Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Percakapan


__ADS_3

"Ini menyakitkan " Pendekar Pedang Api menatap langit sambil mengatupkan giginya


Setelah menggeser pertempuran keluar dari area perkemahan, Pria paruh baya tersebut bertarung dengan sengit dan cukup percaya diri


Meskipun ia hanyalah seorang Pendekar Kaisar, namun kekuatannya tidak jauh dari tingkat Pendekar Suci


Dan secara kebetulan, Singa Berkepala Dua yang menjadi lawannya juga merupakan Siluman Tingkat Tinggi yang baru menyelesaikan peningkatan, sehingga perbedaan kekuatan antara keduanya tidak terlalu jauh


Namun terlepas dari betapa percaya dirinya pria paruh baya tersebut, ia tidak pernah menduga ketika pertempuran memasuki tahap kritis


Kekuatan Singa Berkepala Dua tiba-tiba pecah yang membuatnya tertangkap basah dan jatuh ke dalam bahaya


Untungnya meskipun serangan Singa Berkepala Dua mengenainya dengan telak, pria paruh baya tersebut masih sempat melindungi tubuhnya dengan tenaga dalam, sehingga membuat nyawanya bisa diselamatkan


Namun meskipun selamat dari mulut kematian, Pendekar Pedang Api tidak lagi memiliki kekuatan bertarung yang membuatnya tidak bisa tenang


Merasakan nafas Singa Berkepala Dua semakin dekat, pria paruh baya tersebut kemudian melakukan gerakan tangan yang sangat rumit sebelum nafasnya tiba-tiba berhenti bersamaan dengan organ tubuhnya yang lain


Singa Berkepala Dua yang tidak lagi merasakan nafas pria paruh baya tersebut, terlihat kebingungan

__ADS_1


Tapi karena kondisinya sendiri tidak begitu baik, Singa Berkepala Dua segera pergi meninggalkan tempat tersebut setelah memastikan lawannya benar-benar mati


Namun meskipun yakin bahwa Pendekar Pedang Api sudah mati, Singa Berkepala Dua tidak akan pernah membayangkan bahwa beberapa saat setelah ia meninggalkan tempat tersebut


Organ dalam pria paruh baya tersebut tiba-tiba kembali bekerja dan nafasnya kembali berfluktuasi


Pendekar Pedang Api terus memandangi awan di atasnya dengan tenang, tidak ada kegembiraan ataupun kesedihan setelah memalui periode hidup dan mati


***


Zhou Yu duduk dengan tenang


"Sudah cukup Bibi Guru " Zhou Yu berkata dengan pelan saat melihat Bibi Gurunya berniat kembali memindahkan sesendok nasi ke arah piringnya


Melihat makanan yang menumpuk seperti gunung dipiring Zhou Yu, Ming An juga ikut berkomentar "Apakah kamu pikir nafsu makan Yu'er sama denganmu ?"


"Apa maksudmu ? "Yu Lian mendengus dan berkata dengan pelan "Aku tidak pernah makan sebanyak itu "


Pasangan guru dan murid tersenyum mendengar ucapan Yu Lian

__ADS_1


Suasana meja makan pun menjadi sangat hangat, setelah terpisah selama satu tahun lebih, banyak hal yang ingin Zhou Yu ceritakan kepada kedua gurunya itu, sehingga setelah selesai menyantap makanannya, mereka tidak langsung bubar dan duduk sambil mendengarkan cerita pemuda bertopeng tersebut dengan tenang


***


"Apakah kamu tahu Kakek dan Nenek Wang yang diceritakan Yu'er?" Yu Lian bertanya setelah Zhou Yu kembali ke kamarnya


"Tidak " Ming An menjawab sambil mengelak


Melihat tindakan suaminya tersebut, Yu Lian mendengus tapi tidak mengejar lebih jauh, ia justru bertanya tentang kondisi Zhou Yu, terutama matanya


Namun Ming An tidak menjawab yang membuat wanita cantik tersebut mengerutkan keningnya dan bertanya "Apakah kamu akan terus menyembunyikan semuanya dariku ?"


Mendengar nada dingin istrinya tersebut, Ming An tersenyum pahit dan menjawab "Bukannya aku ingin menyembunyikan semuanya darimu, tapi sejujurnya aku sendiri tidak tahu banyak tentang masalah ini "


"Tidak mengubah wajahnya saat melihat mata dan kekuatan yang berhasil dicapai Yu'er dalam waktu singkat, tapi berkata bahwa tidak tahu banyak, hanya orang bodoh yang akan percaya omongan kosong ini " Yu Lian mendengus dingin


Ming An menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas dan berkata "Aku tidak menyemburkan omong kosong, tapi itulah kebenarannya "


"Adapun kenapa aku tidak terkejut dengan kondisi Yu'er saat ini, hal itu terkait dengan pesan terakhir yang disampaikan orang itu "

__ADS_1


...


__ADS_2