
"Apa yang terjadi ?" Zhou Yu mengerutkan kening ketika merasakan perubahan tiba-tiba dari para pendekar
Setelah mendengar teriakan dari para pendekar disekitarnya, Zhou Yu langsung mengerti apa yang terjadi
Ternyata setelah mendapatkan persetujuan dari ketiga Pendekar Suci, Pemimpin Pasukan langsung memerintahkan kepada seluruh pendekar untuk mundur dari tempat tersebut
Meskipun perintah Pemimpin Pasukan sangat tidak terduga, namun para pendekar merasa lega setelahnya, sebab situasi pertempuran sangat tidak menguntungkan untuk pihak para pendekar
Zhou Yu melirik ke arah Beruang Hitam dengan ragu-ragu sebelum melemparkan serangan dan mundur secara perlahan bersama dengan para pendekar lainnya
Meskipun sedikit menyesal karena tidak bisa menyerap semua aliran panas yang berhasil mendorong latihan Mengubah Ototnya sampai 70%
Namun Zhou Yu masih cukup jernih, dihadapkan gelombang siluman yang tidak ada habisnya, jika ia tertunda dan tidak segera mundur bersama para pendekar lainnya, pemuda bertopeng tersebut khawatir tidak bisa menyelamatkan hidupnya
Zhou Yu segera mengikuti para pendekar lainnya dan mundur dengan tertib
Meskipun para siluman tidak duduk diam setelah melihat para pendekar mundur
Namun karena para pendekar tidak terpecah dan fokus pada pembelaan, para siluman tidak mengambil banyak keuntungan seperti sebelumnya
Tapi tepat ketika para pendekar berpikir semuanya berjalan lancar
Sebuah momentum yang sangat kuat menyebar dari arah kedalaman Hutan Larangan menuju para pendekar
Bersamaan dengan kemunculan momentum tersebut, tanah di bawah kaki mereka bergetar hebat, sehingga membuat para pendekar tersebut seketika memucat
Tepat ketika para pendekar bertanya-tanya siapa pemilik momentum dan penyebab guncang tersebut
Seekor Kadal raksasa dengan ukuran sebesar bukit tiba-tiba muncul dihadapan mereka
Kadal tersebut memiliki tiga kepala dan enam ekor, di setiap ujung ekor Kadal tersebut terlihat runcing seperti pedang
__ADS_1
Ditambah kabut panas yang dihembuskan kadal tersebut setiap kali bernafas, membuat para pendekar merasa sesak nafas
Kadal Raksasa tersebut melirik seluruh medan perang dengan tatapan menghina, sehingga membuat para pendekar ataupun siluman tidak berani bergerak
Hal tersebut membuat medan perang jatuh ke dalam kesunyian yang memalukan sebelum akhirnya Kadal Raksasa tersebut meraung dengan sangat kencang seolah memberikan pertanda bahwa teror akan datang
***
"Kekuatan ini..." Zhou Yu terengah-engah dengan wajah pucat setelah mendengar raungan Kadal Raksasa tersebut
Untungnya ia merespon dengan cepat dengan langsung melindungi telinga serta organ dalamnya menggunakan tenaga dalam saat raungan tersebut pecah
Jika tidak, kemungkinan besar nasibnya akan sama dengan para pendekar disekitarnya
Tepat ketika para pendekar hampir tidak tahan dengan raungan tersebut, sebuah Aura dan Niat Pedang yang sangat kuat tiba-tiba meletus dan menahan dampak raungan tersebut
Merasakan aura yang sangat akrab, Zhou Yu tidak bisa tidak bergumam "Guru..."
***
Namun meskipun demikian, sebagian besar Pendekar Ahli kebawah terlihat tidak sadarkan diri dan berdarah diketujuh lubang mereka
Ming An melirik sekelilingnya, raungan Kadal Raksasa tidak hanya berdampak kepada para pendekar, tapi juga kepada para siluman
Namun karena fisik para siluman jauh lebih unggul dari pada pendekar membuat kerugian mereka tidak seserius para pendekar
Ming An mengambil kembali tatapan dan melirik tiga sosok yang melesat ke arahnya
Ketiga sosok tersebut berhenti tepat di samping pria paruh baya tersebut
Melihat wajah ketiganya sedikit pucat, Ming An bertanya dengan prihatin "Apakah anda bertiga baik-baik saja ?"
__ADS_1
Mendengar pertanyaan tersebut, ketiganya saling melirik sambil tersenyum pahit
Meskipun respon ketiganya cukup cepat, namun raungan Kadal Raksasa masih memiliki beberapa efek kepada mereka
Namun meskipun demikian, mereka tidak berniat menjelaskan
Sebagai seorang Pendekar Tingkat Tinggi, harga diri mereka tidak akan membiarkan orang lain melihat kelemahan meraka
"Kami baik-baik saja saudara Ming " Pendekar Suci yang sebelumnya berdebat dengan Pemimpin Pasukan menjawab sebelum mengalihkan perhatiannya ke arah Kadal Raksasa "Tapi kekuatan kadal ini..."
Pendekar Suci tersebut tidak berani melanjutkan kalimatnya dan hanya menatap Ming An dengan tatapan bertanya
Sebagai Pendekar terkuat yang bahkan bisa melindungi para pendekar dari dampak raungan Kadal Raksasa
Ketiganya berpikir bahwa Ming An seharusnya bisa melihat kedalaman siluman tersebut
Ming An tidak segera menjawab dan mengalihkan perhatiannya ke arah Kadal Raksasa dengan tatapan bermartabat sebelum menjawab dengan pelan
"Aku khawatir Kadal ini selangkah lagi menjadi Raja dan Ratu Siluman "
Mendengar jawaban Ming An, wajah ketiganya langsung berubah dan menatap Ming An dengan tatapan tidak percaya
Meskipun ketiganya belum pernah bertemu Raja dan Ratu Siluman, namun mereka juga mengetahui kekuatan Raja dan Ratu Siluman dari catatan kuno
Sebagai eksistensi mengerikan di zaman kuno, Raja dan Ratu Siluman dikatakan setara dengan Puncak Pendekar Suci atau para dewa dunia persilatan
Bahkan karena fisiknya yang sombong, secara umum Raja dan Ratu Siluman jauh lebih unggul dari Puncak Pendekar Suci, kecuali Puncak Pendekar Suci yang sangat kuat seperti Dewa Mabuk
Dua sampai tiga Puncak Pendekar Suci rata-rata perlu bergandengan tangan untuk berhadapan dengan Raja dan Ratu Siluman yang menjelaskan betapa menakutkannya siluman ditingkat ini
Sekarang menurut Ming An, Kadal Raksasa dihadapan mereka diduga merupakan Raja dan Ratu Siluman Setengah Langkah yang membuat mereka tidak bisa tidak terkejut
__ADS_1
Meskipun Kadal Raksasa belum benar-benar menjadi Raja dan Ratu Siluman, namun kekuatan seperti itu bukanlah sesuatu yang bisa dihadapi Pendekar Suci rata-rata
...