Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pria Tua dan Nelayan Tua


__ADS_3

Ketika Zhou Yu sedang terhanyut dalam pikirannya, suara sesuatu yang jatuh membangunkan pemuda bertopeng tersebut dan menemukan bahwa Dai Li sedang berlutut dengan dibantu oleh Xu Wendao


Zhou Yu buru-buru menghampiri dan menanyakan situasinya


Setelah ditanyai, Dai Li menjawab bahwa kepala dan perutnya terasa sangat tidak nyaman yang membuat Zhou Yu tersenyum


Pada jamuan makan malam sebelumnya, setelah melihat tindakan Zhou Yu yang meminum arak dengan tidak terkendali


Dai Li memperhatikannya sebentar, namun karena ia tidak memiliki pengetahuan tentang arak, pemuda tersebut tidak menemukan alasan kenapa Zhou Yu yang selalu bersikap tenang dan terkendali tiba-tiba bertindak demikian


Karena rasa penasarannya yang sangat kuat, Dai Li mencicipi beberapa teguk sebelum akhirnya meniru tindakan pemuda bertopeng tersebut yang membuat mabuk berat


Untungnya Dai Li memiliki tubuh yang istimewa, sehingga meskipun jumlah arak yang diminum pemuda tersebut tidak kalah dengan Zhou Yu, pemuda tersebut tetap bisa bangun seperti biasanya


Namun meskipun tubuh istimewanya bisa menahan tekanan dari kandungan yang ada di dalam arak


Tetapi tubuh pemuda tersebut tetap membutuhkan waktu untuk melarutkan arak tersebut, sehingga ketika mendapat guncangan saat berlayar menaiki perahu


Gejala yang seharusnya muncul sebelumnya tiba-tiba terjadi saat ini


Zhou Yu kemudian mengalirkan tenaga dalam ke arah Dai Li untuk meringankan ketidaknyamanan yang dirasakan pemuda tersebut


Setelah merasa lebih baik, ketiga kemudian kembali melanjutkan perjalanan


***


Tiga hari berlalu sejak Zhou Yu menyebrang danau


Di danau yang sama, terlihat seorang pria tua berjalan ke arah dermaga yang baru saja diperbaiki milik nelayan tua yang sebelumnya bersama dengan Zhou Yu


Pria tua tersebut kemudian berhenti dan menatap ke arah danau dengan tatapan dalam


Matanya berfluktuasi seolah bisa kembali ke masa lalu dan melihat apa yang terjadi di danau tersebut sebelumnya


Tepat ketika pria tua tersebut masih menatap danau dengan penuh minat


Terdengar suara tua dengan nada malas yang membuat pria tua tersebut mengalihkan perhatiannya


"Aku pikir saudara Wang masih marah dan tidak mau menemuiku, meskipun saudara Wang sudah berada disini dari tiga hari yang lalu "


Mendengar pernyataan tersebut, pria tua itu tersenyum dan menjawab "Sejujurnya aku memang masih sedikit marah kepadamu, saudara Huo. jika bukan karena khawatir tulang lamaku akan terkilir, aku benar-benar ingin memukul wajah dengan keras "


Nelayan tua tersebut tidak marah dan justru tertawa setelah mendengar ucapan pria tua itu


Ia kemudian membuat gerakan 'tolong' supaya pria tua tersebut menaiki perahunya


Setelah pria tua tersebut naik, nelayan tua itu mendayung perahunya menjauh dari dermaga


Keduanya tetap diam selama beberapa saat, sebelum nelayan tua tersebut akhirnya buka suara "Bocah itu cukup baik, tidak heran seseorang yang tidak pernah mau mengajarkan ilmu silat kepada siapapun sepertimu tiba-tiba mengajarkannya beberapa trik "


Pria tua tersebut tersenyum dan berkata "Sejujurnya aku tidak mengajarkan apapun kepada anak itu, dengan bakatnya yang luar biasa, anak itu pasti bisa melakukan semua yang aku ajarkan tanpa bimbingan siapapun "


"Saudara Wang sangat menghargai anak itu " Nelayan tua tersebut membalas sambil tersenyum setelah mendengar ucapan pria tua itu


Setelah mendengar sindiran dari pria tua itu, nelayan tua tersebut tertegun sebelum tertawa dan berkata dengan nada bercanda "Apa anda datang ke sini hanya untuk menanyaiku, saudara Wang ?"


Pria tua tersebut tidak membalas dan hanya menatap nelayan tua itu


Melihat ekspresi pria tua tersebut, nelayan tua berhenti bercanda dan melambaikan tangannya sambil berkata "Anda salah paham terhadapku"


"Apa saudara Wang pikir dengan karakterku yang malas, aku akan repot-repot mencari seekor buaya hanya untuk menguji anak itu "


"Jadi ?" Pria tua tersebut menaikan alisnya


Nelayan tua tersebut berdehem dan menjelaskan "Sebenarnya buaya raksasa itu datang ke danau ini sebulan yang lalu tepat ketika aku sedang tidak ada di sini "


Menurut penjelasan nelayan tua tersebut, ia sendiri baru tahu kedatangan buaya raksasa itu beberapa hari yang lalu, tepat ketika ia baru saja datang dari tempat yang jauh

__ADS_1


"Awalnya aku berniat membunuh buaya itu, tapi setelah mendengar anak itu datang, aku memutuskan untuk menguji dan melihat kemampuannya "


"Tapi aku tidak menduga bahwa anak itu benar-benar berhasil membunuh buaya raksasa itu yang membuatku cukup terkejut "


Ketika mengatakan kalimat terakhir, nelayan tua sedikit berdecak kagum


Pria tua tersebut mengangguk setuju dengan kalimat nelayan tua


Keduanya berbicara dengan santai, sampai beberapa saat kemudian, nelayan tua tersebut tiba-tiba berhenti dan menutup kupingnya


Dan secara bersamaan, ia melepaskan momentum yang sangat kuat, sehingga air disekitar berfluktuasi


"Apakah anda baik-baik saja saudara Huo ?" Pria tua tersebut bertanya dengan tenang seolah tidak terganggu dengan momentum yang dilepaskan nelayan tua tersebut


Nelayan tua tersebut menggelengkan kepalanya dan memberikan isyarat bahwa dirinya baik-baik saja


Setelah melihat nelayan tua tersebut kembali normal, wajah damai pria tua tersebut berubah serius dan berkata "Sejujurnya kedatanganku kesini bukan hanya untuk anak itu, tapi juga untuk apa yang baru saja terjadi "


"Apa saudara Wang juga mendengarnya ?" Nelayan tua tersebut bertanya


Pria tua tersebut menggelengkan kepalanya dan menjawab "Aku tidak memiliki kemampuan seperti saudara Huo, bagaimana bisa aku mendengarnya juga ?, aku hanya merasa belakangan ini udara terasa lebih kotor dan berat dari biasanya "


"Bisakah saudara Huo menjelaskan apa alasannya ?"


Nelayan tua tersebut mengangguk dan menjelaskan bahwa alasan kenapa udara terasa berbeda karena terdapat sebuah teknik yang ikut terbang bersamanya


Bagi orang-orang yang tidak memiliki kemampuan seperti dirinya, ia hanya akan merasa bahwa udara terasa sedikit berbeda


Namun bagi orang-orang seperti dirinya, ia akan mendengar sebuah suara yang menuntunnya untuk pergi ke suatu tempat


"Apa saudara Huo tahu dari mana asalnya ?" Pria tua tersebut bertanya sambil mengerutkan keningnya


Nelayan tua tersebut mengangguk dan menjawab "Aku pergi mengikuti suara itu sampai ke sumbernya dan menemukan bahwa suara-suara itu berasal dari kedalaman hutan larangan dan memancar ke segala arah "


...


Ketika Zhou Yu sedang terhanyut dalam pikirannya, suara sesuatu yang jatuh membangunkan pemuda bertopeng tersebut dan menemukan bahwa Dai Li sedang berlutut dengan dibantu oleh Xu Wendao


Zhou Yu buru-buru menghampiri dan menanyakan situasinya


Setelah ditanyai, Dai Li menjawab bahwa kepala dan perutnya terasa sangat tidak nyaman yang membuat Zhou Yu tersenyum


Pada jamuan makan malam sebelumnya, setelah melihat tindakan Zhou Yu yang meminum arak dengan tidak terkendali


Dai Li memperhatikannya sebentar, namun karena ia tidak memiliki pengetahuan tentang arak, pemuda tersebut tidak menemukan alasan kenapa Zhou Yu yang selalu bersikap tenang dan terkendali tiba-tiba bertindak demikian


Karena rasa penasarannya yang sangat kuat, Dai Li mencicipi beberapa teguk sebelum akhirnya meniru tindakan pemuda bertopeng tersebut yang membuat mabuk berat


Untungnya Dai Li memiliki tubuh yang istimewa, sehingga meskipun jumlah arak yang diminum pemuda tersebut tidak kalah dengan Zhou Yu, pemuda tersebut tetap bisa bangun seperti biasanya


Namun meskipun tubuh istimewanya bisa menahan tekanan dari kandungan yang ada di dalam arak


Tetapi tubuh pemuda tersebut tetap membutuhkan waktu untuk melarutkan arak tersebut, sehingga ketika mendapat guncangan saat berlayar menaiki perahu


Gejala yang seharusnya muncul sebelumnya tiba-tiba terjadi saat ini


Zhou Yu kemudian mengalirkan tenaga dalam ke arah Dai Li untuk meringankan ketidaknyamanan yang dirasakan pemuda tersebut


Setelah merasa lebih baik, ketiga kemudian kembali melanjutkan perjalanan


***


Tiga hari berlalu sejak Zhou Yu menyebrang danau


Di danau yang sama, terlihat seorang pria tua berjalan ke arah dermaga yang baru saja diperbaiki milik nelayan tua yang sebelumnya bersama dengan Zhou Yu


Pria tua tersebut kemudian berhenti dan menatap ke arah danau dengan tatapan dalam

__ADS_1


Matanya berfluktuasi seolah bisa kembali ke masa lalu dan melihat apa yang terjadi di danau tersebut sebelumnya


Tepat ketika pria tua tersebut masih menatap danau dengan penuh minat


Terdengar suara tua dengan nada malas yang membuat pria tua tersebut mengalihkan perhatiannya


"Aku pikir saudara Wang masih marah dan tidak mau menemuiku, meskipun saudara Wang sudah berada disini dari tiga hari yang lalu "


Mendengar pernyataan tersebut, pria tua itu tersenyum dan menjawab "Sejujurnya aku memang masih sedikit marah kepadamu, saudara Huo. jika bukan karena khawatir tulang lamaku akan terkilir, aku benar-benar ingin memukul wajah dengan keras "


Nelayan tua tersebut tidak marah dan justru tertawa setelah mendengar ucapan pria tua itu


Ia kemudian membuat gerakan 'tolong' supaya pria tua tersebut menaiki perahunya


Setelah pria tua tersebut naik, nelayan tua itu mendayung perahunya menjauh dari dermaga


Keduanya tetap diam selama beberapa saat, sebelum nelayan tua tersebut akhirnya buka suara "Bocah itu cukup baik, tidak heran seseorang yang tidak pernah mau mengajarkan ilmu silat kepada siapapun sepertimu tiba-tiba mengajarkannya beberapa trik "


Pria tua tersebut tersenyum dan berkata "Sejujurnya aku tidak mengajarkan apapun kepada anak itu, dengan bakatnya yang luar biasa, anak itu pasti bisa melakukan semua yang aku ajarkan tanpa bimbingan siapapun "


"Saudara Wang sangat menghargai anak itu " Nelayan tua tersebut membalas sambil tersenyum setelah mendengar ucapan pria tua itu


Setelah mendengar sindiran dari pria tua itu, nelayan tua tersebut tertegun sebelum tertawa dan berkata dengan nada bercanda "Apa anda datang ke sini hanya untuk menanyaiku, saudara Wang ?"


Pria tua tersebut tidak membalas dan hanya menatap nelayan tua itu


Melihat ekspresi pria tua tersebut, nelayan tua berhenti bercanda dan melambaikan tangannya sambil berkata "Anda salah paham terhadapku"


"Apa saudara Wang pikir dengan karakterku yang malas, aku akan repot-repot mencari seekor buaya hanya untuk menguji anak itu "


"Jadi ?" Pria tua tersebut menaikan alisnya


Nelayan tua tersebut berdehem dan menjelaskan "Sebenarnya buaya raksasa itu datang ke danau ini sebulan yang lalu tepat ketika aku sedang tidak ada di sini "


Menurut penjelasan nelayan tua tersebut, ia sendiri baru tahu kedatangan buaya raksasa itu beberapa hari yang lalu, tepat ketika ia baru saja datang dari tempat yang jauh


"Awalnya aku berniat membunuh buaya itu, tapi setelah mendengar anak itu datang, aku memutuskan untuk menguji dan melihat kemampuannya "


"Tapi aku tidak menduga bahwa anak itu benar-benar berhasil membunuh buaya raksasa itu yang membuatku cukup terkejut "


Ketika mengatakan kalimat terakhir, nelayan tua sedikit berdecak kagum


Pria tua tersebut mengangguk setuju dengan kalimat nelayan tua


Keduanya berbicara dengan santai, sampai beberapa saat kemudian, nelayan tua tersebut tiba-tiba berhenti dan menutup kupingnya


Dan secara bersamaan, ia melepaskan momentum yang sangat kuat, sehingga air disekitar berfluktuasi


"Apakah anda baik-baik saja saudara Huo ?" Pria tua tersebut bertanya dengan tenang seolah tidak terganggu dengan momentum yang dilepaskan nelayan tua tersebut


Nelayan tua tersebut menggelengkan kepalanya dan memberikan isyarat bahwa dirinya baik-baik saja


Setelah melihat nelayan tua tersebut kembali normal, wajah damai pria tua tersebut berubah serius dan berkata "Sejujurnya kedatanganku kesini bukan hanya untuk anak itu, tapi juga untuk apa yang baru saja terjadi "


"Apa saudara Wang juga mendengarnya ?" Nelayan tua tersebut bertanya


Pria tua tersebut menggelengkan kepalanya dan menjawab "Aku tidak memiliki kemampuan seperti saudara Huo, bagaimana bisa aku mendengarnya juga ?, aku hanya merasa belakangan ini udara terasa lebih kotor dan berat dari biasanya "


"Bisakah saudara Huo menjelaskan apa alasannya ?"


Nelayan tua tersebut mengangguk dan menjelaskan bahwa alasan kenapa udara terasa berbeda karena terdapat sebuah teknik yang ikut terbang bersamanya


Bagi orang-orang yang tidak memiliki kemampuan seperti dirinya, ia hanya akan merasa bahwa udara terasa sedikit berbeda


Namun bagi orang-orang seperti dirinya, ia akan mendengar sebuah suara yang menuntunnya untuk pergi ke suatu tempat


"Apa saudara Huo tahu dari mana asalnya ?" Pria tua tersebut bertanya sambil mengerutkan keningnya

__ADS_1


Nelayan tua tersebut mengangguk dan menjawab "Aku pergi mengikuti suara itu sampai ke sumbernya dan menemukan bahwa suara-suara itu berasal dari kedalaman hutan larangan dan memancar ke segala arah "


...


__ADS_2