
Ketika Zhou Yu sedang mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk
Ia merasakan kedatangan Xu Wendao dan He Qianyu, sehingga membuatnya mengalihkan perhatian dan menyapa
"Tuan Muda Xu, Nona He, kita bertemu lagi "
"Apa kau mengenaliku ?" He Qianyu bertanya sambil menatap Zhou Yu dengan terkejut
Zhou Yu tersenyum tipis, meskipun penampilan He Qianyu saat ini berbeda dengan saat ketika ia menyamar sebagai pelayan di restoran pada waktu itu
Namun He Qianyu melupakan satu hal, yakin bahwa Zhou Yu tidak pernah membuka matanya, sehingga ia tidak mengenali gadis itu lewat penampilannya, melainkan dari nafas dan bau yang dilepaskan tubuhnya
Melihat Zhou Yu tidak menjawab, He Qianyu ingin kembali bertanya, namun dihentikan oleh Xu Wendao dengan tatapan matanya dan mengingatkan bahwa mereka memiliki tujuan yang lebih penting
Xu Wendao kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Zhou Yu dan berkata "Senior..."
Sudut mulut Zhou Yu berkedut ketika mendengar seseorang yang beberapa tahun lebih tua darinya memanggil dirinya senior
Namun meskipun canggung, ia tidak berniat memperbaiki judul tersebut dalam situasi seperti ini, sehingga hanya bertanya dengan lemah
__ADS_1
"Apakah Tuan Muda Xu punya sesuatu yang ingin disampaikan kepadaku ?"
Xu Wendao mengangguk dan menjawab dengan lugas "Aku berharap senior dapat membantu walikota dalam menangani kedua pendekar itu, senior "
Seperti sudah mengharapakan permintaan Xu Wendao, Zhou Yu tidak terlihat terkejut dan hanya tersenyum sambil balik bertanya "Kenapa aku harus membantu walikota ? sejak awal aku tidak punya niat dan alasan untuk ikut campur dalam urusan mereka "
"Demi kemanusiaan " Xu Wendao menjawab langsung dan melanjutkan "Atas dasar kemanusiaan, senior punya hak untuk ikut campur dalam masalah ini"
Zhou Yu menggelengkan kepalanya dan membalas "Membantu atas dasar kemanusiaan juga memiliki batasan, tuan muda Xu "
"Jika kau melihat seseorang dirugikan, dianiaya, atau bahkan dicelakai oleh orang lain tanpa adanya unsur perebutan hak, kekuasaan dan yang lainnya, kau berhak dan harus membantu orang itu "
"Tapi dalam situasi saat ini, apakah kejadiannya sama ? aku tidak tahu keseluruhan ceritanya, tapi aku mempunyai pemikiran di hatiku dan tuan muda Xu pasti sangat jelas tentang itu "
Zhou Yu menaikan alisnya dan bertanya "Apa yang tuan muda Xu maksud ?"
Xu Wendao menarik nafas panjang dan menceritakan apa yang ia temukan dalam penyelidikannya
Menurut pemuda tersebut, meskipun penyelidikannya terbilang singkat, karena langsung ditemukan oleh kedua pria paruh baya tersebut
__ADS_1
Namun Xu Wendao berhasil menemukan identitas kedua pria paruh baya tersebut
Kedua ternyata adalah pemimpin bandit gunung yang dikenal sebagai Cakar Darah dan Cakar Besi
Zhou Yu menaikan alisnya ketika mendengar identitas kedua pria paruh baya tersebut dan alisnya tiba-tiba berkerut saat mendengar bahwa ketika Xu Wendao dalam proses penyelidikan
Pemuda tersebut tanpa sengaja menemukan kejadian mengejutkan yang melibatkan kedua pria paruh baya tersebut
Menurut perkataan Xu Wendao, dalam perjalanan menuju Kota Henan, Cakar Darah dan Cakar Besi sempat melewati sebuah desa kecil dan singgah di sana untuk beberapa saat
Akan tetapi karena alasan yang tidak diketahui, keduanya secara mengejutkan melakukan aksi pembantaian terhadap seluruh penduduk desa
Xu Wendao sempat pergi ke desa tersebut beberapa kali untuk melakukan penyelidikan
Namun karena seluruh penduduk desa dibantai dan rumah-rumah disana telah porak-poranda, sehingga kesulitan mencari petunjuk meningkatkan beberapa tingkat yang sampai akhirnya membuat pemuda tersebut menyerah
Karena setelah sekian lama penyelidikan, Xu Wendao tidak berhasil mendapatkan sedikit pun petunjuk yang berkaitan dengan alasan pembantaian keduanya
Xu Wendao hanya bisa membuat tebakan bahwa kedua pria paruh baya tersebut melakukan aksi pembantaian atas dasar kesenangan seperti yang biasa dilakukan oleh para bandit
__ADS_1
Setelah mendengar cerita Xu Wendao, Zhou Yu terdiam
Namun nafas yang dilepaskan dari tubuhnya berangsur-angsur menjadi dingin, sehingga membuat Xu Wendao dan He Qianyu menggigil