
Seluruh medan perang diselimuti perasaan tertekan, nafas kehancuran terasa dimana-mana sehingga membuat suasana terasa mencekam
Meskipun sinar bulan turun dan menyinari seluruh medan perang, namun hal itu tidak bisa mengurangi perasaan tertekan yang mengambang di udara, melainkan justru membuatnya terasa semakin serius
Terutama ketika melihat lubang besar di tengah medan perang dan rintihan demi rintihan sengsara yang mengalir di udara
***
'Sialan, tubuh ini masih sangat lemah, apa saja yang dilakukan bocah ini selama aku tidur sebenarnya, kenapa dia masih belum mencapai Puncak Pendekar Suci ?' 'Zhou Yu' diam-diam mengutuk sambil berusaha menekan luka-lukanya
Disisi lain, pria tua bertubuh kurus yang masih tergantung di udara, menatap ke arah 'Zhou Yu' yang terbaring di tanah dengan ekspresi merendahkan
Meskipun momentumnya juga tidak stabil, tapi dibandingkan Zhou Yu, kondisi pria tua tersebut jelas jauh lebih baik
Pria tua tersebut kemudian menarik nafas dan bertanya dengan tenang "Apa kau akhirnya mengerti celah di antara kita ?"
"Celah apa yang kau maksud tua bangka ?" 'Zhou Yu' mengangkat kepalanya dengan susah payah dan berkata "Jika kau dan aku mulai berlatih pada waktu yang sama, kau bahkan tidak layak untuk mengangkat sepatuku"
Mendengar pernyataan tersebut, pria tua bertubuh kurus tidak marah "Jadi kau menganggap pertarungan ini tidak adil ?"
"Apakah masih perlu di tanyakan ?, bahkan seorang anak berusia lima tahun mengerti apa yang terjadi sekarang " 'Zhou Yu' mencibir
Pria tua tersebut menggelengkan kepalanya dan membalas "Tidak ada yang namanya keadilan di dunia ini anak muda, dunia hanya berbicara tentang tinju siapa yang lebih keras dan siapa yang bertahan sampai akhir, sisanya hanyalah omong kosong"
"Lagi pula, dilihat dari sudut pandang orang lain tentangmu, apakah kekuatan dan pencapaianmu saat ini bisa dikatakan adil ?"Sambung pria tua tersebut dengan enteng
"Kau sangat fasih tua bangka" 'Zhou Yu'mendengus dingin tapi nadanya sangat tenang sehingga membuat pria tua bertubuh kurus mengerutkan keningnya
'Kondisinya sangat buruk, mampu menggerakkan satu jari sudah merupakan keajaiban, tapi kenapa dia masih sangat tenang ?' Pria tua bertubuh kurus terlihat merenung
__ADS_1
Namun sebelum pria tua tersebut bisa berpikir lebih jauh, 'Zhou Yu' tiba-tiba membuka mulutnya
'Ini...' Pria tua bertubuh kurus tertegun melihat pemandangan di depannya
Setelah 'Zhou Yu' membuka mulut, sebuah pusaran tiba-tiba muncul tepat di depan mulut pemuda tersebut
Pusaran tersebut kemudian berputar dan menarik aura di seluruh medan perang dengan 'Zhou Yu' sebagai pusatnya
Melihat pemandangan tersebut, pria tua bertubuh kurus terlihat mengerutkan keningnya dengan ekspresi serius
Ketika pria tua tersebut dengan serius mengamati tindakan 'Zhou Yu', wajahnya tiba-tiba berubah karena melihat darah yang berceceran di medan perang terlihat terangkat ke udara dan bergerak ke arah pemuda tersebut
Sama seperti aura yang berada di udara, darah tersebut juga memasuki pusaran dan di telan oleh pemuda tersebut
"Seni Jahat..." Pria tua bertubuh kurus merasakan firasat buruk dan bersiap melakukan serangan
Namun sebelum ia bisa melaksanakan niatnya, sebuah suara bernada tinggi tiba-tiba muncul dan membuatnya terganggu
***
Yu Lian perlahan membuka matanya dengan linglung, melihat langit penuh bintang dalam garis pandangnya, ia tidak bisa tidak bertanya 'Dimana aku ?'
Wanita cantik tersebut kemudian menggerakkan tubuhnya
Namun sebelum ia bisa berbuat lebih banyak, sebuah suara tua tiba-tiba muncul dan membuatnya berhenti
"Jangan terlalu banyak bergerak Dewi, tubuh anda masih sangat lemah"
Yu Lian mengalihkan perhatiannya dan melihat seorang pria tua dengan wajah akrab tengah berjalan ke arahnya
__ADS_1
Melihat pria tua tersebut, Yu Lian langsung bertanya "Penatua, apa yang sebenarnya terjadi ?"
Namun sebelum pria tua tersebut bisa menjawab, Yu Lian tiba-tiba melebarkan mata dan langsung menegakan tubuhnya
"Yu'er ? dimana dia ? Penatua Agung, apakah anda melihatnya?"
Yu Lian ingat sebelum ia kehilangan kesadaran, ia melihat Zhou Yu sedang berhadapan dengan seorang pendekar yang sangat menakutkan
Karena itu, setelah ingatannya kembali, Yu Lian tidak bisa menahan perasaan panik
Disisi lain, pria tua yang merupakan Penatua Agung dari Sekte Pedang Kembar tidak menjawab tetapi menunjuk ke arah pusat
Melihat hal tersebut, Yu Lian buru-buru mengalihkan perhatiannya
Meskipun jaraknya sangat jauh, tapi Yu Lian adalah seorang Pendekar Kaisar yang mempunyai penglihatan yang sangat baik sehingga bisa melihat situasi di hadapan matanya
Melihat penampilan Zhou Yu yang terlihat sengsara, Yu Lian tidak bisa menahan tangis "Yu'er..."
Akan tetapi tepat ketika Yu Lian mengeluarkan panggilan akrabnya, Zhou Yu terlihat membuka mulutnya dan menciptakan fenomena aneh sehingga membuat Yu Lian membeku
Terutama ketika melihat darah yang terangkat dan mengalir dengan dirinya sebagai pusatnya
"Apa ini ?" Yu Lian menatap pemandangan di depannya dengan mata lebar
Sebelum ia bisa bereaksi, wanita cantik tersebut merasakan pergerakan yang tidak biasa sehingga ia segera mengalihkan perhatiannya
Ketika tatapannya menyapu ke arah pria tua bertubuh kurus yang tengah mengumpulkan kekuatan
Yu Lian tidak bisa tidak berteriak "Berhenti"
__ADS_1
...