama pemabuk tua itu, tidak ikut campur, semuanya tidak akan masalah, bahkan jika orang tua dari pulau es bergabung, kita tidak akan terlalu khawatir "
Ketiganya saling melirik dan mengangguk
Meskipun Dewa Es juga merupakan pendekar suci yang telah membuka delapan gerbang, kekuatannya hanya berada di urutan kelima atau keenam di antara sepuluh dewa
Sedangkan Dewa Mabuk adalah pendekar nomor satu di Kekaisaran Song, yang telah diakui dengan suara bulat oleh tokoh-tokoh penting di dunia persilatan
Meskipun peringkat ke 5 dan peringkat ke 1 hanya memiliki celah 3 peringkat, namun peringkat adalah peringkat dan kekuatan adalah kekuatan
Peringkat tersebut tidak bisa mewakili kesenjangan kekuatan yang dimiliki setiap dewa
Seperti Dewa Tengkorak Hitam, kekuatannya berada di peringkat ke 2 dan ke 3, bersama dengan Dewa Naga Putih dari Sekte Gunung Kunlun, yang mampu bertarung imbang dengan dua sampai tiga orang dewa yang memiliki peringkat dibawahnya
Namun kedunya tidak yakin bisa mengalahkan Dewa Mabuk, jika mereka bergabung
Dewa Haus Darah mengangguk setuju dengan Dewa Tengkorak Hitam "Benar, kekuatan pemabuk tua itu telalu mengerikan, aku tidak ingin berurusan dengannya lagi "
Ketika mengatakan itu, ada amarah, ketakutan, kepahitan, serta ketidakberdayaan dalam nada suaranya
Dalam membahas tentang kekuatan Dewa Mabuk, hati keempatnya cukup tegang, karena kekuatan Dewa Mabuk terlalu abnormal
Sebelumnya, sekitar 30 tahun yang lalu, ketika kemunculan Dewa Mabuk yang tiba-tiba dan mengejutkan dunia persilatan Kekaisaran Song
Keempat dewa dari dari aliran hitam juga termasuk daftar orang yang telah mendapat tentangan dan dikalahkan satu demi satu oleh Dewa Mabuk
Namun meskipun keempatnya bergabung, mereka masih dikalahkan oleh Dewa Mabuk dengan pahit
Sehingga mereka lebih khawatir dengan kekuatan Dewa Mabuk yang sendirian, dibandingkan Dewa Es yang memiliki Sekte Pulau Es di belakangnya
***
Mengingat Dewa Mabuk, Dewa Tengkorak Hitam tanpa sadar melirik ibu jari pada tangan kanannya
Meskipun terlihat normal, ketiga orang yang berada di dalam gua dan para dewa lainnya mengetahui bahwa ibu jari pada tangan kanan Dewa Tengkorak Hitam telah menjadi sia-sia dan tidak bisa bergerak sama sekali, bahkan jika mengalirinya dengan tenaga dalam
Sambil melirik ibu jarinya, mata tua Dewa Tengkorak Hitam seperti mengenang berbagai adegan di masa lalu
__ADS_1
Berbeda dengan tiga dewa dari aliran hitam lainnya yang didatangi oleh dewa mabuk, di sekte masing-masing
Pada tahun itu, ia sedang menghancurkan sebuah desa dan berniat menggunakan rakyat jelata sebagai sebuah pengorbanan
Dewa Mabuk tiba-tiba muncul dan menghentikan tindakannya
Keduanya bertarung darj awal kemunculan matahari sampai matahari kembali bersembunyi
Ia masih mengingat dengan jelas adegan pada waktu itu
Ia memuntahkan banyak darah dan tubuhnya tidak lagi mendukung, sehingga ia berlutut dengan setengah kaki
Sedangkan Dewa Mabuk masih berdiri dengan tenang, nafasnya stabil, tidak banyak kerusakan yang diterima, selain pakaiannya yang terlihat robek di beberapa bagian
Dewa Tengkorak Hitam masih mengingat mata yang menatapnya dengan acuh tak acuh, tidak menganggapnya serius, bahkan terkesan main-main
Tatapan yang tidak pernah ia terima sejak menjejakan kaki di dunia persilatan
Hatinya terbakar amarah ketika melihat tatapan itu, namun tubuhnya tidak lagi mendukung, sehingga ia hanya menatap Dewa Mabuk dengan penuh kebencian
Ia juga masih mengingat kaka-kata yang di ucapkan Dewa Mabuk pada tahun itu
"Wu Liang, hatimu sangat hitam, takdirmu sangat gelap, kau telah membunuh orang-orang yang tidak berdosa dan mengorbankannya kepada iblis hanya demi mendapatkan sedikit kekuatan, dosa-dosamu tidaklah termaafkan, tapi aku tidak akan membunuhmu, kau tidak memenuhi syarat untuk mati ditanganku "
"Kau hanya akan mati secara perlahan, dalam waktu yang sangat panjang, selama masa itu, kau akan digrogoti oleh kebencian orang-orang yang ada di dunia, baik yang sudah mati, ataupun yang masih hidup "
"Kematian adalah barang yang mahal bagimu, kau tidak akan pernah mati, bahkan jika kau menginginkannya, karena aku akan selalu ada untuk menghentikan tindakanmu itu "
"Hari ini, aku hanya akan mengambil ibu jarimu, agar jika kau kembali berniat membuat pengorbanan untuk iblis dihatimu itu, kau akan mengingat aku, orang yang tidak akan membiarkan niatmu terlaksana "
Dewa Tengkorak Hitam mengangguk
Sebelumnya, mereka telah berusaha untuk mencari keberadaan Dewa Mabuk, namun karena Dewa Mabuk selalu misterius dan tersembunyi
Mereka sangat kesulitan untuk menemukan keberadaannya, bahkan jika mereka menemukan posisinya sekalipun, dengan kekuatan Dewa Mabuk, jika ia tidak ingin ditemui, tidak ada yang bisa menemuinya
Sehingga mereka melakukan penyerangan kepada Sekte Beruang Putih adalah untuk menarik Dewa Mabuk dari kegelapan, setelah mereka mendapat berita kemunculan Dewa Mabuk di daerah tersebut
Posisi Dewa Mabuk sangat penting dalam rencana mereka, jika Dewa Mabuk akhirnya memilih membantu aliran putih
Mereka akan sangat khawatir, karena jika demikian, kekuatan aliran putih berada di atas angin
Belum lagi, Dewa Es dari Sekte Pulau Es, yang kemungkinan bergabung dengan aliran putih
Meskipun Sekte Pulau Es adalah sekte dari aliran netral, namun sekte tersebut sangat dekat dengan sekte-sekte dari aliran putih, sehingga ada kemungkinan besar, Dewa Es akan bergabung dengan aliran putih
"Dewa Mabuk tidak akan ikut campur dalam rencana kita, itu sangat bagus, tapi bagaimana dengan orang tua dari pulau es ?" Dewa Setan Rubah tiba-tiba berkata
Dewa Tengkorak Hitam mengalihkan perhatiannya, kemudian menjawab dengan tenang "Selama pemabuk tua itu, tidak ikut campur, semuanya tidak akan masalah, bahkan jika orang tua dari pulau es bergabung, kita tidak akan terlalu khawatir "
Ketiganya saling melirik dan mengangguk
Meskipun Dewa Es juga merupakan pendekar suci yang telah membuka delapan gerbang, kekuatannya hanya berada di urutan kelima atau keenam di antara sepuluh dewa
Sedangkan Dewa Mabuk adalah pendekar nomor satu di Kekaisaran Song, yang telah diakui dengan suara bulat oleh tokoh-tokoh penting di dunia persilatan
__ADS_1
Meskipun peringkat ke 5 dan peringkat ke 1 hanya memiliki celah 3 peringkat, namun peringkat adalah peringkat dan kekuatan adalah kekuatan
Peringkat tersebut tidak bisa mewakili kesenjangan kekuatan yang dimiliki setiap dewa
Seperti Dewa Tengkorak Hitam, kekuatannya berada di peringkat ke 2 dan ke 3, bersama dengan Dewa Naga Putih dari Sekte Gunung Kunlun, yang mampu bertarung imbang dengan dua sampai tiga orang dewa yang memiliki peringkat dibawahnya
Namun kedunya tidak yakin bisa mengalahkan Dewa Mabuk, jika mereka bergabung
Dewa Haus Darah mengangguk setuju dengan Dewa Tengkorak Hitam "Benar, kekuatan pemabuk tua itu telalu mengerikan, aku tidak ingin berurusan dengannya lagi "
Ketika mengatakan itu, ada amarah, ketakutan, kepahitan, serta ketidakberdayaan dalam nada suaranya
Dalam membahas tentang kekuatan Dewa Mabuk, hati keempatnya cukup tegang, karena kekuatan Dewa Mabuk terlalu abnormal
Sebelumnya, sekitar 30 tahun yang lalu, ketika kemunculan Dewa Mabuk yang tiba-tiba dan mengejutkan dunia persilatan Kekaisaran Song
Keempat dewa dari dari aliran hitam juga termasuk daftar orang yang telah mendapat tentangan dan dikalahkan satu demi satu oleh Dewa Mabuk
Namun meskipun keempatnya bergabung, mereka masih dikalahkan oleh Dewa Mabuk dengan pahit
Sehingga mereka lebih khawatir dengan kekuatan Dewa Mabuk yang sendirian, dibandingkan Dewa Es yang memiliki Sekte Pulau Es di belakangnya
***
Mengingat Dewa Mabuk, Dewa Tengkorak Hitam tanpa sadar melirik ibu jari pada tangan kanannya
Meskipun terlihat normal, ketiga orang yang berada di dalam gua dan para dewa lainnya mengetahui bahwa ibu jari pada tangan kanan Dewa Tengkorak Hitam telah menjadi sia-sia dan tidak bisa bergerak sama sekali, bahkan jika mengalirinya dengan tenaga dalam
Sambil melirik ibu jarinya, mata tua Dewa Tengkorak Hitam seperti mengenang berbagai adegan di masa lalu
Berbeda dengan tiga dewa dari aliran hitam lainnya yang didatangi oleh dewa mabuk, di sekte masing-masing
Pada tahun itu, ia sedang menghancurkan sebuah desa dan berniat menggunakan rakyat jelata sebagai sebuah pengorbanan
Dewa Mabuk tiba-tiba muncul dan menghentikan tindakannya
Keduanya bertarung darj awal kemunculan matahari sampai matahari kembali bersembunyi
Ia masih mengingat dengan jelas adegan pada waktu itu
Ia memuntahkan banyak darah dan tubuhnya tidak lagi mendukung, sehingga ia berlutut dengan setengah kaki
Sedangkan Dewa Mabuk masih berdiri dengan tenang, nafasnya stabil, tidak banyak kerusakan yang diterima, selain pakaiannya yang terlihat robek di beberapa bagian
Dewa Tengkorak Hitam masih mengingat mata yang menatapnya dengan acuh tak acuh, tidak menganggapnya serius, bahkan terkesan main-main
Tatapan yang tidak pernah ia terima sejak menjejakan kaki di dunia persilatan
Hatinya terbakar amarah ketika melihat tatapan itu, namun tubuhnya tidak lagi mendukung, sehingga ia hanya menatap Dewa Mabuk dengan penuh kebencian
Ia juga masih mengingat kaka-kata yang di ucapkan Dewa Mabuk pada tahun itu
"Wu Liang, hatimu sangat hitam, takdirmu sangat gelap, kau telah membunuh orang-orang yang tidak berdosa dan mengorbankannya kepada iblis hanya demi mendapatkan sedikit kekuatan, dosa-dosamu tidaklah termaafkan, tapi aku tidak akan membunuhmu, kau tidak memenuhi syarat untuk mati ditanganku "
"Kau hanya akan mati secara perlahan, dalam waktu yang sangat panjang, selama masa itu, kau akan digrogoti oleh kebencian orang-orang yang ada di dunia, baik yang sudah mati, ataupun yang masih hidup "
__ADS_1
"Kematian adalah barang yang mahal bagimu, kau tidak akan pernah mati, bahkan jika kau menginginkannya, karena aku akan selalu ada untuk menghentikan tindakanmu itu "
"Hari ini, aku hanya akan mengambil ibu jarimu, agar jika kau kembali berniat membuat pengorbanan untuk iblis dihatimu itu, kau akan mengingat aku, orang yang tidak akan membiarkan niatmu terlaksana "