
"Kosong ?" Zhou Yu menaikan alisnya sambil menatap bekas sebuah perkemahan yang terlihat berantakan dihadapannya
"Ini perkemahan kelima yang aku lewati dan kondisinya sama dengan yang lainnya " Zhou Yu menatap sekelilingnya dan berkata "Apa yang sebenarnya terjadi setengah tahun yang lalu ?"
Setelah menerima fakta bahwa dirinya telah tertidur selama setengah tahun, Zhou Yu kemudian mendapatkan perawatan intensif dari Yang Ye
Meskipun selama setengah tahun terakhir, pria tua tersebut merawat tubuh Zhou Yu dengan sangat baik
Namun dalam situasi dimana tubuhnya tidak bergerak untuk waktu yang lama, bahkan jika Zhou Yu menggunakan tenaga dalam, tubuhnya masih sangat kaku dan juga lemah
Dengan berbagai sumber daya dan teknik Yang Ye yang mumpuni, Zhou Yu hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari tiga hari untuk mendapatkan kembali kekuatan dan mengendalikan tubuhnya
Setelah merasa tubuhnya kembali normal, Zhou Yu kemudian memutuskan untuk meninggalkan Cincin Ruang dan mencari tahu situasi terkini dunia persilatan, terutama tentang perang yang sedang terjadi
Namun saat pemuda bertopeng tersebut keluar dari Cincin Ruang dan menuju salah satu perkemahan pasukan Aliran Putih dimana ia berada sebelumnya
Zhou Yu menemukan perkemahan tersebut sudah kosong dan hanya menyisakan beberapa tenda yang rusak
Melihat hal tersebut, Zhou Yu berpikir pasukan terpaksa mundur karena beberapa alasan, sebab di lihat dari jejak yang tersisa, perkemahan tidak mengalami kerusakan akibat pertempuran sedikitpun
Namun saat pemuda bertopeng tersebut melanjutkan perjalanan menuju lokasi perkemahan Aliran Putih yang diingatnya, ia menemukan situasi di perkemahan tersebut sama dengan perkemahan sebelumnya
Namun meskipun demikian, Zhou Yu tidak banyak berpikir karena mengingat pengalaman sebelumnya saat masih bersama pasukan
__ADS_1
Zhou Yu mengetahui bahwa Markas Pusat memang sering memberikan perintah pemindahan posisi perkemahan saat mengetahui situasi di sana tidak lagi kondusif
Sambil memikirkan lokasi perkemahan gurunya berada, Zhou Yu kemudian kembali melanjutkan perjalanannya ke lokasi perkemahan Aliran Putih yang lain
Akan tetapi saat pemuda bertopeng tersebut sampai di lokasi tujuannya, situasi serupa juga terjadi, sehingga membuatnya Zhou Yu mulai merasa ada yang salah
Baru setelah ia tiba di lokasi perkemahan kelima dan menemukan situasi yang serupa, Zhou Yu benar-benar yakin telah terjadi sesuatu
Zhou Yu kemudian menurunkan tubuhnya dan menyentuh jejak perkemahan yang masih tersisa sambil mengerutkan kening
"Jejak kehidupan di sini sudah hampir terhapus seperti perkemahan sebelumnya, beberapa tenda juga sama-sama tertinggal seolah pasukan meninggalkan tempat ini dengan terburu-buru " Zhou Yu bergumam dan mengedarkan pandangannya sambil berkata "Jika aku tidak salah menebak, mereka meninggalkan perkemahan secara bersamaan, tapi kenapa ?"
Zhou Yu kemudian berdiri dan menarik nafas sebelum kembali berkata "Jika aku menuju lokasi perkemahan selanjutnya, aku khawatir situasi di sana juga akan sama, dari pada membuang waktu, sebaiknya aku pergi ke kota terdekat dan menghubungi Pavilium Bayangan "
***
Sementara itu tepat ketika Zhou Yu berniat meninggalkan area Hutan Larangan dan menuju kota terdekat
Di sebuah desa terpencil dan sangat tersembunyi yang berjarak tidak jauh dari Hutan Larangan
Terlihat wanita tua tengah berbaring disebuah ruangan
Disamping wanita tua tersebut, terlihat seorang gadis kecil tengah menatapnya dengan tatapan khawatir
__ADS_1
Gadis kecil tersebut terlihat berusia 8-9 tahun
Dengan wajah bulat dan mata yang besar, serta rambut yang di kepang dua membuat penampilan gadis kecil tersebut semakin menggemaskan
Bahkan meskipun tubuhnya terlihat kurus dan juga kotor, penampilan menggemaskan gadis kecil tersebut masih sangat mencolok
Namun untuk beberapa alasan, wajah menggemaskan gadis kecil tersebut terlihat mendung
Melihat penampilan gadis kecil tersebut, Wanita tua yang tengah berbaring terlihat menghela nafas menyesal dan berkata dengan lembut "Maafkan nenek Wan'er, karena nenek, Wan'er menjadi menderita "
"Wan'er tidak menderita nenek " Gadis kecil tersebut menggelengkan kepalanya sambil memegang tangan wanita tua dihadapannya dan berkata dengan serius "Yakinlah Wan'er pasti menemukan obat untuk menyembuhkan nenek "
Mendengar pernyataan tersebut, wajah wanita tua tersebut justru menjadi semakin menunjukkan rasa bersalah
Ia kemudian mengelus kepala gadis tersebut sambil berkata "Wan'er dengarkan nenek, jangan pergi keluar lagi apalagi memasuki hutan, mengerti?"
"Tapi nenek..." Gadis kecil tersebut membuka mulutnya dan ingin mengatakan sesuatu
Namun sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, ia melihat neneknya terlihat menggelengkan kepala dengan ekspresi serius
Melihat hal tersebut, Gadis kecil yang dipanggil Wan'er segera menundukkan kepalanya dan berkata "Wan'er mengerti nenek "
...
__ADS_1