
Hutan Larangan
Sebagai hutan terbesar di daratan tengah yang setiap sisinya menyentuh dua kerajaan dan satu kekaisaran
Eksistensinya tidak pernah bisa di lupakan dan mengakar kuat di dalam benak para penduduk daratan tengah
Selain karena ukurannya yang menakjubkan, hutan ini terkenal sebagai hutan paling berbahaya yang bahkan seorang pendekar suci bisa jatuh saat memasukinya
Bahkan untuk menggambarkan bahaya hutan tersebut, para penduduk sekitarnya menyematkan kata 'Larangan' pada hutan itu
Namun meskipun demikian, terlepas dari rumor yang beredar dan kata 'berbahaya' yang tergantung di atas hutan tersebut
Tidak dapat dipungkiri bahwa hutan larangan merupakan hutan yang sangat unik
Tidak hanya di tumbuhi tanaman ajaib dan sumber daya alami yang tidak terhitung jumlahnya
Pepohonan dan tumbuhan yang berada di hutan ini juga mempunyai ukuran yang tidak biasa sehingga membuat warna hijau dan aura kehidupan yang sangat kuat terpancar dari hutan ini
Namun kontras dengan suasana hutan larangan, tepat di tepi hutan tersebut, sebuah hamparan kosong layaknya sebuah gurun terbentuk dengan tidak biasa
Tidak hanya tidak ditumbuhi sehelai rumput, tanah di hamparan kosong itu juga terlihat sangat keras dan sedikit menghitam
__ADS_1
Aura kematian juga menyelimuti seluruh gurun sehingga membuat siapapun akan merasa tidak nyaman setelah berada disekitarnya
Menghadapi situasi tersebut, bahkan para pendekar sekalipun enggan hidup di lingkungan seperti itu apalagi manusia biasa sehingga membuat gurun tersebut menjadi tanah kosong yang ditinggalkan
Namun untuk beberapa alasan, di tanah yang ditinggalkan yang biasanya sunyi dan tanpa hawa kehidupan, terlihat tiga sosok berjubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya berdiri dengan tenang
Ketiga sosok berjubah hitam tersebut berdiri diam sembari melirik tanah di hadapan mereka
Setelah beberapa saat, sosok berjubah hitam di bagian paling kiri terdengar berkata "Apakah ini medan perang kedua aliran ? bekas tabrakannya cukup bagus, setidaknya jauh lebih kuat dari pada bekas tabrakan di generasi sebelumnya"
"Kau benar" sosok berjubah hitam paling tengah mengangguk setuju dan berkata "Generasi saat ini memang di penuhi keajaiban dan jauh lebih kuat dari pada generasi sebelumnya, bahkan di beberapa tempat, kita telah kehilangan kendali atas kekuasaan"
Mendengar pernyataan tersebut, sosok di sebelah kanan mendengus tidak setuju dan berkata "Tidak peduli seberapa kuat generasi saat ini, di mataku mereka tetaplah semut. sekalipun berubah, paling banyak itu hanya akan menjadi semut yang lebih besar"
Sosok berjubah hitam disebelah kiri tidak bisa menahan senyum sementara sosok berjubah hitam di sebelah kanah berubah dingin
Meskipun hal itu adalah sebuah kebenaran, namun di ucapkan secara langsung dihadapannya membuat sosok berjubah hitam tersebut merasa tidak nyaman
Tanpa sadar, bayangan seorang pria tua dengan pakaian compang-camping yang sangat menyedihkan muncul dalam benaknya sehingga membuat wajahnya semakin dingin dan matanya menunjukkan kebencian yang sangat kuat
Setelah beberapa saat, sosok berjubah hitam itu kembali mendengus dan berkata "Waktu itu aku meremehkannya dan terlambat menggunakan kekuatan penuh ku, jika ada waktu lain, aku yakin akan bisa mengalahkannya dan mengembalikan semua penghinaan itu berkali-kali lipat"
__ADS_1
"Sayang sekali pengemis tua itu menghilang dalam pertempurannya melawan raja dan ratu siluman sehingga aku tidak bisa membalas dendam kepadanya"
Mendengar pernyataan itu, sosok berjubah hitam di sebelah kiri mencibir, namun tidak mengatakan apapun
Ia kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah sosok berjubah hitam di tengah dan berkata "Tikus Besar. kau dan anak buahmu adalah orang yang bertanggung jawab atas cabang kita di wilayah Sekte Gunung Kunlun, di antara kita bertiga, kau seharusnya mempunyai pemahaman yang lebih dalam tentang kekuatan di dunia persilatan saat ini terutama Sekte Gunung Kunlun, ceritakan seberapa kuat mereka"
Meskipun mereka mempunyai informasi tentang semua sekte yang ada di dunia persilatan dari cabang-cabang yang mereka dirikan
Namun membaca dokumen dan merasakannya langsung mempunyai arti yang berbeda
Apalagi masih menjadi pertanyaan apakah informasi yang dilampirkan memiliki kebenaran mutlak atau masih mempunyai banyak kekurangan seperti situasi khusus yang membuat orang-orang yang bertanggung jawab ragu untuk melaporkan situasinya kepada organisasi
Karena itu, terlepas dari pemahamannya tentang kekuatan di dunia persilatan, ia masih bertanya kepada rekan di sampingnya itu
Sosok berjubah hitam yang dipanggil Tikus Besar tidak segera menjawab dan tatapan beralih ke arah kejauhan dengan cahaya di matanya yang seperti bisa menebus lorong ruang dan waktu
"Itu sulit dikatakan" Tikus Besar meredup dan berkata "Meskipun para dewa menghilang dalam pertempuran melawan raja dan ratu siluman, tapi sekte-sekte di dunia persilatan terutama Sekte Gunung Kunlun masih cukup kuat, bahkan pemimpin enggan menyerang keempat sekte utama setelah mereka kembali ke sarangnya masing-masing"
Alis sosok berjubah hitam di sebelah kiri berkerut setelah mendengar pernyataan tersebut
Namun tepat ketika ia berniat kembali mengajukan pertanyaan, tanah di bawah kaki mereka berguncang yang membuat ketiganya langsung mengalihkan perhatiannya ke satu arah
__ADS_1
"Mereka akhirnya di sini..."
...